Monthly Archive for July, 2010

Penangkal Dosa

Kebetulan itu ada. Dan ia hadir di kafe kampus kemarin, Rabu sore. Dengan kebetulan, Fredy mencetuskan ajakan untuk PA (pendalaman Alkitab) saat itu juga. Dan dengan kebetulan pula, ada satu Alkitab di tas saya.

“Mau bahas apa?” tanya saya.

“Apa saja. Dari Kejadian atau mana. Terserah,” jawab Fredy.

Read the rest »

Balada Tempat Sampah

Saya paling jengkel kalau lihat perempuan nangis sesenggukan sampai mukanya bengkak. Lebih jengkel lagi kalau nangisnya gara-gara masalah cinta. Tambah jengkel pula kalau sambil nangis dia membodoh-bodohkan diri sendiri karena membiarkan dirinya disakiti terus menerus sama cowoknya, dan setiap kali cowoknya minta maaf, dia selalu kasih maaf untuk kemudian disakiti lagi lain kali.

Teorinya, saya tidak usah lihat dan dengar kalau memang tidak suka, dan saya berhak untuk begitu. Tapi teori itu tidak berlaku kalau orangnya lagi curhat sama saya. Kan aneh kalau orang lagi curhat kita malah tolah-toleh sendiri, atau ngeluyur pergi?

Read the rest »

Mazhab Pendidikan Kritis

mazhab Mazhab Pendidikan KritisYang pertama, judul buku ini sudah cukup kritis: Mazhab Pendidikan Kritis. Jadi saya yakin bahwa penulisnya, Dr. M. Agus Nuryatno, pasti orang kritis. Dia dosen kependidikan Islam di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan doktor pendidikan lulusan McGill University, Kanada.

Dari halaman mukanya kita bisa langsung tahu apa tujuan buku ini: menyingkap relasi pengetahuan, politik, dan kekuasaan. Di dalamnya ditunjukkan bahwa tidak ada pengetahuan yang netral dan bebas nilai. Semua berpihak, dan dalam masyarakat yang struktur sosialnya terdiri atas kelas-kelas, bentuk pengetahuan tertentu pasti memihak kelas tertentu. Masih ingat bagaimana sejarah PKI dan 30 September dipakai untuk melegitimasi heroisme Soeharto?

Read the rest »

Mendidik Manusia

Mendidik manusia tentu berbeda dari mendidik kambing. Kambing bukan manusia dan manusia bukan kambing, dan sebangsanya. Meskipun di kitab-kitab yang dianggap suci ada tertulis bahwa manusia itu seperti babi, keledai, serigala, domba, serigala berbulu domba, dan sebagainya, manusia tetaplah manusia. Dan kalau mau dididik juga mestinya pakai cara-cara manusia, bukan kambing.

Bagaimana caranya?

Read the rest »