satria.anandita.net a finish line seeking

06/12/07

Membawa UKSW kembali ke dunia internasional

Works

Satria Anandita Nonoputra
Universitas Kristen Satya Wacana

Masuknya UKSW ke dalam daftar 50 Universitas Menjanjikan di Indonesia, yang dikeluarkan oleh Ditjen Dikti, tentu saja belum cukup untuk membuktikan bahwa UKSW adalah universitas yang benar-benar berkualitas. Selain level pengakuan daftar tersebut yang masih dalam skala nasional, Ditjen Dikti juga tidak pernah memaparkan dengan jelas kronologi penyusunan daftar tersebut beserta kriteria-kriteria yang disertakan sebagai pertimbangan penyusunan, sehingga kebenaran daftar tersebut masih juga dipertentangkan di dalam negeri sendiri.

Kalau mau membuktikan kualitasnya, UKSW sebaiknya mencoba berkompetisi di level internasional dengan mencoba menembus perangkingan universitas yang sudah diakui dunia internasional. Dan berdasarkan hasil observasi saya per 6 Desember 2007, UKSW masih memiliki peluang yang cukup besar untuk bisa berada pada posisi yang cukup terpandang pada pertengahan tahun 2008 nanti, asalkan UKSW mau mulai melakukan sedikit pembenahan sejak bulan Desember 2007 ini.

Webometrics adalah teknik perangkingan universitas yang sudah diakui oleh dunia internasional. Parameter utama dalam perangkingan yang berbasis di Spanyol ini adalah kehidupan suatu universitas secara online melalui situs resmi masing-masing. Sejak tahun 2004, Webometrics telah menganalisa sekitar 13.000 situs resmi universitas-universitas di dunia, lalu memilih 5.000 situs yang terbaik untuk dirangking. Rangking ini selalu diperbarui dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari dan Juli. Situs resmi UKSW telah terindeks dalam daftar 13.000 situs tersebut, namun masih belum dapat menembus posisi 5.000 agar dapat masuk ke dalam rangking.

Ada empat parameter yang dijadikan acuan dalam penentuan peringkat universitas ala Webometrics, yakni visibility (V), size (S), rich files (R), dan scholar (Sc). Keempat parameter ini diformulasikan sebagai berikut:

Webometrics Rank = (4 x V) + (2 x S) + (1 x R) + (1 x Sc)

konstanta 4, 2, dan 1 = bobot parameter
V = jumlah tautan eksternal yang didapatkan situs resmi universitas
S = jumlah halaman yang menyusun situs resmi universitas
R = volume publikasi akademis berformat .pdf, .ps, .ppt, dan .doc yang disediakan situs resmi universitas
Sc = jumlah publikasi akademis dari domain situs resmi universitas yang telah diindeks oleh Google Scholar

Nah, dengan formulasi parameter di atas, kira-kira daya saing universitas-universitas Indonesia sudah sejauh mana? Tercatat ada 14 universitas Indonesia yang berhasil masuk ke dalam 5000 besar (angka di dalam kurung menunjukkan rangking).

  • Gadjah Mada University (939)
  • Institute of Technology Bandung (1046)
  • University of Indonesia (1966)
  • Brawijaya University (2329)
  • Petra Christian University (2546)
  • Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (2946)
  • Bogor Agricultural University (2988)
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (3530)
  • Hasanuddin University (3693)
  • Bina Nusantara University (3873)
  • Gunadarma University (4216)
  • Parahyangan Catholic University (4308)
  • Airlangga University (4407)
  • Duta Wacana Christian University (4504)

Dimana seharusnya UKSW berada? Apa yang harus dilakukan oleh UKSW? Ada beberapa hal yang harus dilakukan kalau UKSW ingin memenangkan persaingan ini. Saya akan membahas satu per satu tentang optimisasi tiap-tiap parameter agar rangking UKSW tidak terpuruk terus menerus di mata internasional.

Platform Blog
Yang pertama sekali perlu dilakukan UKSW adalah mengganti platform situs resminya saat ini dengan platform blog. Kenapa blog? Dengan blog, publikasi situs bisa terotomasi dan mengakomodasi berbagai macam media, mulai dari tulisan, gambar, video, suara (podcast), hingga slideshow ala PowerPoint. Blog juga dapat mengarsipkan konten situs berdasarkan kategori, kata kunci tertentu, dan kronologi waktu. Blog dapat diatur tampilannya dengan sesuka hati, apakah mau dibuat lebih canggih dari yang sekarang, ataukah mau dibuat lebih sederhana, semua bisa dilakukan dengan platform blog. Blog dapat menampung komentar dan mengarsipkannya, sehingga situs UKSW akan menjadi lebih interaktif. Dan yang terpenting, blog mampu melakukan sindikasi dengan situs pihak ketiga dan melakukan sentilan secara otomatis kepada mesin pencari (Google, Yahoo, dan lain-lain), sehingga situs UKSW akan lebih dapat dikenali di internet.

Di balik semua kecanggihannya itu, blog dapat dioperasikan dengan sangat mudah karena memang sifatnya yang user friendly. Dan jika UKSW benar-benar mau melakukan pembenahan, migrasi situs beserta seluruh kontennya ke platform blog dapat dilakukan dalam waktu maksimal 72 jam saja. Software blog yang powerful bisa diunduh dengan gratis di internet. Instalasinya pun dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit! Tidak perlu merasa ragu untuk berpindah platform ke blog. ITB yang begitu prestisius saja menggunakan blog sebagai platform situs resminya.

