Personal

Berlian Porter Anti-Soeharto!

S

aya jengkel! Beberapa hari terakhir, media-media penuh dengan berita tentang kondisi Soeharto. Bukannya benci, tapi ini sudah keterlaluan. Saya sudah coba lari ke KCM, SMC, JPO, Detikcom, dan bahkan BIO untuk berburu berita-berita ekonomi yang berkualitas, tapi hasilnya nihil! Media lagi mabuk Soeharto! Padahal, apa Soeharto di sana lagi sekarat beneran?

Berlian Porter (Porter’s diamond) adalah model yang diciptakan oleh Michael Porter untuk membantu kita memahami konsep keunggulan kompetitif (competitive advantage) suatu negara. Konsep ini sangat populer dalam dunia yang mendewa-dewakan kompetisi seperti sekarang.

Berbeda dengan konsep keunggulan komparatif (comparative advantage) yang menyatakan bahwa suatu negara tidak perlu menghasilkan suatu produk apabila produk tersebut telah dihasilkan oleh negara lain dengan lebih baik, unggul, dan efisien secara alami, konsep keunggulan kompetitif adalah sebuah konsep yang menyatakan bahwa kondisi alami tidak perlu dijadikan penghambat karena keunggulan pada dasarnya dapat diperjuangkan dan ditandingkan. Dan keunggulan suatu negara bergantung pada kemampuan perusahaan-perusahaan di dalam negara tersebut untuk berkompetisi dalam menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar.

Kembali ke berlian Porter. Berlian ini terdiri dari empat determinan utama yang membentuk model seperti berlian. Dalam hubungannya, keempat determinan ini saling menguatkan satu sama lain. Keempat determinan tersebut adalah kondisi faktor produksi, kondisi permintaan, industri-industri yang berkaitan dan mendukung, dan strategi, struktur, dan persaingan perusahaan.

Porter's Diamond

Model berlian Porter. (Sumber: Franteractive)

Kondisi faktor produksi dibagi menjadi dua, yaitu yang biasa dan yang terspesialisasi. Yang biasa adalah faktor-faktor produksi yang diwarisi secara alami seperti kekayaan sumber daya alam (SDA), tanah, dan tenaga kerja yang belum terlatih. Sedangkan yang terspesialisasi adalah faktor-faktor produksi yang tidak terdapat secara alami, melainkan harus diciptakan terlebih dahulu. Contoh dari faktor produksi yang terspesialisasi adalah teknologi dan tenaga kerja yang terlatih.

Kondisi faktor produksi dikatakan baik apabila jumlah faktor produksi yang dimiliki ada banyak dan perbandingan antara faktor produksi biasa dengan faktor produksi terspesialisasi adalah proporsional. Semakin baik kondisi faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di dalam suatu negara, maka akan semakin kompetitif pula negara tersebut.

Kondisi permintaan dikatakan dapat menaikkan kompetitivitas apabila kondisi permintaan tersebut adalah mutakhir (sophisticated). Yang dimaksud dengan permintaan mutakhir di sini adalah kecenderungan untuk selalu menuntut, menuntut, dan menuntut agar produk yang dihasilkan terus diinovasi supaya bisa memuaskan kebutuhan para demander.

Cara kerja kondisi permintaan dalam menaikkan kompetitivitas dapat dianalogikan dengan analogi kusir, cambuk, dan kuda. Produsen/perusahaan di sini diibaratkan sebagai kuda yang harus menghasilkan tenaga kuda, sedangkan demander/konsumen diibaratkan sebagai kusir yang menikmati tenaga kuda yang dihasilkan oleh kuda tersebut. Cambuk adalah perumpamaan untuk kondisi permintaan dari demander/konsumen. Asumsikan bahwa kuda akan semakin kompetitif apabila kuda tersebut dapat menghasilkan tenaga kuda yang semakin besar. Apabila kusir menghendaki tenaga kuda yang lebih besar (agar kuda berlari lebih cepat), maka sang kusir tinggal menggunakan cambuknya untuk memaksa sang kuda menghasilkan tenaga yang lebih besar. Ini bisa disebut “memaksa,” namun juga bisa disebut “merangsang.” Alhasil, kuda akan menghasilkan tenaga yang semakin besar, yang berarti kompetitivitas kuda tersebut juga akan meningkat.

