Dalam 342,1 Kilometer

Tak banyak, cuma … rasa was-was karena tiada lisensi mengemudi, Bapak sudah suruh aku urus Surat Ijin Mengemudi, apalagi mumpung di Salatiga terkenal murah dan gampang buat urusan tembak-tembakan begitu. Evan, adikku, juga sudah bikin SIM di Surabaya. Tapi aku terlalu malas berurusan dengan polisi, apalagi kalau cuma buat sepotong SIM. Hahaha ….

mencapai 115 kilometer per jam lebih, Hanya saja cuma sekadar, aku terlalu pengecut untuk terus tancap gas. Motor sudah serasa mau terbang di jalanan Kopeng yang naik-turun.

melihat razia motor di jalur motor Jalan Lingkar Utara, Jogja, Aku beruntung lagi jalan di jalur motor seberangnya. Sejak itu aku selalu kuatir setiap kali jalan di jalur motor Jogja, salah satu perangkat pendukung razia motor yang paling horor.

Arnold Toynbee, Sri Muryanto, dan Anthony Giddens, Menambah amunisi untuk ber-pseudo-intellectual ria! Haha!

empat piring nasi uduk plus-plus, Membantu menyukseskan Warung Bu Santi di Babarsari. Bu Santi senang, pelanggan kenyang, cacing-cacing girang.

ketiduran di pinggir Laut Selatan, Sumpah, Siung bagus banget kalau malam! Langit terang, bulan (purnama) dan bintang, laut keperakan. Betapa sebuah panggung pertunjukan (sekaligus pertunjukan itu sendiri)! Untung pasirnya nggak dingin-dingin amat ….

naik ke tebing sebelah timur, Mulai kasih keluar jurus-jurus melankolis. I just wanna say it straight from my heart, I miss YOU ….

melihat seekor nenek tergeletak diam di pinggir jalan Wonosari-Jogja, Banyak orang mengerumuni. Mungkin tertabrak (lari). Tak ada darah terlihat.

menikmati Jogja-nya pagi, Putar-putar sadiki. Mengindera suasana kekeluargaan yang nyaris sekental susu.

mewawas Merapi dan Merbabu, Dari Magelang, keduanya terlihat jelas. Merapi kentut putih, Merbabu menghijau ranum.

sesat di jalan lingkar Salatiga (yang belum jadi-jadi), Lama amat yak? Lumayanlah buat trek-trekan sementara. Mungkin kompatibel juga buat balap seret mobil.

dua butir apel di pinggir lapangan sepakbola Satya Wacana, Bersama Rantonov Ranto Iyo dan Indra Yohanes Membunuh bicara romantisme jaman dulu. Obrolan tiada guna sih. Tapi lumayanlah bisa mabok siang-siang. Haha!

tedung di kos. Bokongku mlocot, Sam!