Tiga guru datang dari negeri adigang untuk bilang bahwa kecerdasan manusia tidak berseragam karena mereka mengenal lingual juga matematikal juga spasial juga musikal dan kinestesial dan interpersonal serta intrapersonal dan mereka bilang bahwa dia punya kecerdasan lingual karena mampu berpikir dalam bentuk kata dan memakai bahasa untuk menghargai makna kompleks lalu mereka mulai bicara teknik rekayasa sosial penerapan tujuh kecerdasan sehingga dia muak dan marah sehingga dibungkamnya mulut ketiga guru itu dan diikatnya tangan serta kaki mereka lalu dia lari sejauh mungkin menjauhi semua ide rekayasa hingga sampailah dia pada batas terluar peradaban dan dia mulai merasa kesepian karena peradaban yang tersisa memang menghendaki rekayasa sosial dan rekayasa alam berlebihan yang selama ini justru jadi sumber keropos peradaban lalu dia mulai menulis supaya sepi itu hilang karena dia berharap ada orang yang membaca hingga memahami dia dan karena dia menganggap bahwa tulisan adalah kalsium belulang peradaban.