<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Satria Anandita</title>
	<atom:link href="http://satria.anandita.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satria.anandita.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2012 10:12:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Gerilyawati Pemasaran dari Jenderal Sudirman</title>
		<link>http://satria.anandita.net/gerilyawati-pemasaran-dari-jenderal-sudirman</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/gerilyawati-pemasaran-dari-jenderal-sudirman#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 10:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[alumni]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Satya Wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=2337</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oh Yu Ding sedang sibuk sekali. Dalam setahun ia harus melakukan beberapa perjalanan bisnis dari satu negara bagian ke negara bagian yang lain, selama tiga hingga empat bulan. Kalau sedang berkantor di Sparks, Nevada, Yu Ding sudah terbiasa bekerja lembur hingga sekitar jam 8 malam, itu pun masih sering mendadak harus keluar kantor.</p>
<p>&#8220;Kalau mau diikuti, sibuk selalu. Anda pagi, di sini jam 5.14 pm hari Kamis. Awet muda sehari. He he,&#8221; kata Yu Ding saat kami berbincang lewat Yahoo! Messenger pada hari Jumat, 5 Agustus 2011, sekitar jam 7 pagi WIB.</p>
<p>Sebagai direktur pemasaran Master Grade di Amerika Serikat, Yu Ding sedang fokus membangun brand name produk perusahaannya. Master Grade adalah perusahaan manufaktur di bawah kepemilikan Oceda Corporation, produsen perkakas di Nevada dengan pabrik di Taiwan, yang pada tahun 2001 melebarkan bisnisnya dengan memproduksi mesin penajam pisau elektrik.</p>
<p>&#8220;Produk kami terbaik. Tapi masih kalah bersaing dengan Chef&#8217;s Choice karena [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/gerilyawati-pemasaran-dari-jenderal-sudirman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Jam di Kolese de Britto</title>
		<link>http://satria.anandita.net/tiga-jam-di-kolese-de-britto</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/tiga-jam-di-kolese-de-britto#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 06:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[de Britto]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jean-Paul Sartre]]></category>
		<category><![CDATA[Joannes Oei Tik Djoen]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[St. Kartono]]></category>
		<category><![CDATA[Theodorus Sukristiyono]]></category>
		<category><![CDATA[Wawan Setyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Willi Toisuta & Associates]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1396</guid>
		<description><![CDATA[<p></p>
<p>Sebelum libur Lebaran kemarin, saya berkesempatan mengunjungi SMA Kolese de Britto di Yogyakarta. Satu pelajaran yang saya tarik dari komunitas de Britto, dan saya kira bisa berguna bagi kita semua, adalah nilai pendidikan bebasnya. Kenapa? Kita akan lihat kenapa. Semoga paparan ini bisa membantu kita mencapai yang berguna itu. Kalau tidak, ya sudah.</p>
<p>Pertama-tama, saya datang ke de Britto tidak sendirian. Saya menemani belasan kepala sekolah dari Papua yang waktu itu sedang studi banding ke sana. Studi banding ini bagian dari pelatihan kepemimpinan dan manajemen sekolah bertaraf internasional yang ditangani Willi Toisuta and Associates, sebuah kantor konsultan pendidikan di Jakarta.</p>
<p>WTA memilih de Britto sebagai lokasi studi banding karena salah satu SMA favorit di Yogyakarta itu termasuk dalam daftar rintisan sekolah bertaraf internasional versi Kemdiknas. Karena itu, yang ingin mereka pelajari dari de Britto adalah manajemen RSBI-nya. Alasan lainnya lagi, menurut Jeffrie Lempas yang mengetuai panitia pelatihan, tujuan pendidikan de [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/tiga-jam-di-kolese-de-britto/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Terlahir Sebagai Otodidak Abadi</title>
		<link>http://satria.anandita.net/kita-terlahir-sebagai-otodidak-abadi</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/kita-terlahir-sebagai-otodidak-abadi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 17:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1378</guid>
