<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Guru Baik Gaji Murid</title>
	<atom:link href="http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str</link>
	<description>I&#039;m going nowhere</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 09:48:58 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: STR</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-412</link>
		<dc:creator>STR</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 06:31:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-412</guid>
		<description>@ Edi Psw: Waktunya perubahan!

@ gempur: Iya, Pak. Pemerintah juga selama ini kurang perhatian terhadap ilmu-ilmu dasar (seperti filsafat), yang notabene adalah akar dari ilmu-ilmu yang lain. Tapi, kalo nunggu pemerintah yang gerak, rasanya juga ndak akan pernah jalan itu. Ada ide?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Edi Psw: Waktunya perubahan!</p>
<p>@ gempur: Iya, Pak. Pemerintah juga selama ini kurang perhatian terhadap ilmu-ilmu dasar (seperti filsafat), yang notabene adalah akar dari ilmu-ilmu yang lain. Tapi, kalo nunggu pemerintah yang gerak, rasanya juga ndak akan pernah jalan itu. Ada ide?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Apakah Tujuan Pendidikan? - Edi Psw&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-422</link>
		<dc:creator>Apakah Tujuan Pendidikan? - Edi Psw&#8217;s Weblog</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 14:37:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-422</guid>
		<description>[...] STR tentang “Guru yang baik adalah guru yang menggaji muridnya : Kuantitas lawan Kualitas” di sini? Pernahkan membaca tulisan Siwi tentang “Sekolah gratis? Emang ada?” di sini?  Dan tentang [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] STR tentang “Guru yang baik adalah guru yang menggaji muridnya : Kuantitas lawan Kualitas” di sini? Pernahkan membaca tulisan Siwi tentang “Sekolah gratis? Emang ada?” di sini?  Dan tentang [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gempur</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-417</link>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 12:52:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-417</guid>
		<description>@STR: saya jadi teringat Nietsche, manusia paling pongah sedunia, terlepas dari hiudpnya yang sepi dan menyakitkan, dia menikmati [mungkin juga terpaksa menikmati] hingga kematian menjemputnya.. ah, kenapa jadi mikir dia yah...

Gini mas! saya juga sepaka dengan sampean, ning ono sing ngganjel, maksud saya, harus ada perhatian dari pemerintah secara serius untuk beberapa jurusan yang sangat murni keilmuan dan vital bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan juga untuk pemerintah, di mana mereka harus menjamin kelangsungan hidup para penuntut ilmunya..

Sehingga, kebutuhan masyarakat akan ilmu itu tetap terjaga dan bagi yang memelajarinya tak khawatir akan kelanjutan hidup mereka di masa mendatang..

Satu hal yang pasti, saya sepakat untuk jurusan yang murni teknis, butuh praktik yang nyambung dengan kebutuhan dunia industri juga bidang ekonomi yang bagi saya untuk saat ini harus bertumpu pada menciptakan lapangan kerja dan bukan mencari kerja..

Sementara itu dulu, nanti disambung lagi..

&lt;em&gt;gempur&#039;s latest post: &lt;a href=&#039;http://aghofur.com/2008/02/02/political-will-untuk-petani/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Political Will untuk Petani?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@STR: saya jadi teringat Nietsche, manusia paling pongah sedunia, terlepas dari hiudpnya yang sepi dan menyakitkan, dia menikmati [mungkin juga terpaksa menikmati] hingga kematian menjemputnya.. ah, kenapa jadi mikir dia yah&#8230;</p>
<p>Gini mas! saya juga sepaka dengan sampean, ning ono sing ngganjel, maksud saya, harus ada perhatian dari pemerintah secara serius untuk beberapa jurusan yang sangat murni keilmuan dan vital bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan juga untuk pemerintah, di mana mereka harus menjamin kelangsungan hidup para penuntut ilmunya..</p>
<p>Sehingga, kebutuhan masyarakat akan ilmu itu tetap terjaga dan bagi yang memelajarinya tak khawatir akan kelanjutan hidup mereka di masa mendatang..</p>
<p>Satu hal yang pasti, saya sepakat untuk jurusan yang murni teknis, butuh praktik yang nyambung dengan kebutuhan dunia industri juga bidang ekonomi yang bagi saya untuk saat ini harus bertumpu pada menciptakan lapangan kerja dan bukan mencari kerja..</p>
<p>Sementara itu dulu, nanti disambung lagi..</p>
<p><em>gempur&#8217;s latest post: <a href='http://aghofur.com/2008/02/02/political-will-untuk-petani/' rel="nofollow">Political Will untuk Petani?</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Edi Psw</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-425</link>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 06:47:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-425</guid>
		<description>Untuk materi-materi yang diajarkan di sekolah biasanya memang kebanyakan teori saja, karena kurikulum yang dijadikan acuan pembelajaran di sekolah selama ini adalah warisan peninggalan belanda dulu. Tak bisa dipungkiri, memang waktu itu bangsa kita tidak bisa membuat kurikulum sendiri.

