Beberapa waktu yang lalu Scientiarum menurunkan sebuah wawancara dengan seorang mahasiswa UKSW yang mengaku dirinya seorang gay. Panggilannya Theo, mahasiswa aktif Program Studi Komunikasi angkatan 2006. Wong Solo ini selain berkuliah, ia juga menjadi aktivis dan pendamping kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di Salatiga. Aktivitasnya diwadahi dalam sebuah yayasan yang disebut sebagai Yayasan Gessang. Aktif melayani kaumnya di masyarakat, Theo juga masih sempat melayani tuhannya di gereja.

Kebetulan waktu itu saya sendiri yang turun tangan menyunting laporan hasil wawancara tersebut karena kedua editor Scientiarum sedang berhalangan. Dari laporan itu saya tahu bahwa di Salatiga ada sekitar 200 orang gay dan separuh dari mereka adalah mahasiswa UKSW. Apa yang kemudian menyergap saya adalah perasaan risih, meskipun saya jamin perasaan ini tidak saya biarkan mendikte ketika saya melakukan penyuntingan.

Saya pribadi menganggap bahwa kerisihan ini wajar. Catatan batin saya tentang seorang gay memang tidak pernah positif. Ketika duduk di bangku SMP, saya pernah menonton sebuah film di Indosiar. Judulnya lupa. Yang masih saya ingat jelas adalah adegan dimana seorang gay meminta maaf kepada temannya yang bukan gay setelah semalam suntuk ia membius dan menjadikan temannya tersebut sebagai obyek seksnya.

Catatan batin yang akhirnya terbentuk dari tontonan itu adalah sosok gay sebagai oknum berbahaya, serigala berbulu domba, hingga penjahat kelamin. Demikianlah saya menjadi sangat risih ketika tersadar bahwa di lingkungan kampus saya yang kecil ini ada populasi gay yang (menurut saya) tidak sedikit. Saya merasa harus senantiasa waspada, pasang alarm, memutar radar, dan siaga menyebarkan SOS kalau-kalau ada seorang gay di sekitar saya. Saya menjadi tertekan tanpa ditekan.

Salatiga ini kota kecil nan damai. Yang saya impikan ketika datang ke sini adalah kenyamanan belajar, belajar, dan belajar. Kehidupan yang berorientasi beda seperti pada kaum LGBT tidak pernah masuk di pikiran saya untuk kota ini. Saya anggap mereka hanya ada di kota-kota metropolis macam Jakarta yang memang sudah semrawut dan amburadul kehidupannya. Saya pikir mereka jauh dari saya. Saya pikir …

Pikiran saya salah!

Saya sempat membahas hasil wawancara ini secara singkat dengan Yosi, wartawan Scientiarum yang mewawancara Theo. Pandangan yang saya lempar adalah pandangan mengenai hakikat seksual laki-laki dan perempuan. Kesempurnaan tidak akan terjadi bila hubungan dilakukan dengan sesama jenis. Sperma dan sperma tidak akan pernah bisa menghasilkan kehidupan, begitu pula pertemuan ovum dan ovum.

Yosi mengatakan bahwa karena itulah mereka patut dikasihani, karena mereka tidak dapat memiliki keturunan. Saya balik berkata bahwa justru karena ada ketidakmampuan (disability) itulah, maka ada yang salah dengan hubungan sejenis. Lantas atas dasar apa hubungan itu dapat diklaim sebagai sesuatu yang benar?

Kendati demikian, pandangan Yosi cukup memoderasi pikiran saya. Kerisihan saya hilang. Jika hubungan sejenis memang tidak benar, jangan jauhi dan diskriminasi mereka. Sebaliknya, berikan pemahaman yang benar.

Kebenaran memang terkait erat dengan relativitas. Erat sekali. Tapi setidaknya, berikan dasar argumen yang jelas. Dalam beberapa perdebatan, saya dicap sebagai fundamentalis karena bersikap demikian. Itu bagus, meski hanya sebagai olok-olok. Lebih baik diolok-olok karena memiliki dasar, daripada dipuja karena mengawang-awang tanpa kejelasan.

