Setiap mahasiswa yang mempelajari manajemen tentu memiliki sejumlah alasan yang menjadi motivasinya dalam menguasai manajemen. Ada yang belajar manajemen karena iseng. Dia sedemikian nganggur, sehingga akhirnya memilih fakultas ekonomi jurusan manajemen sebagai tempatnya menghabiskan waktu luang (dan uang). Ada juga yang karena menuruti kehendak orangtua. Dia belajar di fakultas ekonomi jurusan manajemen karena orangtuanya yang memaksa. Mungkin juga ada yang belajar manajemen karena dia benar-benar memahami pentingnya manajemen untuk kehidupan modern sekarang.
Jika anda adalah mahasiswa yang sedang belajar manajemen, anda ingin jadi mahasiswa yang mana? Jika anda adalah orangtua, anda ingin anak anda jadi mahasiswa yang mana? Jika anda adalah dosen, mana mahasiswa yang lebih anda pilih untuk diajak belajar? Jika anda adalah pemilik perusahaan, mana mahasiswa yang akan lebih anda percaya untuk mengelola perusahaan anda?
Jika memang seorang mahasiswa manajemen tidak memiliki alasan kuat untuk memotivasinya dalam belajar manajemen, maka lebih baik dia keluar dan mencari jurusan lain, jurusan dimana dia lebih memiliki alasan dan motivasi kuat dalam belajar.
Manajemen menjadi sebuah hal yang penting karena ada dua hakikat alami dari dunia ini, yakni kelangkaan sumber daya (resources scarcity) dan tidak terbatasnya kebutuhan manusia (unlimited human needs). Sumber daya yang terbatas harus dikelola dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas itu dengan optimal.
Sebagai contoh sederhana, Satria adalah seorang mahasiswa, buruh sebuah lembaga riset, dan redaktur sebuah lembaga pers. Sebagai mahasiswa, belajar adalah sebuah kebutuhan. Sebagai buruh, bekerja adalah kebutuhannya. Sebagai redaktur, bekerja juga adalah kebutuhan.
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, Satria tentu harus melakukan sejumlah upaya. Dan upaya ini tentu dibatasi dengan sumber daya yang dimiliki olehnya, seperti waktu, tenaga, dan pikiran. Satria harus mengalokasikan sumber-sumber daya yang dimilikinya untuk tiap-tiap kebutuhan yang harus dipenuhi agar dapat terpenuhi dengan optimal. Dengan demikian, manajemen menjadi penting apabila sumber daya yang dimiliki terbatas, sedangkan tujuan yang hendak dicapai ada beberapa dengan target capaian tertentu. Lebih jauh lagi apabila dalam pencapaian target tersebut melibatkan skala prioritas, sejumlah orang, dan lain-lain.
Kehidupan modern yang ditandai dengan semakin bergantungnya kehidupan orang pada organisasi juga mengangkat manajemen sebagai sebuah hal yang penting untuk dipelajari dan dikuasai. Mulai dari membuka mata di pagi hari sampai menutupnya kembali di malam hari, orang-orang senantiasa bergantung pada produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan (organisasi profit).
Ketika bangun tidur, ada orang yang langsung merokok, ada yang langsung makan, ada yang langsung mandi, dan sebagainya. Rokok diproduksi oleh perusahaan rokok. Makanan diproduksi oleh perusahaan makanan. Air untuk mandi juga diproduksi oleh perusahaan air. Jadi, bisa dibayangkan betapa besarnya ketergantungan hidup manusia modern, terutama yang tinggal di kawasan perkotaan, kepada perusahaan/organisasi profit. Jika organisasi di sini dipahami sebagai sekelompok orang yang digerakkan untuk mencapai tujuan tertentu, maka dibutuhkan manajemen dalam pengelolaannya.
Semakin modern dan kompleks kehidupan, di sanalah manajemen semakin memegang peranan penting sebagai pengarah, pengatur, dan pengelola demi terciptanya kehidupan yang sejahtera.
saya setuju dengan yang anda tulis, dan benar semua orang butuh manajemen.
saya rasa mereka-mereka yg “tersesat” harus membaca ini, sehingga segera memperoleh arah.
