Siang ini mereka bertemu lagi. Si bocah membawa serta hatinya, dan gadis itu membawa perempuan yang telah membuat si bocah jatuh cinta. Mereka bertemu di ruang tengah sebuah gedung, yang atapnya meneruskan terang siang, namun meredam panas.
Si bocah lebih banyak diam, duduk, menyalin film pemberian si gadis ke dalam memori laptopnya. Sedangkan gadis itu berjalan kesana-kemari, mengurus ini dan itu, sambil sesekali menghampiri si bocah untuk lihat progress penyalinan dan bicara beberapa kata, yang si bocah jawab seadanya. Bocah itu tak sependiam ini biasanya, mungkin dia canggung bertemu pujaan hatinya.
Akhirnya, gadis itu duduk juga. Urusannya telah selesai. Dia duduk di samping kiri si bocah, dan mereka mulai obrolan dari film itu, penulisan skripsi si gadis, dan lain sebagainya. Gadis itu mendominasi obrolan dengan cerita-ceritanya, dan si bocah, yang lebih muda setahun, lebih banyak diam mendengar. Si bocah ingin menghabiskan siang ini seperti sebuah malam dalam film August Rush, dimana Louis memandangi Lyla untuk pertama kalinya. Si bocah sadar jerawat gadis itu makin banyak, tapi matanya, suaranya, senyumnya … semua jadi lengkap dengan keluwesan si gadis bercerita. Inilah perempuan yang telah membuat si bocah jatuh cinta saat purnama Juni tahun lalu tiba. Hanya saja, kali ini dalam versi yang lebih dewasa.
Siang ini, mereka berpisah tanpa kata. Si bocah mengunjungi ruang kantor bawah tanah tempat dia dulu sekali bekerja, sementara gadis itu menuju pusat pustaka. Namun sesuatu mempertemukan mereka lagi di depan sebuah swalayan, dan, sesaat kemudian setelah perpisahan yang kedua, di depan sebuah taman. Kebetulan yang menyenangkan, pikir si bocah. Tapi Oogway dan Shifu berbisik, tak ada yang kebetulan.
“Maktub,” tambah sang alkemis.
Mereka pulang bersama. Dan setelah perpisahan yang ketiga hari ini, si bocah mengirim pesan, meminta waktu lebih lama untuk pertemuan di lain hari, karena dia ingin mendengar cerita si gadis lebih banyak, dan memandangi gadis itu lebih lama.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Duis placerat turpis quis mi mollis imperdiet. Integer luctus suscipit placerat.
1. DN
12/02/2009 02:07 pmsi bocah = aku
si gadis = temanku
si perempuan = pujaanku
sebuah gedung, yang atapnya meneruskan
terang siang, namun meredam panas = GAP UKSW
2. DN
12/02/2009 02:09 pmaku = bedes keren
3. mey
12/02/2009 06:41 pmBellatrix Banget!!!!!!!!
4. Jem
14/02/2009 05:25 pmdan tau apa yang selanjutnya Louis dan Lyla lakukan ketika pertemuan pertama itu…-basa basi- ha-ha-ha
kalau dia yang kamu maksud..aku baru aj ketemu.
tadi dia minta tolong sesuatu ke aku karena lagi sakit. skrg lagi tidur di rumah gadis-ku. :-p
5. STR
14/02/2009 06:43 pmWah, si bocah nggak mikir sampai situ, James. Suer. Bocah itu kan polos banget.
Sakit? Baiklah.