Logika saya sendiri terpukul dan melahirkan kebingungan ketika mengetahui bahwa Theo adalah seorang pelayan gereja. Pelayanan ini seolah-olah menjadi justifikasi bahwa keberadaan gay adalah benar di depan Alkitab Kristen. Saya tidak sedang membela, alih-alih menegakkan syariat Alkitab. Saya bukan pengacara. Bukan pula advokat. Yang saya bingungkan adalah kelogisan sikap Theo, dimana ia melayani tuhannya (yang seharusnya) atas dasar Alkitab, namun ia tetap menganggap gay adalah benar di depan Alkitab, padahal tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang membenarkan hubungan sejenis.

Atau jangan-jangan Alkitab yang dulu pernah saya baca itu sudah ketinggalan jaman, dan Alkitab Theo adalah versi terbaru dengan revisi yang memuat pembenaran terhadap hubungan sejenis? Jika memang demikian, saya maklum. Namun faktanya, LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) tidak (atau belum?) memberikan versi yang memuat pembenaran tersebut. Atau jangan-jangan Alkitab Theo juga bukan dari LAI? Atau jangan-jangan Alkitab Theo adalah Alkitab NIV (New International Version), versi Alkitab yang diterbitkan oleh pemilik perusahaan percetakan yang juga mencetak The Satanic Bible (kitab suci Gereja Setan) itu? Inilah yang membuat logika saya terguncang.

Hanya perbedaan penafsiran? Bagaimana mungkin? Penafsiran yang menghasilkan pembenaran terhadap gay akan menjadi terlalu jauh dan tidak tepat apabila didasarkan pada catatan Perjanjian Lama mengenai kemurkaan tuhannya terhadap kota Sodom dan Gomora yang didiami oleh kaum yang “serong jalannya,” yang termasuk di dalamnya adalah para homoseks. Perjanjian Baru pun hanya membenarkan pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Jika lompatan penafsiran yang sedemikian jauh itu dapat terjadi, maka seharusnya ada penjelasan logis yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai terjadinya lompatan itu.

Sekali lagi saya tekankan, saya bukan seorang aktivis gereja (saya bahkan tidak suka dengan gereja) yang sedang berusaha menegakkan syariat Alkitab. Jika memang Alkitab orang Kristen itu sungguh-sungguh benar, ia pasti bisa tegak sendiri. Yang saya kejar di sini hanyalah logika logis, dan bukannya logika hasil pengawuran. Dan logika ini memang saya kejar dari sisi teologis Kristen karena sikap Theo yang membenarkan gay di depan Alkitab adalah sikap teologis Kristen. Seandainya Theo membenarkan gay di depan Tri Pitaka, maka saya pun akan mempertanyakan logikanya dari sisi teologis Buddha.

Saya hanya mempertanyakan. Mengenai ini, Opha pernah berpendapat bahwa jika kita mempertanyakan gay, maka kita mempertanyakan ciptaan-Nya. Dan jika kita mempertanyakan ciptaan-Nya, maka kita mempertanyakan kehendak-Nya. Opha bilang, “Semoga tidak.” Saya bilang, “Harus!” Bukankah semua harus dipertanyakan? Bukankah semua harus digugat, Tuhan sekalipun?

Tuhan yang Sejati semestinya tidak keberatan digugat sekeras apapun karena Ia sama sekali tidak akan kehilangan ketuhanannya setelah digugat. Sebaliknya, tuhan yang keberatan digugat seperti Orde Baru jangan-jangan menyimpan kelemahan. Sedangkan di luar sana ada banyak oknum yang mengaku-aku sebagai Tuhan yang Sejati, maka semua oknum tersebut harus digugat dengan keras agar kita dapat mengenali mana Tuhan yang Sejati dan mana tuhan yang hanya tuhan-tuhanan.

