Monthly Archive for January, 2008

Tumpang Tindih Pembangunan

Bangun pukul 06.25 pagi ini membuat saya harus berjuang keras menggapai pintu kamar mandi. Saya sudah membuat janji dengan JT untuk bertemu di depan kantor Bawasda, Salatiga, pukul 06.30. Setelah menang bergulat dengan kemalasan, saya pun bangkit. Salatiga pagi masih (terlalu) dingin buat saya. Niat mandi saya urungkan. Cuci muka dirasa cukup.

Read the rest »

Guru Baik Gaji Murid

Beberapa hari terakhir, saya sangat terusik dengan komentar Pak Edi di posting Siwi tentang sekolah gratis. Dalam komentarnya, Pak Edi mengatakan demikian: “Sekolah gratisan berarti gurunya dibayar dengan gratisan pula.” Sebuah kalimat yang mengesankan bahwa pendapatan seorang guru hanya ditentukan oleh belas kasihan murid-muridnya. Nelangsa banget kelihatannya.

Read the rest »

UKSW GoBlog!

Sekitar beberapa minggu yang lalu, di kepala saya muncul ide untuk jalan keliling kampus, sambil menyebarkan ajakan ngeblog ke sivitas akademika, terutama mahasiswa. Saya merasa bosan dengan atmosfer kampus saya yang selalu adem ayem, dengan dinamika yang, menurut saya, tidak dinamis blas! Budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan penelitian cuma jadi romantisme sejarah masa lalu.

Muncul ide tentang stiker GoBlog! sebagai sarana untuk menyuarakan ajakan saya. Saya pikir, kalau cuma sekadar kertas atau brosur, kurang menarik. Beda dengan stiker yang kalau dibagi gratis, anak-anak muda banyak yang minta. Lebih bagus lagi kalau mereka tempel di tempat-tempat strategis, ajakan saya bisa menyebar lebih luas.

Read the rest »

Mental Tempe

Saya bukan penggemar setia tempe. Dulu memang sempat fanatik, tapi hanya sebentar. Dan sejak beberapa hari yang lalu, saya coba menggemarinya lagi.

Read the rest »

Belajar Metamorfosa

Pagi hari, sekitar seminggu yang lalu, saya agak kaget melihat seekor ulat menggantung mlungker di kerangka daun jendela kamar kos saya. Waktu saya menggerakkan daun jendela tersebut untuk membebaskan udara di dalam kamar, si ulat tetap tidak bergeming. “Mungkin mau jadi kepompong,” batin saya. Saya biarkan. Saya sendiri juga penasaran dengan proses metamorfosa. Dulu waktu SD sampai SMA kan cuma dapat info dari buku, atau paling banter dari siaran pendidikan di televisi. Jadi, kesempatan untuk mengamati secara langsung seperti ini haram ditolak.

Read the rest »