Saya suka mengkritik, orang maupun sistem. Tapi apa jadinya kalau saya yang ganti dikritik?
Ketika mengkritik, saya terbiasa membesarkan ego. Mungkin karena sasaran kritik saya umumnya lebih besar, lebih tinggi, atau lebih tua. Ego bisa menambah rasa percaya diri. Saya juga menempelkan skeptisisme dan kecurigaan di jidat, untuk menjaga sustainability kritikan. Saya merasa kritik selalu bersumber pada ketidakpercayaan, pertanyaan, tiap celah kelemahan.

