Moody Knowledge Management

Di dalam manajemen pengetahuan, menulis adalah salah satu metode untuk mengeksternalisasi pengetahuan tasit, yang tersimpan di dalam kepala, menjadi pengetahuan eksplisit, yang tertuang di dalam sebuah dokumen, agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain. Tahap eksternalisasi ini penting karena jika tidak dilakukan, maka perputaran spiral pengetahuan akan berhenti, dan secara otomatis pengetahuan juga akan rehat dari perkembangan.

Melakukan eksternalisasi pengetahuan adalah perkara yang gampang-gampang-susah. Biasanya, setiap individu memiliki alasannya sendiri-sendiri untuk perkara “gampang atau susah” tersebut. Untuk individu moody, jadi gampang kalau mood sedang baik dan susah kalau mood sedang jelek. Dan mood kedua inilah yang sedang melanda, sehingga otak serasa beku ketika memaksa diri menulis, seperti sekarang.

Pengaruh mood yang besar terhadap spiral pengetahuan ini kemudian membawa disiplin ilmu manajemen pengetahuan mendekat pada disiplin ilmu psikologi. Psikologi bertugas memberi solusi atas kebuntuan berpikir yang disebabkan oleh buruknya mood. Sedangkan manajemen pengetahuan bertugas mendokumentasikan solusi-solusi psikologis yang diberikan beserta efek-efek samping yang ditimbulkan, untuk kemudian diumpanbalikkan lagi pada psikologi agar dapat memberi solusi yang lebih baik di waktu mendatang.

Biasanya, kalau bertanya pada para psikolog mengenai hal ini, maka mereka akan menanyakan sumber mood jelek tersebut dan menyarankan untuk mengatasinya terlebih dahulu. Nah, sekarang bagaimana caranya untuk mengatasi jika tidak punya waktu? Waktunya diadakan? Tidak bisa. Kasus ini sangat ekstrim, sehingga tidak ada alokasi waktu sama sekali untuk menyelesaikan sumber mood jelek tersebut. Adakah jalan pintas?

16 Comments

  1. jadi, ini masalah Mood, atau masalah Kekurangan Waktu?

    isnuansa’s latest post: Keterwakilan, Bukan Quota

  2. Yo wis, dienggo kepenak ae mas! lek ra sempet buat postingan yo ra popo.. la wong pancen sibuk kok.. saya sendiri kalo pas lagi repot dan sibuk, mesti ninggalin blog… blog penting, kerja utama itu jauh lebih penting.. bukan begitu? hehehehe…

    gempur’s latest post: Dari Penuh Mengosong

  3. Ya itu manusiawi mas STR. Mood atau tidak selalu berada di dua titik ekstrim manusia.
    Persoalan spiral pengetahuan atau Pengetahuan yang dialektis itu, ada sesuatu yang mengusik saya. Akankah spiral pengetahuan itu berhenti (stagnan) ketika pengetahuan tasit itu enggan dieksplisitkan?. Terus bilamana spiral pengetahuan itu akan berhenti berputar?

  4. @ isnuansa: Dua-duanya. Dilema. Piye coba?

    @ gempur: Masalahe dudu postingan tok … Masalahe kerjoan utamaku justru nulis-nulis ngene iki, Pak … Nek gak nulis, gak mangan … Piye coba?

    @ Opha: Ya mestinya gitu, Opha. Spiral pengetahuan itu nggak akan jalan kalo pengetahuan tasit dan eksplisit nggak saling dikonversi dan diputer. Kalo spiral pengetahuan saya sendiri, ia akan berhenti berputar bilamana mood saya jelek dan ndak bisa nulis kaya sekarang.