		<description><![CDATA[<p>Asal tahu saja, saya sudah berhenti berpikir bahwa murid sekolahan harus mendapat kebebasan belajar sebebas-bebasnya. Kalau masih mau bebas, lebih baik tidak usah sekolah dan belajar sendiri. Bisa di rumah, di jalan, di hutan, di mana saja. Kapanpun dan dimanapun orang selalu bisa belajar kalau mau. Kalau orangnya sudah tidak mau, dipaksa belajar di sekolah juga percuma. Orang tidak bisa belajar dengan baik kalau dipaksa-paksa.</p>
<p>Seingat saya, saya tidak pernah memaksa orang untuk keluar dari sekolah. Kalau menghasut sih iya, bahkan sering, tapi tidak untuk memaksa. Hobi saya memang menghasut orang ke jalan yang benar. Benar dengan segala argumentasinya. Orang boleh tidak setuju dengan saya dan mengajukan argumentasinya sendiri. Kalau tidak pakai argumentasi, itu namanya ngawur. Ikut-ikutan.</p>
<p>Banyak orang sekolah cuma ikut-ikutan. Ikut perintah orangtua, guru, sodara, bahkan kadang agama juga dibawa-bawa. Tentu saja ikut-ikutan juga merupakan pilihan. Ada orang yang memilih dan cocok jadi pengikut, karena otaknya sudah terlalu [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/kita-terlahir-sebagai-otodidak-abadi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Bilang Sekolah Kita Beradab?</title>
		<link>http://satria.anandita.net/siapa-bilang-sekolah-kita-beradab</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/siapa-bilang-sekolah-kita-beradab#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 09:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1338</guid>
		<description><![CDATA[<p>Saya paling sebel kalau ada orang bilang pelajar Indonesia belum siap untuk kebebasan. Mitos yang selama ini santer diulang-ulang adalah selesaikan dulu sarjanamu, baru kau bebas melakukan apa saja. Kita suka lupa bahwa setelah jadi sarjana, hampir semua orang sudah tidak berdaya. Jangankan jadi agen perubahan, mengemis untuk jadi buruh kompeni saja ditolak di mana-mana. Hihihi.</p>
<p>Sejak lahir manusia itu dikutuk untuk bebas. Puluhan tahun yang lalu Sartre sudah omongkan ini sampai matanya juling. Je suis condamne a etre libre. Aku dikutuk untuk bebas! Manusia dikutuk untuk bebas karena sekali ia dilempar ke dalam dunia terkutuk ini, ia bertanggungjawab atas segala perbuatan dan pilihannya. Termasuk pilihan untuk sekolah atau tidak sekolah.</p>
<p>Yang selama ini dicanangkan pemerintah adalah wajib belajar dan bukan wajib sekolah. Sayangnya dua hal yang berbeda ini jadi rancu karena orang mengira sekolah sama dengan belajar. Dikiranya anak sekolah pasti belajar dan anak belajar pasti nangkring di sekolah. [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/siapa-bilang-sekolah-kita-beradab/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plonco Lagi Sampai Mati</title>
		<link>http://satria.anandita.net/plonco-lagi-sampai-mati</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/plonco-lagi-sampai-mati#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 21:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1319</guid>
		<description><![CDATA[<p>Cakep-cakep begini saya pernah jadi ketua OSIS waktu SMA. Jadi saya tahu bahwa yang namanya perploncoan di sekolah itu tidak ada gunanya. Emang apa gunanya senior pasang tampang serem terus bentak-bentak juniornya? Untuk melatih mental? Mental apa? Mental preman? Preman di Solo saja, saya tahu, kalau ngomong sangat halus dan sopan. Sedikit bicara banyak tikam.</p>
<p>Dan apa gunanya hukuman fisik macam jas-jus dan lari keliling lapangan? Kalau mau bikin fisik kuat-kuat, berikan latihan fisik teratur dan bukan hukuman fisik ngawur. Hukuman fisik itu sudah termasuk kekerasan. Kekerasan hanya berguna diajarkan di sekolah militer karena tentara harus pergi perang bela negara. Ini tidak termasuk tentara Indonesia yang cuma jadi begundalnya Freeport, dan suka nembakin rakyatnya sendiri di Papua.</p>
<p>Tugas bikin atribut aneh-aneh itu juga tidak ada gunanya. Saya sendiri menyesal pernah suruh adik-adik kelas saya pakai yang begituan. Padahal kalau busananya dibebaskan, umumnya dorang bisa tampil cantik, seksi, dan menawan. Satu-satunya [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/plonco-lagi-sampai-mati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merangsang Libido Belajar</title>