Alhasil, dari pembelajaran yang penerapannya menggunakan kurikulum yang kebanyakan teori itu, lulusan yang dihasilkan bukanlah tenaga yang benar-benar siap pakai di dunia kerja. Sehingga mereka harus mengikuti kursus di luar sekolah guna menambahkan skill mereka agar menjadi tenaga yang siap pakai.

Namun sekarang sudah mulai nampak ada perubahan. Di beberapa sekolah terutama sekolah tempat saya mengajar sudah menerapkan adanya keseimbangan antara teori dan praktek dalam pembelajaran. Diharapkan para lulusan sekolah tersebut sudah mempunyai bekal, paling tidak punya bekal untuk memasuki dunia kerja.

&lt;em&gt;Edi Psw&#039;s latest post: &lt;a href=&#039;http://edipsw.com/?p=113&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Menyembunyikan Halaman PHP&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk materi-materi yang diajarkan di sekolah biasanya memang kebanyakan teori saja, karena kurikulum yang dijadikan acuan pembelajaran di sekolah selama ini adalah warisan peninggalan belanda dulu. Tak bisa dipungkiri, memang waktu itu bangsa kita tidak bisa membuat kurikulum sendiri.</p>
<p>Alhasil, dari pembelajaran yang penerapannya menggunakan kurikulum yang kebanyakan teori itu, lulusan yang dihasilkan bukanlah tenaga yang benar-benar siap pakai di dunia kerja. Sehingga mereka harus mengikuti kursus di luar sekolah guna menambahkan skill mereka agar menjadi tenaga yang siap pakai.</p>
<p>Namun sekarang sudah mulai nampak ada perubahan. Di beberapa sekolah terutama sekolah tempat saya mengajar sudah menerapkan adanya keseimbangan antara teori dan praktek dalam pembelajaran. Diharapkan para lulusan sekolah tersebut sudah mempunyai bekal, paling tidak punya bekal untuk memasuki dunia kerja.</p>
<p><em>Edi Psw&#8217;s latest post: <a href='http://edipsw.com/?p=113' rel="nofollow">Menyembunyikan Halaman PHP</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Orangmuda.com&#160;&#187;&#160; Catatan Hari Ini: Tumpang Tindih Pembangunan</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-426</link>
		<dc:creator>Orangmuda.com&#160;&#187;&#160; Catatan Hari Ini: Tumpang Tindih Pembangunan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 19:57:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-426</guid>
		<description>[...] Giliran ketiga adalah giliran JT. Dia didaulat untuk menceritakan dan memprofilkan Bistek karena konsep BTC yang ada pada Bistek inilah yang akan dijadikan percontohan nasional oleh Ristek. Apa yang dia sampaikan tidak jauh-jauh dari apa yang pernah saya tuliskan di blog ini beberapa waktu yang lalu. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Giliran ketiga adalah giliran JT. Dia didaulat untuk menceritakan dan memprofilkan Bistek karena konsep BTC yang ada pada Bistek inilah yang akan dijadikan percontohan nasional oleh Ristek. Apa yang dia sampaikan tidak jauh-jauh dari apa yang pernah saya tuliskan di blog ini beberapa waktu yang lalu. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: STR</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-427</link>
		<dc:creator>STR</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 08:01:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-427</guid>
		<description>@ JT: Ya. Tren sekarang adalah membuat, bukan mengikuti!

@ budi: Nice satire, Pak! Salam kenal juga! :D

@ sawali: Iya, Pak. Saya setuju dengan idiom itu. Dan sosok dosen yang saya tulis di sini bukankah sudah mirip dengan shi fu itu? Dosen ini memberi kami ilmu, keterampilan, makan, dan penghargaan. Kurang apa? Bahkan tidak semua orangtua dapat bertindak kepada anaknya sendiri seperti yang telah dilakukan oleh dosen ini buat para mahasiswanya.