Dalam konteks ini, jika memang sifat gay yang ada pada Theo adalah hasil kreasi tuhan orang Kristen (ini harus dibuktikan dengan menemukan pernyataan Alkitab Kristen yang membenarkan homoseks), padahal di bagian lain Alkitab Kristen juga melarang hubungan sejenis, maka dapat disimpulkan bahwa Alkitab Kristen (representasi tuhan orang Kristen) mengandung kontradiksi yang saling menganulir satu sama lain. Jika demikian adanya, maka sudah semestinya kekristenan ditinggalkan karena kitab sucinya hanya berisi kebohongan dan kontradiksi, demikian pula tuhannya.

Sementara belum ada penjelasan teologis yang logis atas argumen Theo, maka hipotesis sampai di titik ini: Theo hanya berargumen dengan kedok kekristenan, tapi tanpa dasar kekristenan sama sekali.

bagaimanapun kenyataan batin yang kini mereka sandang, mereka juga saudara-saudara kita yang layak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari sesamanya, mas satria. saya kira tidak ada satu pun di antara para penyandang kelainan seks itu meminta, apalagi berdoa kepada Tuhan untuk dijadikan seperti itu.

sawali tuhusetya’s latest post: Pindah Rumah pada Awal Tahun

Mas Satria.., saya teringat dengan filusuf fridrich Hegel,ketika saya membaca tulisanmu diatas. inti yang mengingatkan saya ketika Satria mencoba “menggugat” idea yang jarang (mungkin tidak) tersentuh.
Kontradiksi inilah yang akan membawa kita kepada kebenaran, ketika tesis yang muncul coba di pertentangkan. Dari sisi Theologis pun masih saja kontradiktif adanya. Relevan juga Hegel ketika mencoba mempertemukan pertentangan dengan konsep dialektikanya. Wal-hasil dari sinilah kita akan mendapatkan kebenaran, meski belum hakiki.

Opha’s latest post: ?Manajemen Penjilat? Virus yang Mematikan

wah kenapa kok dihubungkan dengan agama? dia menjadi gay kan bukan karena mengikuti ajaran agama, hanya kebetulan dia seorang gay yang aktif di kegiatan agama. jadi saya rasa tidak ada korelasinya

menurut berbagai sumber, menjadi gay atau lesbian itu yang paling banyak adalah karena faktor psikologis yang kemudian mampu merubah orientasi sexual seseorang

faktor penguatnya adalah lingkungan. ketika seorang gay atau lesbian berada di lingkungan sejenis maka ke-gay-annya akan semakin menguat. demikian juga dengan lesbian

[berdoa: semoga satria gak ketularan]

det’s latest post: Pelacuran anak kian marak

@ det: Kenapa kok dihubungkan sama agama? Ya karena dia sebelumnya mengklaim itu sebagai sesuatu yang benar di hadapan agama. Jadi ya tak kritisi lewat jalur agama. Makanya baca yang bener, Bro.

pertanyaan satu dulu: gerejanya tau kalo theo ini gay?

didut’s latest post: kopdar 3 hari ?..

@ didut: Rasanya tau. Kalau tau kenapa, kalau ndak kenapa.

ehmm..kristen ga mengakui gay kok Sat..saya juga bukan aktivis gereja, tapi kalo soal ini saya tau. Saya simpati dengan Theo, tapi tidak dengan kedok kekristenan dan pembenaran ala agama yang dia pakai..

stey’s latest post: playlist..