Selanjutnya adalah industri-indsutri yang berkaitan dan mendukung. Kompetitivitas dapat meningkat apabila industri-industri yang berkaitan dan mendukung memusatkan diri mereka dalam satu kawasan. Hal ini akan menghemat biaya komunikasi, ongkos gudang penyimpanan, ongkos transportasi, serta akan meningkatkan arus pertukaran informasi.

Sebagai contoh adalah hubungan antara pabrik tempe dengan petani kedelai. Apabila jarak antara lahan pertanian kedelai dekat dengan pabrik tempe, maka hal ini akan menghemat ongkos transportasi. Ongkos gudang penyimpanan juga dapat direduksi oleh petani kedelai karena hasil panen kedelai tidak perlu disimpan terlebih dahulu di gudang, melainkan dapat langsung dikirim ke pabrik untuk langsung diolah. Dari segi komunikasi, hal ini juga akan menguntungkan karena jarak yang relatif dekat berakibat biaya yang relatif lebih murah. Hal ini akan meningkatkan arus pertukaran informasi di antara petani kedelai dengan pabrik tempe, sehingga akan meningkatkan pengembangan produk masing-masing. Petani kedelai akan mengetahui kedelai macam apa yang paling dibutuhkan oleh pabrik tempe, sedangkan pabrik tempe juga akan mengetahui dan dapat memilih jenis kedelai mana yang paling cocok dengan orientasi produksinya dan bagaimana cara mengolahnya, sehingga kualitas produksi tempe juga dapat menjadi lebih optimal. Berbagai macam keuntungan ini diyakini dapat meningkatkan kompetitivitas perusahaan.

Yang paling akhir adalah strategi, struktur, dan persaingan perusahaan. Strategi dan struktur yang diterapkan perusahaan akan menentukan kompetitivitasnya. Hal ini lebih menyangkut kepada konteks waktu dan budaya dimana perusahaan itu berada. Tidak semua perusahaan cocok menggunakan strategi dan struktur tertentu. Perusahaan dituntut agar dapat menerapkan strategi dan struktur yang paling tepat dengan keadaan yang dialami agar dapat survive terhadap kondisi sekitarnya. Persaingan antarperusahaan juga dapat meningkatkan kompetitivitas karena dengan adanya persaingan, maka dipastikan akan ada usaha ekstra dari perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya agar dapat, sekali lagi, survive dalam kompetisi.

Selain keempat determinan di atas, masih ada dua unsur lagi yang berada di luar berlian, namun memiliki pengaruh pada keempat determinan tersebut. Kedua unsur ini adalah pemerintah dan kesempatan.

Pemerintah dapat memengaruhi keempat determinan di atas lewat kebijakan-kebijakannya. Sebagai contoh adalah pemerintah dapat mengorganisir industri-industri yang saling mendukung dan memiliki keterkaitan dengan memfasilitasi berdirinya kawasan berikat, sentra dagang, sentra kerajinan, dan lain-lain.

Unsur kesempatan juga memberikan dampak yang cukup signifikan pada keempat determinan berlian Porter, meskipun unsur yang satu ini tidak dapat diprediksi dengan tepat keberadaan dan pergerakannya. Sebagai contoh, bencana alam yang tidak terduga seperti banjir lumpur panas di Porong, Sidoarjo mengakibatkan sejumlah industri di sana menjadi lumpuh dan kehilangan kompetitivitasnya.

Dan kebijakan-kebijakan Pak Harto lewat gurita Orde Baru yang represif, otoriter, dan korup cuma membuat bangsa ini menjadi tidak kompetitif! Pak Harto boleh menerima maaf, tapi kasusnya tolong diusut tuntas!

Posted by STR on Monday, 14 January 2008, in his Personal column.