@ gempur: Hmm ... Ya, saya sepakat. Tapi tentunya, baik materi dan rohani perlu didudukkan bersama dengan proporsional.

Maslow punya piramida kebutuhan dengan urutan yang terbawah adalah kebutuhan fisiologis (seperti makan dan minum) dan yang teratas adalah kebutuhan aktualisasi diri (yang memberi kepuasan dari sisi rohani dan psikologis). Dan kebutuhan ini harusnya dipenuhi mulai dari yang terbawah dulu, baru sampai pada tingkat atas. Kalau kebutuhan yang di bawah belum terpenuhi, maka pemenuhan kebutuhan di tingkat yang lebih atas akan terasa tidak berguna.

Orang bisa menjadi seorang filsuf besar yang pemikirannya dipuja-puja seluruh dunia, tapi kalau selama hidupnya dia selalu kelaparan, kesepian, dan sebagainya, sudah tentu popularitasnya tidak akan membuat dia begitu senang menjalani hidup.

Saat ini, yang kudunya dicukupi terlebih dahulu dari masyarakat kita adalah kebutuhan fisiologis. Dibantu dulu dari sisi materi, baru diberi sisi rohani. Kita tidak bisa melangkahkan dua kaki secara bersamaan kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ JT: Ya. Tren sekarang adalah membuat, bukan mengikuti!</p>
<p>@ budi: Nice satire, Pak! Salam kenal juga! :D</p>
<p>@ sawali: Iya, Pak. Saya setuju dengan idiom itu. Dan sosok dosen yang saya tulis di sini bukankah sudah mirip dengan shi fu itu? Dosen ini memberi kami ilmu, keterampilan, makan, dan penghargaan. Kurang apa? Bahkan tidak semua orangtua dapat bertindak kepada anaknya sendiri seperti yang telah dilakukan oleh dosen ini buat para mahasiswanya.</p>
<p>@ gempur: Hmm &#8230; Ya, saya sepakat. Tapi tentunya, baik materi dan rohani perlu didudukkan bersama dengan proporsional.</p>
<p>Maslow punya piramida kebutuhan dengan urutan yang terbawah adalah kebutuhan fisiologis (seperti makan dan minum) dan yang teratas adalah kebutuhan aktualisasi diri (yang memberi kepuasan dari sisi rohani dan psikologis). Dan kebutuhan ini harusnya dipenuhi mulai dari yang terbawah dulu, baru sampai pada tingkat atas. Kalau kebutuhan yang di bawah belum terpenuhi, maka pemenuhan kebutuhan di tingkat yang lebih atas akan terasa tidak berguna.</p>
<p>Orang bisa menjadi seorang filsuf besar yang pemikirannya dipuja-puja seluruh dunia, tapi kalau selama hidupnya dia selalu kelaparan, kesepian, dan sebagainya, sudah tentu popularitasnya tidak akan membuat dia begitu senang menjalani hidup.</p>
<p>Saat ini, yang kudunya dicukupi terlebih dahulu dari masyarakat kita adalah kebutuhan fisiologis. Dibantu dulu dari sisi materi, baru diberi sisi rohani. Kita tidak bisa melangkahkan dua kaki secara bersamaan kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gempur</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-413</link>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 06:47:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-413</guid>
		<description>@STR: Memang serba susah.. hehehehehe.. mudah2an tak serba pesimistis.. Era sekarang yang konon katanya peradaban materi, terus-menerus menuntut siapa saja untuk menuangkan apa pun dalam bentuk fisik, yang pada muaranya berujung pada kuantitas pencapaian materi..

Namun, ada satu hal yang perlu saya ingatkan bahwa peradaban ruhani yang pernah dilewati dunia ini, pernah menancapkan kejayannya meski kemudian tereduksi oleh tangan-tangan manusia..

maksud saya, ada pencapaian yang tak selamanya berujung materi di mana di isi oleh kepuasan rohani seperti yang diungkap oleh pak sawali di atas. dan saya juga menegaskan sekali lagi, bukan berarti menafikan materi. Sekadar contoh, ilmu falak/perbintangan, di masa lalu merupakan salah satu cabang ilmu yang diidolakan, dan negara menjaminnya dari infratruktur hingga imbal jasa pada para penuntut ilmunya. Sehingga mreka benar-benar tak perlu memikirkan bagiamana keilmuannya dihargai dan menghasilkan uang bagi siswanya. mengingat hidupnya sudah dijamin. Silakan cek referensi abad pertengahan Islam dan Kristen dalam menghargai ilmu falak/perbintangan..

