<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mencobai Teori Kebetulan</title>
	<atom:link href="http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str</link>
	<description>I&#039;m going nowhere!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 15:38:53 -0500</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Satria Anandita</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2606</link>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 09:02:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2606</guid>
		<description>@ Rifa: Nggak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Rifa: Nggak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rifa</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2605</link>
		<dc:creator>Rifa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 03:13:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2605</guid>
		<description>sebenarnya apa tuh pengertian teori korespondensi, koheresi sama pragmatis dalam matematika?


tau nggak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya apa tuh pengertian teori korespondensi, koheresi sama pragmatis dalam matematika?</p>
<p>tau nggak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tuhan dan Saya &#8212; Satria Anandita</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2581</link>
		<dc:creator>Tuhan dan Saya &#8212; Satria Anandita</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 03:47:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2581</guid>
		<description>[...] individual. Namun pada relung filosofis yang terdalam, dimana kita sadar bahwa fungsi indra kita amat terbatas dan bisa menyesatkan, Socrates telah berjiwa besar dengan mengakui, “Aku tak tahu [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] individual. Namun pada relung filosofis yang terdalam, dimana kita sadar bahwa fungsi indra kita amat terbatas dan bisa menyesatkan, Socrates telah berjiwa besar dengan mengakui, “Aku tak tahu [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jeffly</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2465</link>
		<dc:creator>jeffly</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 17:45:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2465</guid>
		<description>tulisan yang menarik,, setelah membacanya jadi ingin mengexploitasi lagi tentangi  suatu wacana ataupun suatu kejadian.. Yang benar belum tentu bermanfaat.. yang baik blom tentu benar.
suatu pernyataan teori ataupun pernyataan dari sesorang saya kira tidak perlu menjadikannya sebuah landasan ber-agumen untuk mengajar teori lain,, kecuali kalau sifatnya Aksioma dan human is just muman ( can make mistake). terus berkarya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan yang menarik,, setelah membacanya jadi ingin mengexploitasi lagi tentangi  suatu wacana ataupun suatu kejadian.. Yang benar belum tentu bermanfaat.. yang baik blom tentu benar.<br />
suatu pernyataan teori ataupun pernyataan dari sesorang saya kira tidak perlu menjadikannya sebuah landasan ber-agumen untuk mengajar teori lain,, kecuali kalau sifatnya Aksioma dan human is just muman ( can make mistake). terus berkarya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ebeSS</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2358</link>
		<dc:creator>ebeSS</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 03:18:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2358</guid>
		<description>waktu kuliah aku sempat mengalami kerektoran pak tarno, lalu pak wili . .  
jangankan khitah, visi misi . . . . sampai creative minority pun sangat menggema!
anak sekarang taunya satya wacana kemaren sore ajah . . . . 
sejak tahun 1956 boogg . . . sampai tahun 1995 emang waktu yang singkat?
40 tahun berkat tuhan penuh kasih, sama dengan &#039;masa&#039; musa keleleran di gurun!
maka bukan khitah, visi misi nya yang salah . . . tapi pimpinan yang pinter keblinger!
mumpung akan pemilihan rektor, pilihlah yang faham &#039;takut akan tuhan&#039; . . . 
bukan omong doang, nyatanya tergoda tahta, harta, wanita . . . . ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waktu kuliah aku sempat mengalami kerektoran pak tarno, lalu pak wili . .<br />
jangankan khitah, visi misi . . . . sampai creative minority pun sangat menggema!<br />
anak sekarang taunya satya wacana kemaren sore ajah . . . .<br />
sejak tahun 1956 boogg . . . sampai tahun 1995 emang waktu yang singkat?<br />
40 tahun berkat tuhan penuh kasih, sama dengan &#8216;masa&#8217; musa keleleran di gurun!<br />
maka bukan khitah, visi misi nya yang salah . . . tapi pimpinan yang pinter keblinger!<br />
mumpung akan pemilihan rektor, pilihlah yang faham &#8216;takut akan tuhan&#8217; . . .<br />
bukan omong doang, nyatanya tergoda tahta, harta, wanita . . . . ;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Satria Anandita</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2357</link>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 12:02:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2357</guid>
		<description>@ ebeSS: lha khitah satya wacana apa? setia pada firman tuhan? firman yang mana? tuhan yang mana? saya sendiri masih bingung.