Speechless…

bingung mo ngomong apa… tak ada refernsi tentang kehidupan sejenis.. meski rasa itu termoderasi oleh pengalaman sampean, saya terus terang punya respon yng sama.. ah, kok jadi hotam putih begini saya… :-(

wah kasian betul teman mu itu mas!
sudah sesat tambah sesat!

belakangan ini saya sering baca blog ini,
LGBT buat saya tidak digital (0 atau 1), sesuatu yang tidak digital ini membingungkan.
sy setuju dgn det, faktor psikologis adalah penyebab utamanya…salah-satunya bapak /ibu yang tidak menjadi bapak /ibu
kalau komunitas gay ada dan terbentuk untuk “saling melindungi” maka akan jd faktor penguat…
komunitas itu harus ada dan didalamnya ada pendampingan dari orang-orang yg mampu membantu..
kalau mereka2 tidak memilih menjadi seperti itu pasti mereka mau dibantu keluar dari keadaan itu…

Theo bisa mengklaim dirinya benar, mungkin inilah pembenarana dirinya. Bagi Gereja sendiri juga tidak bisa langsung mengadili dan memvonis dis, tapi justru di sinilah gereja menjalankan fungsi dan tugasnya untuk menggembalakan dan membina theo theo untuk kembali kejalan yang benar.
Kita sebagai gereja yang hidup perlu mendoakan theo theo ini supaya mau kembali kepada Tuhan.
Aktivis gereja belum tentu orang yang benar di depan Tuhan.
Banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih.
Banyak orang mengaku mengenal Tuhan dan membuat mujizat dengan mengatas namakan Tuhan, tetapi pada saatnya nanti Tuhan akan mengatakan Aku tidak mengenal kamu.

no no no…
alkitab tidak membenarkan adanya LGBT

joanne’s latest post: nonSTOP !!

hal yang paling rumit memahami fenomena ini ada pada “AD HOMINEM” tersebut…

terkadang kita membenci seseorang karena dia homoseksual, tanpa bisa mendebat alasan dia menjadi homoseksual …

Namun ini juga harus 2 arah, sementara mereka (Kelompok kaum homoseksual) muncul karena merasa diserang secara HOMINEM …

Jadi yang dibutuhkan disini adalah sebuah bentuk diskusi padu menjawab fenomenal ini. Kenapa harus diskusi? karena turunan nya akan sangat banyak dalam aplikasi sosial, hukum misalnya.

Tapi kalo dalam kontruksi kultur, mungkin masih sulit untuk berdiskusi, apalgi sudah menjangkau tataran agama (jika Agama dianggap diluar budaya..)

*btw,.. lama saya ga onani komentar disini :p

kl setahu aku untuk gereja katolik sendiri *sambil inget2 kul ASG* lesbian and gay itu dianggap sebagai kelainan. bukan sesuatu yang benar, tetapi sesuatu yg bisa diterima. mungkin theo menganggap dengan pelayananya dia bisa lebih berguna. that’s better than org yg udah bikin “dosa”,dan tidak melakukan apapun untuk sedikit menebusnya.

kesimpulannya ini sampai pada agama yah?
kenapa ndak ke orangnya yang menafsirkan kitabnya yang salah?

aRuL’s latest post: It?s 24

Sat,coba buka situs christiangays.com or christianlesbian.com…
Aku bukan bermaksud untuk menjustifikasi bahwa “Kristen” mensahkan dalil LGBT lho…

whs’s latest post: RESENSI BUKU : Hubungan Utara-Selatan

wah, awal bacanya si bagus. tapi kok terus sedikit menyerempet ke soal kepercayaan ya? atau saya salah mengartikan? yang pasti menurut saya, hidup itu terdiri dari berbagai pilihan, dan di tiap pilihan mengandung ganjaran (baik/buruk). dan saya rasa si theo ini sudah memilih.meskipun dia tau akan mendapat yang kurang mengenakkan

MAGMA’s latest post: BIROKRASI MEMPERMAINKAN NYAWA

KEPADA SEMUA KOMENTATOR YANG MENANYAKAN SISI AGAMIS DARI POSTING INI

Tolong baca lagi bagian posting saya yang ini!