		<link>http://satria.anandita.net/merangsang-libido-belajar</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/merangsang-libido-belajar#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 15:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bradley Cooper]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[libido]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[mikroekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[mortido]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[Wimar Witoelar]]></category>
		<category><![CDATA[Zooey Deschanel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1298</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sudah saya katakan bahwa konsep “student-centered learning” itu pemanis bibir belaka. Asli lip service doang. Yang masih berlaku umum di dunia pendidikan kita adalah “teacher-centered learning”. Karena itu tidak usah heran jika ada pakar pendidikan yang omong bahwa mutu dunia pendidikan cuma bisa dibenerin kalau gurunya sudah bener duluan. Sedangkan murid, sekalipun digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan, dalam prakteknya harus terima nasib sebagai pajangan ruang kelas sahaja.</p>
<p>Emang apa yang perlu dibetulkan dari guru Indonesia?</p>
<p>Kita semua tahu bahwa guru di Indonesia umumnya jelek-jelek. Jelek dalam arti harafiah dan kiasan. Berapa banyak guru Indonesia yang cantik? Di kampus saya dulu, fakultas yang paling miskin mahasiswa cantik (selain fakultas teknik yang didominasi cowok) rasanya adalah fakultas keguruan. Hmmm.</p>
<p>Dunia pendidikan butuh lebih banyak guru cantik karena kecantikan itu sedap dipandang. Orang bilang dari mata turun ke hati. Ini bagus buat pendidikan kita yang sudah tidak punya hati. Kalau jadinya dari mata [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/merangsang-libido-belajar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhir Cerita Cinta</title>
		<link>http://satria.anandita.net/akhir-cerita-cinta</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/akhir-cerita-cinta#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 04:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Glenn Fredly]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1265</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dengan lagu Glenn Fredly, yang dulu sering kuputar semasa SMA.</p>
<p>&#8230; sandiwarakah selama ini
setelah sekian lama kita telah bersama &#8230;</p>
<p>Betul, semuanya cuma sandiwara. Seperti hidup juga cuma sandiwara. Why so serious? Dan kita bersama tidak sekian lama. Cuma tiga bulan. Kalau cuma tiga bulan sudah dianggap lama, berarti relativitas Einstein terbukti benar. Relativitas Einstein terbukti benar karena cinta. Mungkin teori itu ditulis saat Einstein jatuh cinta. Itu pasti. Dia ingin menyatakan cintanya lewat bahasa fisika.</p>
<p>&#8230; inikah akhir cerita cinta
yang selalu aku banggakan
di depan mereka &#8230;</p>
<p>Betul, inilah akhirnya. Tidak perlu dibanggakan karena cerita cinta bukan prestasi. Apalagi di depan mereka. Kau bodoh sekali.</p>
<p>&#8230; entah dimana kusembunyikan rasa malu</p>
<p>Nothing you can hide. Di panggung sandiwara semuanya terbuka. Kalau masih punya malu, jangan bermain sandiwara. Sandiwara bukan untuk pemalu.</p>
<p>&#8230; kini harus aku lewati
sepi hariku
tanpa dirimu lagi &#8230;</p>
<p>Lewatilah. Sepi harimu adalah sepi [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/akhir-cerita-cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Cinta Kamu</title>
		<link>http://satria.anandita.net/aku-cinta-kamu</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/aku-cinta-kamu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 07:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Johanes Sudrijanta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sapardi Djoko Damono]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Suryamentaram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[<p>Terdiri dari tiga kata: aku, cinta, dan kamu.</p>
<p>Berarti untuk sungguh-sungguh mengucapkan kalimat &#8220;aku cinta kamu&#8221;, yang perlu orang ketahui pertama kali adalah dirinya sendiri: aku. Cinta dan yang dicintai itu urusan nanti.</p>
<p>Jadi siapakah aku?</p>
<p>Ada cerita. Suatu kali Suryamentaram memanggil bocah bernama Harsono yang hendak pergi ke sekolah. &#8220;Har, peganglah aku. Nanti aku beri uang jajan,&#8221; kata Suryamentaram.</p>
