Archive for the 'Scientiarum' Category

Anggur Satu Malam

Kabar bahwa sahabatnya lulus hari ini tidak membuat hatinya senang. Ia sedih karena sejumlah alasan. Pertama mungkin karena sudah sifat manusia untuk lebih gampang menerima kegagalan orang lain daripada kesuksesannya. Orang selalu punya kecenderungan untuk bersaing, entah kenapa. Dan saingan mereka, biasanya, justru didatangkan dari lingkaran terdekat: keluarga, tetangga, teman. Dalam sejumlah hal tampak bahwa saudara bersaing dengan saudara, orangtua dengan orangtua, orangtua dengan anak, tetangga dengan tetangga, dan teman dengan teman; sampai muncul istilah “teman makan teman” untuk menunjuk praktik persaingan tak sehat. Kemenangan diperjuangkan seolah-olah dari persaingan itulah orang mendapatkan eksistensinya. Anak pintar selalu mendapat tempat lebih baik daripada anak bodoh. Dan sejak kepintaran mereka selalu diukur dengan angka, hampir setiap anak berlomba-lomba mendapatkan angka tertinggi, meskipun dengan cara-cara terendah. Dan hampir semua anak begitu. Dikatakan hampir semua karena nyatanya masih ada sejumpil anak yang, entah bagaimana, tahu bahwa kepintaran tidak bisa cuma diukur angka-angka. Apakah sebetulnya kepintaran? Dan bisakah ia diukur dengan angka? Kalau bisa, seberapa bisa? Seberapa tepat angka-angka itu menunjuk kepintaran yang tak berwujud?

Go on »

Lokalisasi UKSW, Siapa Takut?

Kalau Pembantu Rektor IV Martha Nandari dalam opininya bertanya “Internasionalisasi UKSW, Siapa Takut?” maka bisa dijawab: yang takut adalah yang takut. Dan selamanya begitu. Dan kalau kita boleh ganti bertanya, kita bisa menyodorkan pertanyaan yang pada dasarnya sama tapi tak serupa:

“Lokalisasi UKSW, Siapa Takut?”

Go on »

Pathology

Dr. Jake Gallo dan teman-temannya bukanlah mahasiswa kedokteran yang bodoh dan malas. Dalam salah satu program studi patologi paling prestisius di Amerika, mereka adalah kelompok mahasiswa terpandang. Mereka amat cerdas dan giat belajar. Mungkin terlampau giat, hingga pekerjaan laboratorium macam cek urin dan darah tak lagi menarik dikerjakan. Mereka ingin belajar sesuatu yang lebih.

Go on »

The Outsider

the outsider The OutsiderKubeli novel itu seminggu yang lalu, dan sejak itu aku tak pernah tahu apa yang dilakukannya padaku. Aku melihatnya sekilas ketika hendak meninggalkan toko buku. Agak kecewa karena buku yang kucari sedang di luar stok, dan mereka tak bisa membuatnya masuk. Buku-buku lain gagal menarik minatku. Pada saat itulah kulihat nama Albert Camus pada novel itu. Segera kusambar dan kubayar. Lalu kubaca, mula-mula dalam keramaian.

Go on »

Fakultas Kebebasan

Ada satu lakon klasik yang belum usai dipentaskan di panggung sandiwara pendidikan kita sampai hari ini: dosen yang susah payah mengajar di depan, sementara mahasiswanya tidak memperhatikan; ada yang tertidur, sebagian merumpi, dan sisanya melamun sendiri. Ujung cerita ini biasanya mudah ditebak: sang dosen meledak, dan suasana kelas jadi tak enak. Proses belajar-mengajar (PBM) rusak.

Go on »