&lt;em&gt;gempur&#039;s latest post: &lt;a href=&#039;http://aghofur.com/2008/01/29/belajar-memikirkan-petani-sekadar-membantu-ide/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Belajar Memikirkan Petani: Sekadar Membantu Ide&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@STR: Memang serba susah.. hehehehehe.. mudah2an tak serba pesimistis.. Era sekarang yang konon katanya peradaban materi, terus-menerus menuntut siapa saja untuk menuangkan apa pun dalam bentuk fisik, yang pada muaranya berujung pada kuantitas pencapaian materi..</p>
<p>Namun, ada satu hal yang perlu saya ingatkan bahwa peradaban ruhani yang pernah dilewati dunia ini, pernah menancapkan kejayannya meski kemudian tereduksi oleh tangan-tangan manusia..</p>
<p>maksud saya, ada pencapaian yang tak selamanya berujung materi di mana di isi oleh kepuasan rohani seperti yang diungkap oleh pak sawali di atas. dan saya juga menegaskan sekali lagi, bukan berarti menafikan materi. Sekadar contoh, ilmu falak/perbintangan, di masa lalu merupakan salah satu cabang ilmu yang diidolakan, dan negara menjaminnya dari infratruktur hingga imbal jasa pada para penuntut ilmunya. Sehingga mreka benar-benar tak perlu memikirkan bagiamana keilmuannya dihargai dan menghasilkan uang bagi siswanya. mengingat hidupnya sudah dijamin. Silakan cek referensi abad pertengahan Islam dan Kristen dalam menghargai ilmu falak/perbintangan..</p>
<p><em>gempur&#8217;s latest post: <a href='http://aghofur.com/2008/01/29/belajar-memikirkan-petani-sekadar-membantu-ide/' rel="nofollow">Belajar Memikirkan Petani: Sekadar Membantu Ide</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sawali tuhusetya</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-415</link>
		<dc:creator>sawali tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 02:06:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-415</guid>
		<description>hingga saat ini saya masih terkesan dengan idiom klasik cina ttg shi fu (guru yang sekaligus orang tua). sejatinya, guru adalah hamba-hamba kebudayaan yang mengabdik andirinya utk kepentingan kemanusiaan. guru bukan lagi profesi, melainkan status. ketika prpfesi diutamakan, yang muncul kemudian adalah tuntutan ksesejahteraan, saya tidak munafik. guru juga butuh penghasilan yang cukup. namun, idealnya guru harus kembali ke &quot;fitrah&quot;-nya untuk memberikan inspirasi kepada siswanya agar menjadi gerenasi masa depan yng utuh dan mandiri.

&lt;em&gt;sawali tuhusetya&#039;s latest post: &lt;a href=&#039;http://sawali.info/2008/01/05/pindah-rumah-pada-awal-tahun/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pindah Rumah pada Awal Tahun&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hingga saat ini saya masih terkesan dengan idiom klasik cina ttg shi fu (guru yang sekaligus orang tua). sejatinya, guru adalah hamba-hamba kebudayaan yang mengabdik andirinya utk kepentingan kemanusiaan. guru bukan lagi profesi, melainkan status. ketika prpfesi diutamakan, yang muncul kemudian adalah tuntutan ksesejahteraan, saya tidak munafik. guru juga butuh penghasilan yang cukup. namun, idealnya guru harus kembali ke &#8220;fitrah&#8221;-nya untuk memberikan inspirasi kepada siswanya agar menjadi gerenasi masa depan yng utuh dan mandiri.</p>
<p><em>sawali tuhusetya&#8217;s latest post: <a href='http://sawali.info/2008/01/05/pindah-rumah-pada-awal-tahun/' rel="nofollow">Pindah Rumah pada Awal Tahun</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-418</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 19:22:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-418</guid>
		<description>wah, sudah tanpa tanda jasa, harus menggaji murid juga?

hehe, maaf kalimat di atas agak satire. tapi saya setuju sama pendapat sampeyan, mas.
bagaimanapun juga, guru harus mempersiapkan masa depan murid2nya yang akan menempuh zaman yang berbeda dengan zamannya sekarang. (susah kan jadi guru?) eh satire lagi :) salam kenal mas

