Aku Mau Pamer," kata Dobleh, memberi saran buat posting artikel ini. Tapi percuma kalau pamer hanya segini. Ini cuma praktik manajemen informas"/>

Dari Benci Jadi Cinta

Solopos
Salatiga Raya
Edisi : 10/3/2008, Hal.I (link)

satria-closeupNama lengkapnya Satria Anandita Nonoputra, laki-laki kelahiran Semarang September 20 tahun lalu. Sejak Satria berumur dua tahun, keluarganya pindah ke Surabaya kota yang panas itu. Setelah lulus SMA Kristen Petra 5, Satria melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Siapa sangka laki-laki berperawakan tinggi tegap yang saat ini memegang posisi sebagai Pemimpin Redaksi Scientiarum (Salah satu lembaga pers) UKSW itu pada mulanya tak suka dengan wartawan. Semasa kecil, Satria menganggap wartawan adalah peran kacangan–tak prestisius.

Dalam pandangan lain wartawan digambarkan sebagai orang yang selalu ingin tahu atau ikut campur urusan orang lain tanpa tujuan jelas — atau tujuan yang semata-mata untuk kepentingannya pribadi atau perusahaan persnya.

Namun setelah menempuh studi di UKSW tanpa sadar Satria justru mulai tertarik menulis. Dia menulis untuk mengungkapkan gagasan juga perasaan. Satria berkesempatan berkenalan dengan para pekerja pers mahasiswa. Pada Oktober 2007 Satria bergabung dengan Scientiarum. Namanya diambil dari bahasa Latin yang berarti “persekutuan ilmiah.” Dalam sebuah rapat Satria ditunjuk sebagai Pemred Scientiarum. Saat itu dia tercatat sebagai anggota Scientiarum termuda.

Selain aktif di Scientiarum, Satria juga aktif di Satya Wacana Business Technology Center (inkubator bisnis milik Fakultas Teknologi Informasi UKSW) serta proyek pemberdayaan masyarakat bareng British Council. Dengan berbagai pertimbangan, Satria memelopori penggunaan format media elektronik juga lebih fleksibel berupa situs web. Dengan cara ini jangkauan pembaca Scientiarum diperkirakan lebih luas. Singkat cerita, Scientiarum akhirnya membangun Scientiarum.com sebagai portal berita online-nya.

Selama kepemimpinan Satria di Scientiarum ada banyak kendala yang mesti mendapat perhatian kami bersama. Bersyukur semua kendala berhasil dia selesaikan dengan baik. Bagi Satria, memimpin redaksi Scientiarum sama saja dengan berkorban. Sebagai wartawan mahasiswa yang masih muda, dia lebih suka turun ke lapangan untuk melakukan reportase langsung. Dia mengaku butuh banyak waktu reportase untuk berlatih reportase, reportase dan sekali lagi reportase. Menurut Satria baca buku dan diskusi saja tak cukup. Dia ingin tetap setia pada jurnalisme, karena dengan jurnalisme yang baik, dipercaya, mutu masyarakat juga akan jadi baik. – kur

8 Comments

  1. Cieeeee….terkenal nie yeeee. Wah, kalo aku jalan sama kamu ntar ikut terkenal jadi gak enak donk aku Sat…Hahahaha.>>>

  2. tambah lemu ae Bro?
    hehe..

  3. Eva yang baik,

    Berat badanku sekarang sekitar 85 kilo, naik sekitar 10 kilo dari aku yang SMA dulu. Salatiga emang ajib! :D

  4. hweee….
    gilaaaa…
    kamu ngapain ae?
    jadi sekarang ada kantung tambahan ga di perutmu?
    hehehehe.. :)
    wah2..
    ya ga apa2 c..
    asal gemuknya membawa berkah ajah..
    hehehe…

  5. Aku?

    Makan, tidur, makan, tidur, makan, tidur ….

    Melar jadinya. :lol:

  6. ihihihihihi…ngeri deh….

  7. Sik…sik…Ngguyu sik…
    hehehehehehe…

    Harusnya ditambahi tuh:

    Dan sekarang Satria yang terkenal itu pergi meninggalkan ruang pertapaannya menuju ke negeri antah berantah dimana tak seorang pun tahu…

    Mesti apik buanget kuwi…
    Dasar ex-pertapa Scientiarum

Trackbacks

  1. [...] 2008, aku cek situs web Solopos. Aku menemukan artikel tentang profilku ditulis dengan judul “Dari benci jadi cinta“. Nama lengkapnya Satria Anandita Nonoputra, laki-laki kelahiran Semarang September 20 tahun [...]

Leave a Comment




  • Recently Written

    • Mendidik Manusia - Tentu berbeda dari mendidik kambing. Kambing bukan manusia dan manusia bukan kambing, dan sebangsanya.
    • Kreativitas Bertanggungjawab - Kalau manusia destruktif terhadap alam, itu artinya manusia sudah destruktif terhadap dirinya sendiri.
    • Kurikulum Berbasis Ketakutan - Apa gunanya punya gelar sarjana kalau dapatnya cuma gara-gara takut nggak bisa kerja? Apa gunanya...