Monthly Archive for December, 2008

Jas Merah Satya Wacana

“Those who control the past, control the future; Those who control the future, control the present; Those who control the present, control the past.”
~ George Orwell

Dari sebuah ruang di Gedung Lembaga Kemahasiswaan, saya mengirim surat elektronik kepada Andreas Harsono, seorang alumni Fakultas Teknik Jurusan Elektro, angkatan 1984. Andreas pernah jadi redaktur Imbas, sebuah majalah mahasiswa di FTJE. “Sebetulnya saya ‘kuliah’ di Imbas, bukan di Elektro,” katanya pada saya, ketika kami bertemu di Kampoeng Percik, Maret 2008.

Read the rest »

Nama Tuhan Satya Wacana

“Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.”
~ Wahyu 14:1 versi Terjemahan Baru

Mars bisa disebut sebagai “lagu kebangsaan” sebuah kelompok. Satya Wacana, sebagai “sebuah kelompok akademis”, punya Mars Satya Wacana, yang sering dinyanyikan saat momen-momen “penting” macam wisuda, penerimaan mahasiswa baru, upacara dies natalis, dan sebagainya.

Read the rest »

Menjura Jatra

the bucket list Menjura JatraSeperti sore-sore lain pada bulan Desember di Salatiga, sore kemarin juga dihias awan mendung, angin kurun, lalu hujan pun turun. Aku dan beberapa teman lebih memilih nongkrong di kantor Senat Mahasiswa Universitas, menonton The Bucket List.

Film itu cerita soal dua orang tua yang sama-sama kena kanker dan divonis hidup tinggal enam bulan. “Setahun, jika beruntung,” kata dokter mereka. Dua orang itu teman sekamar di rumah sakit.

Read the rest »

Ate Amanha

sa japaz Ate Amanha

Aku bingung bagaimana memulai ini. Akhir-akhir ini aku merasa susah sekali konsentrasi saat menulis. Aku duga ini karena work load di Scientiarum (SA) yang sudah melebihi kapasitasku. Kegiatanku memang tak hanya di SA, tapi “ber-SA” adalah kegiatan yang paling banyak makan waktu, pikiran, dan tenaga — kadang juga hati. Sudah setahun lebih aku di sini, sejak Oktober 2007. Dalam kurun waktu tersebut, aku belajar sekaligus jadi reporter, editor, dan pemimpin redaksi.

Read the rest »