There are 42 comments already. Say something!

yes pertamax.. kita harus memaafkan pak harto, tapi kalo masalah hutang piutang ya tetep harus dilunasi oleh keluarga cendana.. lha wong itu duit rakyat

selain keempat determinan di atas, masih ada dua unsur lagi yang berada di luar berlian, namun memiliki pengaruh pada keempat determinan tersebut. Kedua unsur ini adalah pemerintah dan kesempatan.

itu yang menyebabkan dia berkuasa 3 dekade

ridu’s latest post: Yes.. Ikutan Kopdar Donk!!

Sent on Monday, 14 January 2008, at 7:17 PM.


STR

Gravatar

@ ridu: Halah…halah, Du … Gini aja pake pertamax … Hohoho!

Ya, Pak Harto memang harus dimaafkan, tapi kasus-kasusnya kudu tetep diusut!

Sent on Monday, 14 January 2008, at 7:23 PM.


Mata dan telinga saya dua minggu terakhir ini teraniaya dengan pemberitaan media yang mabuk-muntah memberitakan Suharto dan keluarganya..

Memaafkan itu mudah, apalagi untuk orang Indonesia.. gampang melupakan sejarah masa lalu.. percayalah itu sangat mudah.. yang tak mudah adalah menyelesaikan masalah dan perkara yang sudah terlanjur bergulir.. apalagi berkaitan dengan uang besar..

Dari sekian panjang uraian di atas.. ujung2nya cuma satu, soeharto dan kroninya harus diusut tuntas..

Sepertinya, media akan lama memberitakan kegawatan kondisinya.. karena satu hal yang pasti, kematian akan menjemputnya dengan tenang jika uang rakyat itu dikembalikan..

gempur’s latest post: Makna Pembebasan

Sent on Monday, 14 January 2008, at 9:27 PM.


Kalo ndak salah, dulu pak harto pernah meluncurkan slogan: “pertumbuhan ekonomi sebagai panglima pembangunan.” Tapi, agaknya slogan itu justru membuat ekonomi negeri ini ancur. penyebabnya apa mas satria? apakah determinan2 yang membangun sebuah sistem perekonomian yang tangguh sudah amburadul atau ada penyebab lain. Mas satria yang kandidat ekonom masa depan, tolong dijelaskan dong pada saya yang sangat awam dalam soal beginian.
*BTW, aku smpek nulis komen 2 kali. loadingnya berat sangadh setiap kali saya submit.*

sawali tuhusetya’s latest post: Dilema Peran Kaum Perempuan Pasca-Jawa

Sent on Monday, 14 January 2008, at 10:13 PM.


Salam kenal mas,

Yup semua media on-line maupun gak on-line semua mengusung tentang Soeharto, sampe ada acara di TV yang mengangkat perjuangan orang2 yang bernama Soeharto, ada Soeharto tukan becak sampe petani (Ini bukan mantan Pres Soeharto itu)

deniar’s latest post: Menulis di beberapa blog perlukah?

Sent on Monday, 14 January 2008, at 11:23 PM.


salah satu sms papaku td pagi
“sekarang dimana2 berita ttg pak Harto, bosen … akhirnya papa pergi mancing ajah sama kakak”

segitu nya yah…dikit2 pak harto yah yg nongol ditipi???

icha’s latest post: WateR FRoM HeaVen

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 2:11 AM.


YuP..Memang betul Semua Media mengInformasikan Pak.Harto tanpa mengenal waktu, baik siang maupun malam sampai saya sendiri mendapat sebaran sms untuk memaafkan kesalahan pak.Harto dimana harus menyebarkan ke 10 org jika ikut mengirimkan ke 10 org akan mendapatkan tambahan pulsa 50 rb!Wow..di balik itu orang tertipu mana buktinya mendapatkan tambahan pulsa??? hehehe…kacian yang sudah ikut menyebarkan sms demi mandapat tambahan pulsa 50 rb!Untungnya saya tidak tertipu… :P
M-C-T’s latest post: BUTUH DUKUNGAN DOA

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 10:19 AM.


Visit Indonesia Year 2008
Click http://arezeo.blogspot.com

VIY 2008’s latest post: Situs Resmi Visit Indonesia Year 2008?

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 10:31 AM.


