Ekonomi Bukan Hanya Berarti Duit

Kemarin saya terlibat dalam sebuah diskusi di Kampoeng Percik dengan teman-teman lintas fakultas dari universitas saya. Ada yang dari Fakultas Teknik Elektro, Fakultas Bahasa dan Sastra, dan Fakultas Pertanian. Saya sendiri dari Fakultas Ekonomi. Waktu itu kita berdiskusi tentang problematika organisasi yang dialami oleh Gerakan Tolak Nuklir (Geton), organisasi yang didirikan oleh para mahasiswa Fakultas Teknik Elektro UKSW untuk melawan pembangunan PLTN di Jepara, Jawa Tengah.

Problematika yang sedang dihadapi Geton salah satunya adalah kesulitan merekrut anggota baru. Mendengar hal ini, sebagai mahasiswa ekonomi, secara otomatis saya lalu menyimpulkan bahwa organisasi ini tidak “menjual.” Ada hal yang menarik ketika saya mengutarakan pendapat saya bahwa organisasi ini tidak “menjual.” Rata-rata rekan diskusi saya di sana menganggap bahwa saya sedang membicarakan tentang bisnis.

Saya (S): I think the main reason of why Geton has a difficulty to recruit member is Geton’s vision itself isn’t clear. At this point, Geton doesn’t have any selling point to be offered to people.

Teman (T): But Geton is not a profit organization.

S: Yes. I didn’t say it as a profit organization, indeed.

T: So, we don’t need to make any selling point because Geton doesn’t try to sell something to people.

S: Hohoho …. Of course, it doesn’t! I don’t mean “selling” here as the regular economic activities like buying and selling between buyer and seller. Word “selling” here means attract people to join with Geton. So, if Geton’s vision itself isn’t clear, Geton has lost the very basic selling point. Why does Geton still expect people to join with “unclear” organization?

T: But for me it is already clear yet.

S: That’s just for you. In fact, until now I still have no ideas about Geton’s vision and mission. All I know about Geton is only it’s goal to refuse nuclear power plantation on Java’s land. But only know the Geton’s goal is still really absurd to make decision to join it. When we talk about “say no to nuclear” organization, there are many organizations outside there which have the same goal. Geton needs to have its own uniqueness. So, when people want to join Geton, they know that in Geton they would get something which can’t be found in other organizations. The uniqueness. That’s what I mean with “selling point.”

Dari penggalan percakapan di atas, sudah jelas bahwa selama ini orang-orang selalu memersepsikan ekonomi sebagai uang, komersialitas, bisnis, dan sebagainya. Apalagi kalau yang ngomong itu orang atau mahasiswa ekonomi. Wah … Ini pasti duit!

Sebenarnya ekonomi bukanlah duit. Definisi ilmu ekonomi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam mengelola (manajemen) sumber daya yang terbatas (langka) untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas. Di dalam definisi ini ada konsep tentang kelangkaan. Kelangkaan itu sendiri merujuk pada sebuah sifat alami dari sumber daya (yang dipakai untuk memuaskan kebutuhan manusia) yang dapat habis suatu saat. Menjadi sebuah hal yang menarik ketika konsep ini dipertemukan dengan kenyataan bahwa kebutuhan manusia ternyata tidak terbatas dan tidak ada habisnya (kecuali kalau manusia itu sendiri mau membatasi dirinya alias tidak serakah).

Dalam penerapannya, ilmu ekonomi mempunyai bidang terapan yang sangat luas. Seperti contoh Geton di atas (organisasi nonprofit), saat itu saya mencoba menganalisa tentang permasalahan Geton menggunakan prinsip-prinsip manajemen (turunan dari ilmu ekonomi). Saya melihat bahwa salah satu prinsip manajemen tidak dilakukan dengan baik oleh Geton, yaitu prinsip planning. Planning untuk hal ini tentu saja meliputi perumusan visi misi organisasi. Tanpa planning yang matang, tentu saja Geton tidak dapat melangkah ke prinsip-prinsip yang berikutnya karena hal itu sama saja dengan berjalan tanpa arah (plan) yang jelas.

3 Comments

  1. Ha! Great post, Diriku! :twisted:

  2. ekonomi emang bukan duit….tapi menyangkut duit…apa seh…ga dong…

  3. Iya, Mbak Kian… Yang saya bilang di sini kan bahwa saya nggak setuju kalo ekonomi itu hanya dipandang semata-mata sebagai duit, duit, dan duit. Ekonomi berbicara tentang pengelolaan sumber daya untuk mencapai produksi.

    Dan di dalam sumber daya itu ada yang namanya sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), kapital (duit), teknologi, dan sebagainya.

    Jadi, ekonomi hanya menyangkut duit? Mosok iyo…

Leave a Comment




  • Recently Written

    • Mendidik Manusia - Tentu berbeda dari mendidik kambing. Kambing bukan manusia dan manusia bukan kambing, dan sebangsanya.
    • Kreativitas Bertanggungjawab - Kalau manusia destruktif terhadap alam, itu artinya manusia sudah destruktif terhadap dirinya sendiri.
    • Kurikulum Berbasis Ketakutan - Apa gunanya punya gelar sarjana kalau dapatnya cuma gara-gara takut nggak bisa kerja? Apa gunanya...