<p>Harsono pun memegang tangan sang filsuf dan Suryamentaram menjawab, &#8220;Itu tanganku.&#8221; Kemudian Harsono memegang kepala. &#8220;Itu kepalaku,&#8221; kata Suryamentaram. Saat Harsono memeluknya Suryamentaram berkata, &#8220;Itu badanku.&#8221; Akhirnya, karena berpikir bahwa yang mengucapkan &#8220;aku&#8221; adalah mulut, Harsono menutup mulut Suryamentaram.</p>
<p>&#8220;I-tu mu-lut-ku.&#8221;</p>
<p>Pagi itu Harsono berangkat sekolah tanpa mengerti maksud Suryamentaram tentang &#8220;aku&#8221;. Aku bukan tanganku, bukan kepalaku, bukan mulutku, bukan pula badanku. Saya coba pikirkan lebih jauh. Mungkin aku adalah keseluruhan diriku. Ini pun saya mentok karena saya tahu aku bukan diriku. Lalu (si)apakah aku?</p>
<p>Mungkin ini ribet, rumit, riwil, [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/aku-cinta-kamu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menutup Pekan Kehidupan</title>
		<link>http://satria.anandita.net/menutup-pekan-kehidupan</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/menutup-pekan-kehidupan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 03:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Budiman]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Chairil Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[Gitanyali]]></category>
		<category><![CDATA[Handoko]]></category>
		<category><![CDATA[hedonisme]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Otto Adi Yulianto]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Yunantyo Adi Setyawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[<p>Apa yang diajarkan sebuah akhir pekan kepada saya?</p>
<p>Kronologi akhir pekan termutakhir saya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Sabtu bangun siang karena malam sebelumnya (hingga pagi) minum anggur sampai bodok, seperti sekarang. Begitu bangun dan cek hape ternyata ada SMS dari Adi Kriting. Isinya ajakan pergi ke Batang. Ke tempat seorang tuan tanah yang terkenal karena mengerahkan puluhan truk petani unjuk rasa ke DPRD Jateng setiap kali panen. Ada apa di sana? Adi menelepon.</p>
<p>Ada kongres petani Batang.</p>
<p>Lalu saya iyakan.</p>
<p>Saya tak tahu kenapa saya iyakan. Pokoknya iyakan. Kepala masih agak melayang. Agak melayang karena yang diminum anggur. Kalau yang diminum arak Solo, pasti kepala mau putus.</p>
<p>Tidak langsung bangun dari kasur. Saya nyalakan laptop dan buka Twitter, lalu latihan flirting dengan tiga perempuan. Setelah itu bangun dan mandi. Berjalan ke halte dan naik bus ke Semarang.</p>
<p>Sampai di Semarang jam setengah lima dan hari beringsut petang. Adi masih di kantor [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/menutup-pekan-kehidupan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunyah Ilmu, Menelan Pengetahuan</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mengunyah-ilmu-menelan-pengetahuan</link>
		<comments>http://satria.anandita.net/mengunyah-ilmu-menelan-pengetahuan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 10:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Mikhail Bakunin]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dulu guru SMA saya sering mengeluh kenapa banyak murid malas belajar. Yang dimaksud belajar di sini adalah mengikuti PBM di kelas, membaca buku paket, dan mengerjakan PR. Padahal kelas kami bagus dengan fasilitas lengkap, buku paket semua terbitan penerbit baik, dan PR yang diberikan rata-rata mudah karena cuma mengulang yang disampaikan saat jam pelajaran. Kenapa kami masih malas?</p>
<p>Dia mengibaratkan ilmu pengetahuan sebagai makanan. Food for thought. Jadi kami, sebagai murid, sebetulnya sudah enak. Tidak perlu repot merancang menu, pergi belanja ke pasar, tidak perlu masak. Semua jenis makanan pikiran sudah terhidang. Kami tinggal makan sampai bodok. Enak, kan? Lantas kenapa kami masih malas makan? Apa perlu disuapi seperti bayi? Asumsi si guru malah lebih dari itu. Dia tanya, apa perlu makanan itu dia kunyahkan dulu baru ditransfer ke mulut murid satu demi satu? Kalau gurunya cantik sih saya mau.</p>
<p>Tapi waktu itu saya tak punya jawaban. Gurunya jelek. Jadi [...]</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://satria.anandita.net/mengunyah-ilmu-menelan-pengetahuan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