STR

Gravatar

@ gempur: Hehe … Iya, Pak. Ujung posting ini memang cuma itu. Berlian Porter dan konsep keunggulan kompetitif yang saya uraikan di atas cuma numpang sempalan. Yah … Itung-itung sekalian bagi ilmu juga, ndak cuma bagi emosi. :P
@ sawali: Kalo dulu Pak Sawali pernah mendengar julukan “Keajaiban Ekonomi Asia” disematkan kepada Indonesia, julukan itu sebenarnya cuma kepalsuan. Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi kita yang fantastis waktu itu tidak dibangun dengan kekuatan riil dari keempat determinan di atas, melainkan hanya dari utang-utang luar negeri saja. Jadi, sebenernya dari dulu itu Indonesia cuma kaya utang (utang inipun masih dikorupsi — nggak digunakan dengan optimal untuk pembangunan), dan ketika utang itu jatuh tempo, Indonesia udah kadung ngos-ngosan untuk membayar.

Selain itu, perusahaan-perusahaan besar waktu itu bisa menggurita bukan karena kinerja perusahaannya yang memang ekselen (sehingga bisa kompetitif), tapi karena mereka dekat dengan penguasa, dan penguasa memberikan “hak-hak khusus” kepada perusahaan-perusahaan itu untuk melakukan monopoli dan monopsoni. Intinya, waktu itu, perusahaan-perusahaan besar Indonesia hanya jadi jago kandang!

*Wah, itu koneksinya kali, Pak … Dari tempat saya lancar jaya kok. :P *

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 11:33 AM.


STR

Gravatar

@ deniar: :lol: Benarkah? Berarti udah mendem beneran tuh! :lol:
@ icha: Kalo tipi, saya kurang menyimak, Mbak. Tapi yang jelas, situs-situs berita di internet isinya full Soeharto! :roll:
@ MCT: SMS gituan udah dari dulu, Mbak … Logika saya ndak pernah percaya sama SMS berantai gitu-gitu, baik yang doa ngiming-ngimingi nasib baik, sampai doa yang ngiming-ngimingi pulsa HP. Buat otak saya, itu cuma HOAX!!

@ VIY 2008: Thanks infonya.

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 11:39 AM.


halah..gitu aja kok repot sat..!!!
coba klo kamu besok kayak saya…tua renta dan bnyk kurupsi…pasti di sorot terus,..!!!

mau kurupsi..???
sini….sini..????

*siap2 ngasih jurus2 kurupsi*

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 12:08 PM.


STR

Gravatar

@ soeharto: HALAH!

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 12:16 PM.


oalah … bahas mslh pak Harto to ?

udah deh … biar pemerintah yg bicara, toh kita masih punya pemerintah kan ?? yg secara de facto, memerintah negara kita.

[H]Yudee’s latest post: Bener-bener capek ?

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 1:44 PM.


STR

Gravatar

@ hyudee: Rakyat bicara, pemerintah bertindak.

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 2:10 PM.


Jargon pertumbuhan ekonomi yang diangkat menjadi sloga pembangunan di era suharto memang berdampak sangat luas pada aspek kehidupan rakyat..

Pertumbuhan ekonomi membuthkan stabilitas politik yang tangguh yang pada gilirannya membunuh demokrasi dan kebebasan berbicara. Tak hanya itu, dipercayakannya sektor hulu hingga hilir kepada beberapa kroni yang melahirkan konglomerasi menjadikan angka pertumbuhan ekonomi itu semu. Ekonomi yang tumbuh tak mencerminkan geliat ekonomi mayoritas rakyat. melainkan konglomerasilah yang menyumbang angka2 pertumbuhan ekonomi yang bagi saya terlalu bombastis..

Ujung-ujungnya, ketika diterpa krisis ekonomi, maka sebenarnya yang mengalami krisis secara langsung bukanlah rakyat, melainkan konglomerasi bikinan suharto. Imbasnya, rakyat yang harus dikorbankan.. merasakan dampaknya hingga sekarang..

maka, jika ada pertanyaan, siapa yang layak menanggung dosa besar krisis ekonomi? jawabannya jelas, Suharto dengan pakar ekonominya dan kroni dengan konglomerasinya yang penuh kebusukan.. Jelas, rakyat masih bisa survive, tapi berapa banyak perusahaan dan perbankan yang tumbang?