@ C-t: pertemuannya ya tidak ada. memang pertemuan macam bagaimana yang anda maksud? saya cuma bilang mahasiswa satya suka sekali pakai teori konsensus untuk menghakimi sesuatu. padahal logikanya tak bisa seasal begitu saja. ketika seluruh pendekatan telah dipakai pun, manusia masih tak berhak memberi penghakiman. wong yang benar saja masih belum jelas, begitu kok mau bilang ini salah itu salah. begicu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ebeSS: lha khitah satya wacana apa? setia pada firman tuhan? firman yang mana? tuhan yang mana? saya sendiri masih bingung.</p>
<p>@ C-t: pertemuannya ya tidak ada. memang pertemuan macam bagaimana yang anda maksud? saya cuma bilang mahasiswa satya suka sekali pakai teori konsensus untuk menghakimi sesuatu. padahal logikanya tak bisa seasal begitu saja. ketika seluruh pendekatan telah dipakai pun, manusia masih tak berhak memberi penghakiman. wong yang benar saja masih belum jelas, begitu kok mau bilang ini salah itu salah. begicu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: C-t</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2356</link>
		<dc:creator>C-t</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 10:34:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2356</guid>
		<description>penjabaran yang lengkap..
tulisan yang menarik..
Ada pertanyaan dalam diri saya pada saat (selesai) membaca tulisan mas satria..
Mahasiswa uksw dan teori kebenaran pada tulisan anda ini mana titik poin pertemuannya?
Atau hanyalah sebagai kalimat pembuka (mahasiswa uksw).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>penjabaran yang lengkap..<br />
tulisan yang menarik..<br />
Ada pertanyaan dalam diri saya pada saat (selesai) membaca tulisan mas satria..<br />
Mahasiswa uksw dan teori kebenaran pada tulisan anda ini mana titik poin pertemuannya?<br />
Atau hanyalah sebagai kalimat pembuka (mahasiswa uksw).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ebeSS</title>
		<link>http://satria.anandita.net/mencobai-teori-kebetulan.str#comment-2354</link>
		<dc:creator>ebeSS</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 06:46:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=192#comment-2354</guid>
		<description>benernya yang begini nggak perlu pake baca mumet2 sat . . 
klo kita benar2 mensyukuri berkat tuhan selama ini untuk satya wacana
serumit apapun tentu terasa, wajah tuhan mulai berpaling dari satya . . .
adalah tahun 1995, pertanyaan yang sederhana . . . 
siapakah yang telah mensyukuri berkat tuhan ?????
logika sederhana, yang bersyukur orang yang menerima berkat bukan?????
ketidaknalaran yang sederhana, memaksa orang untuk bersyukur!!!!!
mengasihi tuhan sangat sederhana, sampai kapan membiarkan tuhan menunggu ucapan syukur dari satya wacana atas berkat2nya??????????
manajemen sederhana, anggaran blockgrant telah menuhankan dirinya . . . 
wakil tuhan di satya wacana boookkk . . . . . busyet . . , pake sk mana dia?!
kasih dan amarah tuhan yang sederhana, iblis2 kecil ini telah tersingkir dari hadapannya di satya . . . . . kelanjutan yang sederhana, terserah anda . . .  :P
*jangan malu2 meniru nahdatul ulama untuk kembali ke khitah . . . :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benernya yang begini nggak perlu pake baca mumet2 sat . .<br />
klo kita benar2 mensyukuri berkat tuhan selama ini untuk satya wacana<br />
serumit apapun tentu terasa, wajah tuhan mulai berpaling dari satya . . .<br />
adalah tahun 1995, pertanyaan yang sederhana . . .<br />
siapakah yang telah mensyukuri berkat tuhan ?????<br />
logika sederhana, yang bersyukur orang yang menerima berkat bukan?????<br />
ketidaknalaran yang sederhana, memaksa orang untuk bersyukur!!!!!<br />
mengasihi tuhan sangat sederhana, sampai kapan membiarkan tuhan menunggu ucapan syukur dari satya wacana atas berkat2nya??????????<br />
manajemen sederhana, anggaran blockgrant telah menuhankan dirinya . . .<br />
wakil tuhan di satya wacana boookkk . . . . . busyet . . , pake sk mana dia?!<br />
kasih dan amarah tuhan yang sederhana, iblis2 kecil ini telah tersingkir dari hadapannya di satya . . . . . kelanjutan yang sederhana, terserah anda . . .  :P<br />
*jangan malu2 meniru nahdatul ulama untuk kembali ke khitah . . . :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