Yang saya kejar di sini hanyalah logika logis, dan bukannya logika hasil pengawuran. Dan logika ini memang saya kejar dari sisi teologis Kristen karena sikap Theo yang membenarkan gay di depan Alkitab adalah sikap teologis Kristen. Seandainya Theo membenarkan gay di depan Tri Pitaka, maka saya pun akan mempertanyakan logikanya dari sisi teologis Buddha.

OK mas satriya.
aku akui anda terlalu berani untuk memuat berita saya, tanpa sepengetahuan saya. mungkin anda perlu berlajar etika lagi.
saya yakin anda bisa….
saya tidak masalah, tetapi jika masalah ini semakin merembet kemana-mana yang tanggung jawab saya. karena saya akan menjawab semua komment – komment hanya di scientiarum, tidak lebih.
tapi saya salaut dengan keberanian anda.
untuk semua yang memebrikan kommentar, terima kasih atas respon anda. semoga tidak ada Tuhan yang lain selain Tuhan Yesus Kristus di dunia ini. kalau memang Tuhan sudah datang kedua kalinya. saatnya dunia ini untuk kiamat. selamat, berdebat dengan agama. saya tidak akan memberikan komentar. tetapi saya akan membukukan ini semua dalam satu buku berjudul, I`M GAY.
Tunggu buku dan gebrakan saya nantinya. terima kasih..
Tuhan Memberkati…

@ Theo: Ini adalah blog pribadi saya. Saya tidak perlu minta ijin kepada siapapun untuk menulis apapun di sini. Dan ini adalah opini pribadi saya terhadap berita yang ditulis Yosi di Scientiarum.com. Ini bukan berita. Jadi, etika macam apa?

Terima kasih.

*bingung mau ngasih pendapat apa*

Tunggu buku yang akan diterbitkan Theo aja.

Edi Psw’s latest post: Awas! Beredar Telur Asin Palsu

wow,,,heboh bana..”"shyaloom dan selamat paskah All”Maaf numpang nimbrung..
memang saya tidak terlalu mengikuti forum ini, tetapi saya ikut sepotong2 saja kali ya,,jadi tertarik untuk command dan baru ikutan neh,,,Gini ajalah… kalau Saudara Theo membenarkan perilaku sex seperti ini di hadapan Tuhan dan Greja, ya..itu memang salah kali ya,,, tetapi jika berbicara secara manusiawi, Mas Theo bekerja untuk Tuhan dengan segala kekurangannya ya SooGOODLAH, dan salud buat Mas Theo, teruskan Pengorbananmu mas untuk berbuat baik buat semua” Greja maupun masyarakat.”Seseorang yang paling hina di hadapan Manusia belum tentu paling hina dihadapan TUHAN”PercayalahMas Theo karena” SEMUA YANG PERCAYA AKAN SELAMAT”dan saya bukan mengiklankan lhoo.. karena saya senasib dengan mas Theo , Sabar dan Tabah ajalah serahkan semuanya padaNYA. Thanks somuch,

23. putri nehh
19/04/2008 10:23 pm

yang pasti sihh gay itu SALAH bgt dan harus DILURUSKAN..
kasian kan bagi yg mukanya cakep2, cantik2 trus ada yg naksir dan ternyata dia GA NORMAL…gue pernah ngeliat kk kelas gue waktu masi SMP..guaaaannteeeenngggg bgt..tapi akhirnya gue tau dia GAY..mati dehhh..hiiyy!!
tattuuttt..
dia pernah naksir sm cwok juga..ya cwok itu langsung ngibrit lahh..hahahaaa..
dan gk ada agama yg membenarkan jalan hidup sperti itu..
kmrn2 aja Sri Paus dateng ke America kan trus tidak membenarkan GAY, LESBIAN AND BISEX..dan kaum sperti itu ktanya sedih. Mreka bilang, “sharusnya Sri Paus menjadi Bapa dan Gembala bagi semua umatnya” tapi wong umatnya ga bener gitu masa mo dibelain..ya gakk?!?!