Monggo, yang orang ekonomi silakan dianalisis lagi..

gempur’s latest post: Hijrah Blog

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 3:04 PM.


eits….ati2x jangan-jangan media massa cuma dipakai untuk mengalihkan perhatian karena ada nya masalah-masalah lain!

contohnya?gimana nasib si saksi yang katanya menjadi saksi kunci Munir?gimana kelanjutan cerita dari banjir>
sebagai masyarakat kita harus berhati-hati karena sangat mudah sekali masyarakat menoleh dari masalah yang sebenarnya sedang terjadi.
waspadalah…waspadalah!

nico kurnianto’s latest post: AKHIRNYA DATANG JUGA?.

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 3:24 PM.


yang jelas tumbangnya rejim soeharto, memberi dampak pada kebebasan pers.

la mendol’s latest post: Bandeng Kemayu

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 4:33 PM.


STR

Gravatar

@ gempur: Wah, komennya … Saya masih kalah ilmu nih meskipun saya notabene mahasiswa ekonomi. :D
Jadi, kembali lagi ke pertanyaannya Pak Sawali di atas: “Kenapa slogan pertumbuhan ekonomi yang indah justru membuat ekonomi negeri ini ancur? Penyebabnya apa?”

Sebenernya, yang membuat ekonomi kita hancur bukan slogannya itu, tapi slogan itu cuma menutupi kebobrokan manajemen negara yang akhirnya membawa kita pada krisis saat ini.

Seperti yang sudah dikatakan Pak Gempur di atas, pertumbuhan ekonomi di masa Orba itu memang semu. Tapi kesemuan itu timbul bukan karena yang bertumbuh cuma segelintir pihak (yang tergabung dalam konglomerasi yang diberi “konsesi-konsesi istimewa” oleh penguasa), wong sebenernya konglomerasi-konglomerasi ini juga tidak bertumbuh.

Mereka bisa gemuk kan cuma karena ikut menikmati utang negara. Perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalam konglomerasi Orba itu tidak mempunyai keunggulan kompetitif untuk bersaing dengan perekonomian internasional alias jago kandang. *ya iyalah, kalo mereka bener-bener kompetitif, mereka akan bisa gemuk dengan sendirinya tanpa ikut menikmati utang*

Ini menyedihkan (sekali). Ibaratnya, Indonesia punya sepuluh ekor ayam untuk diternakkan dan seluruh ayam itu dipercayakan pada satu orang (yang ternyata sama sekali nggak becus untuk menernakkan ayam). Sehingga di akhir cerita, sepuluh ayam itu hilang/mati, malah berubah jadi utang. Udah nggak untung, buntung pula!

Lalu kenapa saat itu perekonomian Indonesia bisa menunjukkan performa tinggi (sampai-sampai ada julukan “Asia’s Economic Miracle”)?

Jawabannya adalah karena ditutupi utang. Selama Orba (sampai sekarang juga), pembangunan ekonomi kita bergantung pada utang luar negeri yang luar biasa besar jumlahnya (ini membuat Indonesia tampak seperti negara yang punya banyak uang, padahal nggak). Gali lobang, tutup lobang. Sialnya, lobang yang digali dan ditutup dari hari ke hari makin besar karena utang itu pemakaiannya ndak pernah di-manage dengan benar.

Kita semasa Orba nggak pernah bisa punya uang sendiri untuk melakukan pembangunan karena kinerja perekonomian kita memang nggak pernah produktif (sebenarnya). Ketidakproduktifan ini merupakan produk dari peternak ayam yang nggak becus tadi (konglomerasi-konglomerasi perusahaan yang nggak kompetitif).

Lalu kenapa utang segede gambreng itu baru ketahuan setelah Orba lengser? Ya karena pengelolaan ekonomi yang nggak transparan. Kalo dari dulu transparan, nggak akan ada KKN.

