Malam itu bau asin menyambut kami dengan semerbak. Angin menyapu wajah yang lelah, sementara gerbang itu mulai tampak. Dengan huruf kapital, padanya besar-besar terterak: REMBANG BANGKIT. Adakah Rembang pernah — atau tengah — tergeletak?
Mungkin seseorang punya jawabnya buat kami. Atau mungkin data-data ekonomi. Tiga tahun yang lalu, dua dosen sekolah tinggi ilmu ekonomi di kabupaten ini menulis di koran: sejak tahun 2005 Rembang adalah satu dari tiga kabupaten “tertinggal” di Jawa Tengah, selain Banjarnegara dan Wonogiri. Dua dosen itu mencatat ketergantungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Rembang terhadap sokongan dana Pemerintah Pusat, karena pendapatan asli daerah (PAD) yang tak mumpuni. Sebuah abstrak skripsi tahun 2009 yang pernah saya temui mengafirmasi catatan ini.
Read the rest »