siapa yang bilang bahwa orientasi seksual tidak ada hubungannya dengan religiusitas seseorang? saya lagi meneliti hal tersebut. semoga dengan penelitian ini, kita semua dapat berkaca pada hati kita semua. glbt juga sekarang didalam dsm 4(buku diagnostik psikologi) bilang bahwa hal tersebut bukan penyakit kok. mereka gak mau dilahirkan begitu, terus juga banyak penelitian bahwa ada kerusakan genetika pada orang homo maupun biseksual.

Topik ini menggelitik saya untuk menuliskan apa yang terlintas di benak saya saat membaca semua sudut pandang anda.

Gay jelas adalah sesuatu yang salah. Sebagai orang yang mempercayai Tuhan Yesus, saya tidak menganggap diri saya kristen sebagai agama yang mengkotak2kan kepercayaan saya, seandainya orang yang percaya pada Tuhan Yesus disebut sebagai agama islam, hindu atau apapun saya akan tetap mempercayai keyakinan saya, karena di luar Tuhan Yesus tidak ada satu orang pun yang bisa sampai pada Allah Bapa di Surga. Identitas agama tidak akan menyelamatkan kita kan?! Saya percaya ada banyak orang yg hidupnya sangat saleh diluar nama agama kristen, perbedaannya adalah keselamatan kekal bagi mereka yang saya yakini belum ada jaminan beroleh kehidupan kekal. Dan kebetulan alkitab sebagai dasar hidup orang kristen yang dipercaya Theo juga mampu mengakomodir kehidupannya sebagai gay.
Bicara kristen adalah bicara umat yang penuh dengan cinta kasih sejati, tidak pura-pura dan pamrih. Kami menerima semua orang yang telah jauh dari jalan Tuhan, GLBT, pembunuh, pemerkosa, pezinah, OHIDA, dsb, justru karena merekalah tugas kami melayani mereka kembali kepada jalan TUhan. Saudara Theo apakah menyatakan bahwa kristen melegalkan GLBT dan membawa ayat2 alkitab sebagai dasarnya? Kalau YA, ini tidak benar, kasarnya:sesat. Tidak ada yg membenarkan hal ini di agama manapun, saya percaya hal ini. Kalau TIDAK, berarti Theo sudah benar menjalankan hidupnya dengan fungsinya sebagai orang Kristen untuk melayani kaum yang kebetulan senasib dengan dia, tetapi melayani untuk membawa pengaruh/ dampak untuk kembali ke jalan Tuhan, bilamana saudara Theo tetap melayani dan memproklamirkan anda gay, lalu pertanyaan saya apakah pelayanan itu akan menjadi berkat bagi orang lain, Ingat kita melayani Tuhan di gereja atau dimanapun adalah untuk membawa terang Tuhan Yesus pada orang lain.
Tuhan Yesus datang kedunia mati di salib bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa seperti saya dan saudara pembaca sekalian. Penebusan ‘DIA’ sebagai anak Allah membayar dan menebus dosa manusia dengan darah yang mahal, bukan dengan emas perak. Jadi marilah kita mengerjakan kehidupan kita dengan ada dalam rencana Tuhan.
God bless u all.

Apakah anda pernah benar2 membuka Alkitab orang kristen dan membaca isinya?
Apakah anda menemukan satu ayat pun yang mengatakan bahwa homoseksual dibenarkan?
Jika anda belum membaca Alkitab, jangan berpendapat.
Jika anda sudah membaca Alkitab dan menemukan ayat tersebut, beritahu saya. Karena selama 17 tahun saya ada, saya tidak menemukan ayat itu. DAn bagi anda yang membaca alkitab dan salah menginterpretasikan homoseksual ada sejak dulu dalam kisah sodom & gomora, harap mencari makna lain dibalik kesaksian itu.