Anwar Nasution (mantan Deputi Senior Gubernur BI & Ketua BPK) pun menyebutkan bahwa ketiadaan transparansi dan akuntabilitas keuangan di sektor negara inilah yang akhirnya menjadikan perekonomian kita (yang memang sudah lemah/pura-pura kuat) menjadi tidak berdaya lagi ketika diterpa krisis (dan akhirnya ambrol). Selain menutupi kebobrokan manajemen keuangan di sektor negara, hal ini juga membuat pasar nasional tidak bisa berjalan dengan efisien ketika ditimpa krisis (karena informasi yang buruk). Lebih jelasnya bisa baca buku “Pokok Pikiran Anwar Nasution: Menuju Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara.”

Jadi, kesimpulannya adalah penyebab ekonomi kita ancur waktu itu dikarenakan bobroknya manajemen di sektor negara dan ketiadaan transparansi & akuntabilitas yang seharusnya bisa memunculkan koreksi terhadap manajemen yang bobrok.

Masih ada yang kurang jelas? Maafkan saya kalau tak pandai menjelaskan. :)

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 5:04 PM.


STR

Gravatar

@ nico: Ya, waspadalah! Waspadalah! :D
@ la mendol: Sampai-sampai terlalu bebas ya, Mbak? :mrgreen: *guyon lho*

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 5:07 PM.


saya gerah juga dengan media yang gandrung akan dentuman nafas orba..btw, pas kopdar dengan tivi kemarin, pak gempur bilang klo tulisan anda mantap !!!

kata ku : sama dengan pak gempur..tulisan mu inspirasi ku..

andi bagus’s latest post: Blogger Kapal Selam Syuting Tivi

Sent on Tuesday, 15 January 2008, at 11:41 PM.


tomy

Gravatar

nderek urun rembuk meski gak tau masalah ekonomi *sekalian ngangsu kawruh*

menurut Holloway & Piccioto pengamat ekonomi di negara dunia ketiga *halah bener po ra* kesuksesan pengusaha di negara dunia ketiga bukan karna kemampuan wirausaha tapi karena kedekatan dg pemerintah.
mungkin itu salah satu sebab keterpurukan ekonomi kita ya, tidak terbiasa dg competisi cuma ngandalin kolusi & nepotisme.

& kalo soal Mbah Harto saya ada syair basa jawa, mungkin bisa u? ceremin kita semua. Monggo :

…nraju becik myang ala,
kang nandur angunduh,
nandang wohira priyangga,
den alamna kinarya amratandani,
jagad ana Kang Ngasta…

terjemahannya :

menimbang yg baik & buruk
menuai apa yg ditanam
merasakan buah dari perbuatannya
sebagai tanda kekuasaan Ilahi

Nuwun :D

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 6:50 AM.


yup…pak harto salahnya emang harus kita maafin…tp klo udah terkait utang piutang ya ahli warisnya lah…itu udah diatur juga di agama ini n di adat juga ada…
tp menurut gw..biar tenang dulu pak hartonya …usut mengusut ntar aja…

Anno’’s latest post: Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 7:59 AM.


STR

Gravatar

@ andi bagus: Tulisan yang mana dulu?? :mrgreen: Sama-sama, Pluk … Tulisanmu juga mantab, wong sering menang lomba nulis gitu. ;)
@ tomy: Iya, Pak. Sepakat dengan pendapat kedua pengamat tersebut.

Wah, stok syair Jawanipun kathah sanget nggih, Pak? Matur nuwun.

@ Anno: Pak Harto cuma bisa tenang kalo perkaranya selesai diusut tuntas.

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 11:22 AM.


Seperti yang saya lihat di beberapa tayangan TV yang memberitakan tentang Suharto, kondisinya sudah kritis. Beberapa organ tubuh vital sudah tidak berfungsi lagi.

Tugas besar pemerintah adalah mengusut kasus Suharto sampai tuntas. Kalau Suharto sudah tidak bisa diapa-apakan lagi karena menyangkut kondisi kesehatannya, tentunya sebagai ahli waris, anak dan cucunya yang harus bertanggungjawab.

