Monthly Archive for February, 2009

Senter Ulang Trimester

Ketika merapikan arsip surat elektronik beberapa hari lalu, saya membaca ulang semua transkrip korespondensi yang pernah saya lakukan dengan beberapa narasumber semasa saya masih bergabung dengan Scientiarum. Salah satunya adalah soal trimester versus dwimester, yang percakapannya saya lakukan bersama Neil Semuel Rupidara, dosen Fakultas Ekonomi yang kini sedang studi doktoral di Macquarie University, Australia. Percakapan ini sendiri berlangsung sekitar awal Desember 2008. Setelah membacanya ulang, saya merasa harus menyiarkan transkrip ini, karena ia telah menjawab semua keraguan saya terhadap trimester, dan secara efektif telah menunjukkan kelemahan sistem kalender akademik yang dipakai Universitas Kristen Satya Wacana saat ini — separuh trimester (tiga semester dalam satu tahun), separuh lagi dwimester (dua semester dalam satu tahun), tapi berkedok semester ganjil, genap, dan “pengayaan”. Saya harap warga UKSW yang membaca transkrip ini bisa turut melempar pemikiran kritis terhadapnya, agar kita bisa mendapat kajian bermutu soal sistem kalender akademik kita. Selamat membaca!

Read the rest »

Salatiga

silakan mengota
tapi jangan menjakarta

Maktub

Siang ini mereka bertemu lagi. Si bocah membawa serta hatinya, dan gadis itu membawa perempuan yang telah membuat si bocah jatuh cinta. Mereka bertemu di ruang tengah sebuah gedung, yang atapnya meneruskan terang siang, namun meredam panas.

Si bocah lebih banyak diam, duduk, menyalin film pemberian si gadis ke dalam memori laptopnya. Sedangkan gadis itu berjalan kesana-kemari, mengurus ini dan itu, sambil sesekali menghampiri si bocah untuk lihat progress penyalinan dan bicara beberapa kata, yang si bocah jawab seadanya. Bocah itu tak sependiam ini biasanya, mungkin dia canggung bertemu pujaan hatinya.

Read the rest »

Penting dan Menarik

Aku menulis untuk memberitahu pembacaku sesuatu yang aku anggap penting dan menarik. Penting karena terkait dengan kehidupan sesehari. Menarik karena sifatnya unik, nyeleneh, punya hubungan maknawi tersembunyi antara satu hal dengan yang lain, atau sekadar memenuhi selera pikirku. Sulit untuk menulis sesuatu yang menarik saja, atau penting saja.

Read the rest »