Logika dan iman kadang-kadang tidak bisa sejalan karena iman adalah “faith”, antara pribadi dangan Tuhan. Jangan sok menghakimi iman seseorang.
LGBT adalah manusia juga, jangan hakimi mereka. Kalau ada yang tidak pernah melakukan dosa, monggo, silakan menghakimi.

AAAhhHhHhhH………….

BINGUNG, Jangan disangkutkan dengan agama donk, smua pasti gak mau kalau dilahirkan sperti itu, jadi mereka kayak gitu juga dari yang diatas,
so perhatikan mereka,

SEBELUM NGOMENTARIN KAUM LGBT
NGACALAH
DAH BENER LOM HDUP LW??
EMANK LGBT NTU MNYIMPANG TP BANYAK TOH YG SUKSES
BUKA MATA LEBAR”
PERLUAS PERGAULAN

mmm…menarik juga kebetulan saya mencari bahan presentasi mata kuliah ETHICS mengenai hal ini.
saya rasa permasalahan ini karena lingkungan atau asal orang tersebut.
dan mungkin tidak ada Agama manapun yang meng-iyakan penyimpangan ini, masalahnya apa penyimpangan ini bisa menular keOrang lain?
xample: kalau ada satu cowk dalam kupulan cewk2 (bersama kemana2), yang notabene cewek akan menggoda cowk2 dsb wajarnya cewk. apakah siCowk ini (dalam kumpulan cewk) bisa menjadi suka sama cowk karena kebiasaan?

31. boysaragih
19/12/2009 01:46 am

alkitab jelas melarang gay dalam kitab imamat 20:13. “bila seorang laki-laki tidur tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” versi NKJV ” if a man lies with a male as he lies with a woman, both of them have committed an abomination. they shall surely be put to death. their blood shall be upon them.” gbu

32. Nardo Titik
28/12/2009 01:15 am

wuihhhhhhhh…….

sy menarik nafas yang panjang n cukup bedebar saat membaca posting ini, sangat menarik dan saya yakin ini tak kan berakhir dan terselesai hingga sampai benar-benar menemukan solusi yang baik dan takkan pernah menemukan solusinya. karena pada hakekatnya semua teman2 mamandang dari sudut pandang mata dan logika anda, tapi seandainya bisa juga belajar memandang dari sudut padang mereka yang bisa di bilang “sakit” ( maaf kalimat sakit, krn ini memang harus dikatakan demikan agar bisa ada dan benar2 menemukan obat yang tepat dalam penyembuhannya, walopun saya sadar menurut pandangan saya bahwa ini tak kan bisa di sembuhkan hanya saja bisa di redam agar tidak terlalu menyimpang dan larut kedalam dunia spt ini) dan kesembuhan yang nyata di dunia ini HANYA 2 Meter Kain Kafan putih, dan penantian terakhir di LIANG LAHAT hehehehe piss ya bro :) ( Kita bertemu di neraka hohohohoho).

cos banyak yang berkata, “SAPA SIH YANG MAU DI LAHIRKAN DAN DI TAKDIRKAN SEPERTI INI, bahkan logikan dan keyakinan hati saya sempat terpikir PASTI IBU DAN AYAHKU MAU MENGANTIKAN POSISI NYA DI SURGA KE NERAKA ASALKAN ANAKNYA TIDAK SAKIT SPT INI tp mungkinkah ??????

Saya akui saya Gay, Homo atau apalah menurut depinisi di kacamata anda saat melihat argumen saya ini, tp gay nya saya hanya sebatas dunia maya, dunia yang dimana tempat pelampiasan penyaluran sisi “sakit” saya, krn lagi dan lagi saya akui saya telah memilih pilihan yang salah, n hanya lewat jalur ini saya pun beranikan untuj BERTERIAK siapa saya. I’M GAY… ya ya ya Saya seorang HOMO yang ntah apakah anda Cibirkan or kasihani. tapi semua ga penting. karena anda punya pilihan untuk melakukan kehendak sikap yang anda mau…..