Edi Psw’s latest post: Jatim Park dan Selecta Malang

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 11:27 AM.


poce

Gravatar

ya gimana ya mas.. namanya juga media. sukanya ikut arus, apa yang lagi hot, ya itu yang jadi pembicaraan. lagian kan banyak yang penasaran juga sama “hari akhirnya” pak harto. hehehehe .

btw, gimana caranya ngasi komen di foto saya? kok bisa? kata evelynpy kalo mau fotonya masuk di TPC, harus posting dulu satu post. saya sudah posting, semoga setelah di approve admin, saya bisa masukin foto. hehehe. maap ya mas..
makasih sudah diingatkan.

salam kenal.

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 12:47 PM.


poce

Gravatar

oya..lupa…
saya dari http://poce.wordpress.com

hehe…

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 12:49 PM.


STR

Gravatar

@ Edi: Sepakat!

@ poce: Penasaran?!? Apa yang menarik coba?

Waduh, Mbak … Saya malah bingung dengan pertanyaan anda … :( Gimana kalo kita chat aja? Tak bantuin step by step nanti.

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 1:13 PM.


Sorry, nyampah lagi..

Jadi, kesimpulannya adalah penyebab ekonomi kita ancur waktu itu dikarenakan bobroknya manajemen di sektor negara dan ketiadaan transparansi & akuntabilitas yang seharusnya bisa memunculkan koreksi terhadap manajemen yang bobrok.

Orang ekonomi menjawabnya demikian, maka saya orang biasa menjawabnya dengan bahasa saya, penyebabnya tak lain dan tak bukan “karena mentalitas bangsa ini yang sudah bobrok”, Mentalitas bangsa pesakitan.. Mentalitas Inlander.. hehehehe

gempur’s latest post: Hijrah Blog

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 2:16 PM.


STR

Gravatar

@ gempur: Ya, tepat sekali, Pak. :D

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 2:28 PM.


wah sama, saya juga sudah bosan…

kebanyakan berita dari pak Harto semua, bahkan radio berbahasa indonesia diluar negeri pun isinya juga sama. Jadi bisa dikatakan seluruh dunia memberikan seseorang bernama Soeharto

dodot’s latest post: UAS hanya sebatas formalitas

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 7:53 PM.


STR

Gravatar

Hohoho … Ternyata masih nambah lagi satu orang bosen di sini. :mrgreen:

Sent on Wednesday, 16 January 2008, at 8:11 PM.


best

Gravatar

Membosankan ? Ok !!!!
Tapi , dia satu-satunya orang di dunia yang hebat karena mampu menentukan dan mengatur kapan dan bagaimana caranya untuk meninggalkan dunia ini.

Sent on Saturday, 19 January 2008, at 11:17 AM.


STR

Gravatar

@ best: Salah. Kapan dan bagaimana dia mati bukan dia yang nentukan. Kalo memang kebetulan sama dengan planning kematiannya, itu cuma kebetulan. Wong hidup mati bukan di tangan manusia kok.

Sent on Saturday, 19 January 2008, at 4:51 PM.


Memaafkan pak harto? *tuink*
Seharusnya sih susah ya. Korup, (bisa ga sih dy disebut) penjahat HAM, pemalsu sejarah, dll..
Kok ya bisa-bisanya para petinggi negara minta rakyat memaafkan.. Wong dari dulu sampai sekarang korbannya aja rakyat. Tapi setuju deh sama sebutan kalo orang indonesia itu mudah memaafkan dan mudah lupa.
Lupa klo tahun 98 juga ikut menghina dina pak harto dan kroni-kroninya. Sekarang hampir 10 tahun kemudian, rakyat kelihatannya sudah lupa dan bisa memaafkan.
PATHETIC! *tuink*

Sent on Friday, 25 January 2008, at 9:04 PM.


STR

Gravatar

@ AiiYu: *tuink, tuink, tuink* :D
Memaafkan sih seharusnya gampang, tapi kalo menghapus dakwaan terhadap tindakan-tindakan kriminalnya, YA JANGAN! ;)

Sent on Saturday, 26 January 2008, at 4:04 PM.