Saya setuju dengan yang Anda uraikan disini. Artikel yang sangat menarik. Ijinkan saya berbagi dengan teman-teman yang lain. :)
Mungkin Anda tertarik dengan ini, belajar manajemen dengan Edward Cleary. Semoga bermanfaat!
http://snipurl.com/fgx9a
Thanks,
Al
saya sangat setuju dengan anda tapi apakah ekonomi managemen memang benar – benar bermanfaat bagi saya, dan keluarga saya
@ gregorius: saya tidak tahu. pertanyaan itu anda sendiri yang bisa jawab.
em,,,,,,maz saya ms smu kls 3 n insaallah mau ngambil jurusan manajemen di UB
yg saya mau tanyakan
apa saja yg di pelajari oleh jurusan manajemen? cz saya ms bingung n agar saya g salah pilih jurusan
mohon bantuanx thanks
@ denny: coba cari informasi terlebih dahulu tentang jurusan manajemen di UB. apa aja yang dipelajari, apa aja konsentrasinya, bagaimana gaftar alirnya, apa aja matakuliah-matakuliahnya. kalau di kampus saya, jurusan manajemen punya lima konsentrasi: pemasaran, keuangan, sumberdaya manusia, bisnis internasional, dan kewirausahaan. nah, minatmu sendiri cenderung kemana?
thanks maz…..but..
sy ada sedikit masalah…maz…cz di satu sisi saya dlam bidang pelajaran sy lbh condong ke sosiologi kalau di ekonomi sy akui saya ms benyak kekurangan n but di sisi lain..sy ingin mengembangkan toko 2…..keluarga sy…n secara otomatis sy memiliki sedikit memiliki kemampuan yg non formal dalm wirausaha,,,,cz sdh biasa
yg sy tanyakan lagi apakah…paz di jurusan manajemen nanti banyak teorix atau hitunganx..n apakah saya sdh tepat memilih jurusan ini
yhanks maz..
Den, ini pertanyaan yang sebetulnya cuma kamu sendiri yang bisa jawab. Jurusan apa yang tepat buatmu? Pikirkan jawabnya dengan matang, dengan melihat ke dalam dirimu sendiri. Temukan bidang yang betul-betul kamu cintai. Kalau Steve Jobs bilang, you’ve got to find what you love. (baca selengkapnya di sini: http://pus.nedw.org/152/)
Yang perlu diingat, untuk mengembangkan toko, kamu tidak harus selalu kuliah manajemen di fakultas ekonomi. Sebenarnya, kalau kita mau berpikir terbuka, pengembangan toko adalah usaha yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari bidang manajemen bisnis, psikologi, sampai sosiologi, bahkan kalo perlu sampai teologi. Bisnis hanya bisa berjalan baik ketika kegiatan bisnis itu sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya masyarakat. Nah, bagaimana kita bisa tahu kebutuhan dan konteks budaya masyarakat? Tentu dengan kajian-kajian sosial, bukan?
Ini semua tinggal pintar-pintarnya kita menghubung-hubungkan teori yang kita dapat di kelas, dengan realitas di sekitar kita. Dan ya, di jurusan manajemen kamu akan bertemu dengan banyak sekali teori, juga hitungan, apalagi kalau kamu ambil konsentrasi manajemen keuangan dan pemasaran. Studi-studi soal kelayakan bisnis juga melibatkan banyak sekali angka statistika.
Temukan bidang yang kamu cintai.
mas, saya ingin bertanya. saya diterima di UI jurusan manajemen, saya ingin jd pengusaha. konsentrasi apa yg hrs saya ambil?( di UI ada 4 konsentrasi keuangan, Pemasaran,SDM ma operasi)
@ aris: Itu tergantung dari jenis usaha apa yang ingin kamu bangun.
bahas tentang akuntansi juga donk……
aq suka pelajaran ekonomi dari smp….juga suka hafalan, mungkin turunan dari bapak ku yang juga pensiunan pegawai bank, aq suka ngitung uang….pnya usaha juga drmh…..cocok gag masuk akuntansi…?
trims