Dimana Hatimu Berada

Hari ini saya ingat seekor panda bernama Po pernah terbang ke langit di siang bolong sambil berseru, “I love kung fuuuuuuuuuu..” sampai nafasnya habis.

Itu seruan yang mudah dicap pandir oleh banyak orang. Bagaimana tidak? Panda satu itu menyerukan hasrat terdalamnya di puncak langit bukan karena ia jago kung fu yang bisa terbang. Hanya karena ingin melompati tembok Istana Giok, ia menumpang sebuah kursi yang dipasangi mercon dan kebodohan. Begitu sampai di langit mercon meledak buyar, membakar habis kayu kursi sehingga Po terbang bebas seperti batu, terjun dan jatuh tepat di tengah-tengah pusat hajatan kung fu sakral yang setengah mati ingin ditontonnya.

Itu adegan favorit saya dari film Kung Fu Panda. Bukan saat jatuhnya, melainkan saat si panda terbang tanpa perhitungan dan menyatakan cintanya pada kung fu secara terbuka di hadapan langit. Mungkin kemudian langit mendengar, dan merestui, sehingga Po dikirim kembali ke bumi untuk menjadi Pendekar Naga, meski harus dengan cara jatuh konyol di muka umum sebagai awalnya.

Saya pun ingin menyatakan cinta saya pada menulis seperti panda jelata Po pada kung fu. Terbang ke angkasa. Cetar membahana. Menyerukan ungkapan cinta sampai putus nafasnya.

Saya tahu bahwa selama ini beberapa orang sudah tahu saya suka menulis. Tapi saya tidak suka menulis. Saya cinta. Dan hidup tanpa bisa menulis dengan intim sejak meninggalkan Salatiga dua tahun yang lalu, surga-surga pun kehilangan rahmatnya.

Entah bagaimana caranya supaya orang berpikir saya tidak sedang lebay. Mungkin tidak mungkin. Sebaik apapun penjelasannya, yang mengerti perasaan saya dalam menulis hanyalah tulisan-tulisan saya sendiri. Yang tahu arti “revolvita malam tak bertuan” hanyalah saya dan pantai Siung. Selebihnya tak satupun setan yang tahu. Yang setan-setan tahu, hari ini saya ingat seekor panda bernama Po, yang pernah terbang ke langit di siang bolong sambil berseru cinta kung fu sampai nafasnya habis. Dan saya kembali menulis. Dengan keintiman sempurna, surga-surga menerima kembali rahmatnya. I love kung fuuuuuuuuuu..