Pak Harto sudah meninggal, pasir penutup liang kubur di Mangadeg sudah digali.

winarto’s latest post: Turut Berduka Cita!

Sent on Sunday, 27 January 2008, at 4:22 PM.


STR

Gravatar

@ winarto: Alhamdullilah! Kowe ndelok langsung pemakamane, Mas?

Sent on Sunday, 27 January 2008, at 4:28 PM.


jemmy

Gravatar

Bro, pak harto emang salah. Tapi sy kira jasanya masih lebih besar dari salahnya. Kondisi dan System pemerintahan waktu itu menciptakan peluang kepada SIAPAPUN yang jadi presiden waktu itu untuk melakukan kesalahn. Saya kira Soekarno melakukan hal yang sama hanya karena konsentrasi pada waktu itu bukan dibidang ekonomi maka kesalahan Soekarno adalah kesalahn (dosa) politik saja. Bro, Dijaman Reformasi yang serba transparan ini. Seorang Amin Rais yang katanya Orang PALING BERSIH (ehemm) di indonesia ini masih sempat-sempatnya menerima uang 400 jt dari sumber yg tak jelas. (belakangan ketahuan uang tsbt hasil korupsi Rokhmin dahuri. Sy kira pak harto sudah cukup mendapat hukuman mengingat jasanya yang bergerilya masuk keluar hutan merebut dan mempertahan kemerdekaan (yang Syukurlah udaranya kau dan aku bisa menghirupnya sekarang ini). Bandingkan dengan Bung Karno yang lewat jalur diplomasi (duduk dibelakang meja) saja. Apalagi Gusdur yang sama sekali tidak mau sedikit saja REPOT dengan urusan Bangsa.

Sent on Tuesday, 29 January 2008, at 6:31 AM.


jemmy

Gravatar

Duh…, Bro Maaf kalau sy salah posting disini.

Sent on Tuesday, 29 January 2008, at 6:33 AM.


yang bilang Pak Karno hanya berjuang di belakang meja pastinya tidak tahu sejarah babar blas
Dosa politik Pak Karno hanya karena beliau yang menyatakan diri sbg pemimpin besar revolusi ternyata tak berani benar2 revolusi, karena ketakutan akan memakan banyak korban. coba klu beliau berani mengambil tindakan seperti pemerintah China yang melindas mhasiswa pake tank karena dibelakang gerakan itu ada kepentingan Amrik & sekutunya. Pasti Indonesia tdk akan jadi negara jajahan kayak gini. Dg PT Karkam & PT Asaad Bung Karno telah mempersiapkan infrastruktur industri Indonesia dg mengelola gunung emas di Papua & sumur minyak di Aceh, yg sekarang jadi milik Freeport & Exon *tulisane bener ra’ ya*
Indonesia negeri kaya yg rakyatnya mati kelaparan persis peribahasa tikus mati di lumbung padi *halah*
padinya pada dimakan tikus manca

tomy’s latest post: LAYUNG-LAYUNG JINGGA

Sent on Tuesday, 29 January 2008, at 6:56 AM.


STR

Gravatar

@ jemmy: Satu pertanyaan buat anda: atas dasar apa anda mengatakan bahwa jasa Soeharto lebih besar daripada kesalahannya? Silakan baca tulisan saya di sini. Thanks.

@ tomy: Yang jelas, motivasi kedua pemimpin ini sudah jauh berbeda. Soekarno benar-benar ingin bangsanya maju dan mandiri, sedangkan Soeharto benar-benar ingin menikmati kekayaan Indonesia seorang diri.

Sent on Tuesday, 29 January 2008, at 2:26 PM.


aku komen gak dari sisi politis deh…cuman emang bosen dulu ama berita soeharto…kek gak ada yang penting lagi untuk dibahas, atau pengalihan perhatian? :) btw makasih, tulisannya sangat bermanfaat, kebetulan saya mendapatkan tugas mengenati model porter ini… :)
ninoy’s latest post: belum ada judul

Sent on Wednesday, 12 March 2008, at 11:41 AM.


Leave a Comment

Banjir Korupsi · Belajar Metamorfosa