  5. Aku setuju pendapatmu sat
    tapi aku punya pengalaman buruk dengan psikolog :D

    Niff’s latest post: Yang Muda yang Melawan

  6. menulis ini sesuatu yang cukup baru bagi saya, maturnuwun atas bimbingane Mas saya jadi bisa nulis meski di blog.
    selama ini untuk mengembangkan pengetahuan saya coba berdiskusi & berwacana dengan teman, namun memang menulis butuh suatu ketrampilan lebih

    tomy’s latest post: MERINGKUS TUHAN

  7. Yah sebenarnya moody sendiri juga masuk ke knowledge manage..karena me-manage mood adalah kunci gairah meraih knowledge…
    kunjungi : batjatoelis.wordpress.com

    whs’s latest post: Fenomena Bentrokan Antar Mahasiswa

  8. mood vs waktu dg objektif produktifitas menulis? harus dikondisikan, dipaksa dulu untuk masuk orbit!

    Det’s latest post: Serangan Umum 1 Maret 1949

  9. saya menulis ntu pas mood baik mas juga pas ada waktu..hehehe :D

    pa kabar nya mas ? long time no see…i miss u..

    cempluk’s latest post: Penulis Ayat Ayat Cinta di Kota Cempluk

  10. belajar ikhlas…. salah satu kuncinya :)

    aRuL’s latest post: SPMB dan duit

  11. Waktunya diadakan? Tidak bisa.

    Kalau menurut saya, waktu bisa aja diadakan. Kan nggak mungkin orang itu selamanya sibuk terus. Pasti ada waktu kosong di sela-sela kesibukan tersebut.

    Edi Psw’s latest post: Konser Shaggy Dog di Surabaya

  12. @ Edi Psw: Ya. Mungkin saya aja yang kelewat dramatis.

  13. Turu!
    (alias tidur klisak-klisik)
    adalah jawaban Carik’e tentang ada tidaknya jalan pintas.

    Wahai orangmuda, ulasan sampeyan realistis banget. Menulis itu kan ungkapan pengetahuan/ilmu. Disitulah (*kah?) kenapa ilmu itu dikatakan hidup (./?)

    Ketika orangmuda nulis (mood), pengetahuannya orang muda hidup karena tulisannya dibaca sama Carik’e. Ilmunya orangmuda sampai ke Carik’e, dmk seterusnya pengetahuan yang orangmuda tularkan hidup terus selama pengetahuan itu terus tertularkan seri maupun paralel.

    Ktika orang muda gak nulis (ndhak mood). ilmu/pengetahuannya orang muda lagi e’o’.

    Soal waktu? Kaya’nya hanya hidup yang punya kaitan sama waktu. Yang mati dah gak punya waktu lagi. Ekstrimnya, kalo gak punya waktu berarti mati (*ilmunya lho).

    dhodotes’s latest post: Hasnabillaishya Chernova Jasmine

  14. Weee lha maap. Dari tadi belum kulonuwun.

    …kulonuwun…

    dhodotes’s latest post: Hasnabillaishya Chernova Jasmine

  15. Tampilan bagus buat polaroidnya..
    saya salah satunya pengguna polaroids theme.namun masih baru..
    Nice Reading..
    Salam kenal..
    FIFers

  16. Moody ? Kenapa harus tergantung rangsang atau keadaan ? Bukankah salah satu dalil yang mendukung klaim manusia sebagai mahluk paling cerdas adalah karena punya kemampuan memotivasi diri, bahkan seringkali dalam keadaan yang sangat ekstrim; yang tidak dimiliki mahluk lain, iya kan ?

    Sorry nih aku bukannya berkomentar, tapi malah nanya melulu…soalnya lagi nggak mood presentasi nih hehehe…

    Salam hangat.

    Robert Manurung’s latest post: 12 Juta Anak Indonesia Putus Sekolah

Leave a Comment




  • Recently Written

    • Mendidik Manusia - Tentu berbeda dari mendidik kambing. Kambing bukan manusia dan manusia bukan kambing, dan sebangsanya.
    • Kreativitas Bertanggungjawab - Kalau manusia destruktif terhadap alam, itu artinya manusia sudah destruktif terhadap dirinya sendiri.
    • Kurikulum Berbasis Ketakutan - Apa gunanya punya gelar sarjana kalau dapatnya cuma gara-gara takut nggak bisa kerja? Apa gunanya...