Saya akui pilihan ini SALAH dan AKAN TETAP SALAH, anda bicara dari sudut budaya, agama, dan sebagainya, dimana itu semua ada karena logika si manusia yang beragama, karena agama hanya di peruntukan untuk mereka-mereka yang mau dan memiliki LOGIKA…. n sekarang logika saya lagi melenceng hahahaha jadi saya punya agama ga ya ?hhhhhhhhh hmmmmmmmmm ( heheheh biar ga terlalu serius bro )

jadi hakikatnya hai TEMAN-TEMAN GAY, HOMO, BISEKSUAL N TRANSGENDER, saya dan anda adalah orang yang telah memilih yang salah dan mereka pun yang menilai kita bukan lah orang yang 100% adalah benar…

akhir kata saya hanya mengajak teman-teman dapat bersikap bijak dalam memandang ini, karena saya atau sebagian dari kita ini membutuh seseorang yang bijak dalam menegur, menyapa, menginggatkan dan mengajak kami ke yang LEBIH BAIK, bukan hanya sekedar ………………………………………………………………………… ( anda isi titik-titik tersebut ya )

piss ahhhh wa cuman blajar beropini aja, mumpung di dunia maya heheheh

ckckck
koq aq mlh ngerasa kalian ngomongonin gay, lesbian dan transgnder seolah-olah mereka tuh orang yang gak boleh beragama ya?
Nggak salah kan kalo mereka2 tu pelayanan juga
Yg salah tuh kalo mereka membenarkan gay, lesbian, dll d hadapan Tuhan
Cuma, siapa sih yang minta mereka jdi seperti itu?
Aq yakin mereka juga nggak minta
Apa enaknya sih jadi kaya mereka?
Dikucilin,dihina,nggak diterima, bahkan mungkin oleh keluarganya sendiri juga dicemooh
Aq salut sama Theo yang berani membuka diri
Tapi sebaiknya kamu sadar, bahwa teori pembenaran kamu terhadap gay, dll adalah salah di mata Tuhan
Alkitab nggak pernah membenarkan itu
Kalau kmu pelayanan memang murni untuk Tuhan, aku yakin Tuhan terima kok, nggak akan mempertimbangkan kamu gay dsb
Tapi kalo kamu pake itu sbg kedok, brti kamu main2 sama Tuhan
ati2 aja bro
Hehehe

Aq lebih suka memperlakukan org2 sprti Theo sama dengan orang normal pada umumnya
Mereka toh juga manusia, mereka layak dicintai dan mencintai
Hak asasi kan?
Mereka salah menurut agama, agama nggak membenarkan, tapi agama MENERIMA mereka
So, kenapa kita enggak?

34. tiktik
07/03/2010 08:43 pm

wlpun aku bukan kristen/katholik, tp menurutku setiap agama adalah benar, karena selalu mengajarkan kebenaran. pelaku GLBT adalah orang2 yg sesat, karena itu mereka perlu diluruskan. tetap menjadi pelaku GLBT seiring dengan aktivitas beribadah,itu tidak masuk akal. Bgmnpun, didalam agama kita selalu diajarkan menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan, itu sdh ckp jelas dijadikan dasar spy manusia tidak menjadi munafik, disisi lain mengerjakan dosa, disisi yg lain memohon ampunan saat beribadah. penelitian tbaru di bdg psikologi mengenai GLBT yg kmgkn bkaitan dgn kerusakan genetika si pelaku, PERINGATAN! ilmu apapun yang menghasilkan pengetahuan baru yang dibuat oleh manusia, 100% tidak bisa diyakini kebenarannya. Ilmu yang 100% bs diyakini kebenarannya adalah Ilmu Tuhan, dan itu sudah terkandung dalam kitab agama masing2, yang pastinya bukan kitab buatan manusia.

Post a comment