Ini Kesempatan

Akhirnya tiba juga kesempatan itu kemarin. Saya ngobrol empat mata dengan Direktur. Intinya, saya mengutarakan bahwa saya ingin pekerjaan saya di Bistek dan PFPM bisa disinkronkan. Saya melihat, apabila ada sinkronisasi di antara keduanya, maka akan tercipta satu formulasi baru: pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) melalui manajemen pengetahuan dengan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai pendukung.

Setelah tiga bulan bekerja dengan tulisan, saya merasa butuh perkembangan wahana. Saya ingin terjun langsung ke lapangan untuk melihat realita yang ada, lalu mencoba menganalisanya berdasarkan pengetahuan yang telah saya pelajari selama tiga bulan ini. Hanya berkutat di belakang meja dan layar monitor untuk belajar, mencari referensi, dan menulis lama kelamaan membuat saya tidak percaya diri. Tidak percaya diri untuk lanjut menulis karena saya belum benar-benar mempraktekkan apa yang saya tulis selama ini. Dari sisi manajemen pengetahuan, internalisasi yang saya lakukan belum sempurna karena saya baru learning by reading, belum learning by doing. Jadi, pengetahuan saya tentang UKM dan pemberdayaannya lewat TIK belum sepenuhnya “hidup” dan bermanfaat buat orang lain.

Direktur setuju. Saya kemudian kontak Pak Abdil, membuat janji untuk ngobrol hari ini. Pak Abdil adalah semacam koordinator pada Salatiga Consulting, sebuah lembaga konsultan UKM di Kota Salatiga. Kami bertemu, lalu sempat ngobrol banyak siang ini.

Ternyata, selama ini Salatiga Consulting tidak hanya mengurusi UKM di Kota Salatiga, tapi juga UKM-UKM di wilayah Kabupaten Semarang. Saya baru tahu tadi. Pak Abdil bilang bahwa secara administratif, memang ibukota Kabupaten (Semarang) adalah Ungaran, tapi secara de facto, ibukotanya adalah Salatiga. Mungkin benar.

Salatiga memang “dikepung” oleh Kabupaten Semarang. Tidak hanya wilayahnya, tapi juga fasilitasnya. Sebagian besar pelajar SMP dan SMA di Salatiga berasal dari Kabupaten Semarang. Fakta yang lain saya kurang tahu.

Ada beberapa permasalahan UKM yang mencuat dari obrolan tadi. Mulai dari teknologi produksi. Saya pikir ini bisa diatasi dengan penerapan manajemen pengetahuan. Informasi-informasi mengenai cara produksi yang lebih efektif dan efisien mestinya juga tersedia banyak di internet. Untuk masalah pemasaran, kebetulan Pak Abdil sendiri punya pesan khusus agar UKM-UKM tersebut diberi kesempatan dan pemberdayaan di bidang e-trading agar jangkauan pemasarannya bisa lebih jauh dari semula. Saya sendiri punya bayangan tentang portal UKM yang komprehensif untuk promosi dan pemasaran. Portal ini kalau bisa menggunakan platform blog/CMS.

Itu semua baru wacana. Saya juga berkata kepada Pak Abdil bahwa partisipasi saya nanti baru dalam tahap belajar, walaupun resminya adalah profesional (dibayar). Yang jelas, riilnya Senin minggu depan. Saya akan bertandang ke markas Pak Abdil dan melakukan adaptasi terlebih dahulu dengan lingkungan kerja di sana.