&lt;em&gt;budi&#039;s latest post: &lt;a href=&#039;http://iniblogbudi.blogspot.com/2008/01/prediksi-bisnis-pasca-sanksi-3-tahun.html&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Prediksi Bisnis Pasca Sanksi 3 Tahun buat Aremania&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, sudah tanpa tanda jasa, harus menggaji murid juga?</p>
<p>hehe, maaf kalimat di atas agak satire. tapi saya setuju sama pendapat sampeyan, mas.<br />
bagaimanapun juga, guru harus mempersiapkan masa depan murid2nya yang akan menempuh zaman yang berbeda dengan zamannya sekarang. (susah kan jadi guru?) eh satire lagi :) salam kenal mas</p>
<p><em>budi&#8217;s latest post: <a href='http://iniblogbudi.blogspot.com/2008/01/prediksi-bisnis-pasca-sanksi-3-tahun.html' rel="nofollow">Prediksi Bisnis Pasca Sanksi 3 Tahun buat Aremania</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JT</title>
		<link>http://satria.anandita.net/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas.str#comment-416</link>
		<dc:creator>JT</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 11:33:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/#comment-416</guid>
		<description>ah STR...sebetulnya yang aku lakukan itu biasa2 aja...tapi karena dengan ketulusan hati, kerja keras dan tentu saja karena support dari kalian semua, maka hasilnya jadi &quot;Luar Biasa&quot; (untuk saat ini sih....). Entah setelah aku &quot;terlempar&quot; nantinya....hehehe... :)

Hmm....saya kok tidak sependapat bahwa sisi entrepreneur hanya milik bidang ilmu tertentu dan saya justru lebih sepakat kalau ada kolaborasi antar bidang ilmu untuk menghasilkan suatu invention dan inovasi... ya.. karena inovasi ini merupakan dasar bagi seorang entrepreneur sejati.!!!

Semua tergantung dari sudut pandang kita bersama, dan dunia telah membuktikan bahwa PEMBUAT PASAR akan lebih hebat dari sekedar PENGIKUT PASAR....!!!!

Inovasi atau sekedar mengikuti???? itu pilihan kita bersama...karena untuk ber-INOVASI...gak mungkin dilakukan tiba2 kayak wangsit turun dari atas...perlu RESEARCH dulu donk...dan tentu saja ini perlu pengorbanan..!!!

Universitas pun telah bergeser, dari sekedar tempat persekutuan ilmiah, menjadi basis riset dan saatnya riset ini yang harusnya menciptakan PASAR...

CREATE ur OWN MARKET...!!!!!!!!!

&lt;em&gt;JT&#039;s latest post: &lt;a href=&#039;http://johantambotoh.net/43/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ampun Deh??.Blog-ku Terbengkalai?!!!&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah STR&#8230;sebetulnya yang aku lakukan itu biasa2 aja&#8230;tapi karena dengan ketulusan hati, kerja keras dan tentu saja karena support dari kalian semua, maka hasilnya jadi &#8220;Luar Biasa&#8221; (untuk saat ini sih&#8230;.). Entah setelah aku &#8220;terlempar&#8221; nantinya&#8230;.hehehe&#8230; :)</p>
<p>Hmm&#8230;.saya kok tidak sependapat bahwa sisi entrepreneur hanya milik bidang ilmu tertentu dan saya justru lebih sepakat kalau ada kolaborasi antar bidang ilmu untuk menghasilkan suatu invention dan inovasi&#8230; ya.. karena inovasi ini merupakan dasar bagi seorang entrepreneur sejati.!!!</p>
<p>Semua tergantung dari sudut pandang kita bersama, dan dunia telah membuktikan bahwa PEMBUAT PASAR akan lebih hebat dari sekedar PENGIKUT PASAR&#8230;.!!!!</p>
<p>Inovasi atau sekedar mengikuti???? itu pilihan kita bersama&#8230;karena untuk ber-INOVASI&#8230;gak mungkin dilakukan tiba2 kayak wangsit turun dari atas&#8230;perlu RESEARCH dulu donk&#8230;dan tentu saja ini perlu pengorbanan..!!!</p>
<p>Universitas pun telah bergeser, dari sekedar tempat persekutuan ilmiah, menjadi basis riset dan saatnya riset ini yang harusnya menciptakan PASAR&#8230;</p>
<p>CREATE ur OWN MARKET&#8230;!!!!!!!!!</p>
<p><em>JT&#8217;s latest post: <a href='http://johantambotoh.net/43/' rel="nofollow">Ampun Deh??.Blog-ku Terbengkalai?!!!</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