Optimisasi Parameter S (bobot 2)
Setelah platform blog terpasang, maka yang perlu dilakukan untuk memperbanyak jumlah halaman dalam situs resmi UKSW adalah melakukan publikasi sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin, baik itu dalam bentuk berita, artikel, maupun opini. Setiap publikasi akan menambah jumlah halaman baru pada blog secara otomatis.

Maksud dari penetapan parameter ini adalah supaya para akademisi perguruan tinggi termotivasi untuk produktif menulis dan melakukan publikasi.

Dari hasil observasi saya ke situs UKSW, UGM, dan ITB, frekuensi update situs UKSW belakangan ini tidak kalah dengan kedua situs universitas negeri tersebut. Nampaknya, staf-staf BPHL sedang bersemangat sekali untuk memperbarui konten situs kita. Hal ini merupakan momentum yang perlu dimanfaatkan UKSW untuk menciptakan momentum yang lebih besar lagi. Dorong dan berdayakan para mahasiswa dan dosen untuk mengirimkan artikel-artikel dan opininya secara berkala, untuk mendukung BPHL.

Optimisasi Parameter V (bobot 4)
Parameter ini merupakan parameter dengan bobot paling tinggi dari keempat parameter yang digunakan Webometrics. Di sinilah kepayahan UKSW mulai nampak. Dari data yang saya peroleh, per 6 Desember 2007 situs resmi UKSW hanya mendapatkan tautan eksternal sebanyak 705 buah, sangat jauh dari UKDW yang berada pada urutan paling bawah (1993 buah), apalagi dengan UGM yang berada di urutan paling atas (13.578 buah).

Sebenarnya, angka 705 buah tautan ini cukup mengenaskan bagi situs resmi sebuah institusi sebesar UKSW. Sebagai perbandingan yang lebih ekstrem, situs blog pribadi yang saya kelola sendirian (www.orangmuda.com) mendapatkan tautan eksternal sebanyak 2052 buah saat ini!

Parameter ini sebenarnya ditetapkan agar setiap universitas termotivasi untuk membangun situs resminya secara informatif dan berguna bagi orang lain. Asumsinya, semakin informatif dan berguna suatu situs, maka tautan yang diterima juga akan semakin banyak karena orang akan menjadikan situs tersebut sebagai rujukan untuk mendapatkan informasi di internet.

Jumlah tautan ini bisa diusahakan oleh UKSW dengan melakukan sosialisasi blog kepada para mahasiswa. Jumlah mahasiswa UKSW ada 10.000 lebih. Apabila seperlimanya saja bisa didorong untuk memiliki situs blog pribadi yang ditautkan ke situs UKSW, maka akan ada tambahan tautan sekitar 2.000 buah untuk situs kampus ini. Dan apabila setiap mahasiswa itu menulis di blog masing-masing tentang kegiatan perkuliahannya di kampus minimal sebanyak 5 kali, sambil menyertakan tautan ke situs UKSW, maka akan ada tambahan tautan sebanyak 10.000 buah. Perhitungan ini belum melibatkan seluruh unsur sivitas akademika!

Di kampus-kampus besar macam UGM, ITB, atau ITS, kampus malah memberikan layanan blogging khusus kepada para mahasiswanya karena mereka benar-benar menyadari bahwa peran dan manfaat blog, sebagai wahana menuangkan ide, sangat besar dalam mendukung iklim akademis.

Optimisasi Parameter R (bobot 1)
Parameter ini diberikan agar universitas lebih banyak membagi dokumen-dokumennya kepada masyarakat umum, agar akses pengetahuan dapat diperluas. Meskipun parameter ini hanya berbobot satu, tidak ada salahnya untuk tetap mengusahakan optimisasinya seoptimal mungkin.

Optimisasinya dapat dilakukan dengan menyediakan versi .pdf, .ps, .ppt, dan .doc dari setiap publikasi yang dimuat di situs agar dapat diunduh oleh masyarakat dengan bebas.

Optimisasi Parameter Sc (bobot 1)
Dari keempat parameter, hanya parameter inilah yang tidak dapat dioptimisasi dalam jangka waktu relatif singkat. Universitas perlu menginisiasi proyek-proyek penelitian terlebih dahulu agar dapat menghasilkan publikasi yang diakui oleh para reviewer di Google Scholar. Umumnya, publikasi berbahasa Inggris lebih diminati daripada yang berbahasa lokal.

Kalau UKSW memiliki banyak dokumen yang belum dipublikasikan secara online, maka itu bisa menjadi bagian dari optimisasi parameter ini. Sudah saatnya memang dokumen-dokumen berharga tersebut di-backup ke dalam versi online lalu disebarkan kepada masyarakat dengan bebas karena masa-masa ini adalah era open content.

Penutup
Sudah saatnya UKSW memperhitungkan teknologi informasi sebagai bagian dari strategi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang lebih berkualitas dan murah. Sendi-sendi teknologi di kampus ini butuh untuk digerakkan agar UKSW mampu berlari lebih kencang mengejar ketertinggalannya dari universitas-universitas lain selama ini.

Tulisan ini sendiri saya buat bukan untuk memacu UKSW sekadar mengejar rangking, tapi lebih kepada peningkatan produktivitas UKSW dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.


2 comments

[...] menembus Webometrics bukanlah hal yang mustahil bagi UKSW. Telah ada 17 universitas Indonesia yang berhasil masuk ke dalam 5.000 besar dengan rentang [...]


[...] menembus Webometrics bukanlah hal yang mustahil bagi UKSW. Telah ada 17 universitas Indonesia yang berhasil masuk ke dalam 5.000 besar dengan rentang [...]


Leave a comment

Berbeda · Semester atau trimester: Kado 51 tahun UKSW