<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Nama Tuhan Satya Wacana</title>
	<atom:link href="http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str</link>
	<description>I&#039;m going nowhere!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 16:32:53 -0500</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Man Manal</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-2845</link>
		<dc:creator>Man Manal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 16:32:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-2845</guid>
		<description>Kalau kita masih mempermasalahkan penggunaan ALLAH sebagai panggilan kepada YANG MAHA KUASA, maka tidak akan ada habis-habisnya.
Bahasa sebenarnya adalah budaya, dimana sekelompok orang dengan menggunakannya akan dapat saling memahami maksudnya. Demikian juga dengan Allah.  
Terkait dengan adanya opini mengenai penggunaan YHWH sebagainama Tuhan umat Kristen, sebenarnya tidak masalah, sebab sebenarnya ALLAH merupakan nama DEWA di Mekkah.
Jadi kalau kita menyimah bahwa itu adalah nama, berarti yang dimaksud adalah DEWA yang di Mekkah. Ini berarti yang mengamininya sebagai nama oknum adalah penyembah DEWA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita masih mempermasalahkan penggunaan ALLAH sebagai panggilan kepada YANG MAHA KUASA, maka tidak akan ada habis-habisnya.<br />
Bahasa sebenarnya adalah budaya, dimana sekelompok orang dengan menggunakannya akan dapat saling memahami maksudnya. Demikian juga dengan Allah.<br />
Terkait dengan adanya opini mengenai penggunaan YHWH sebagainama Tuhan umat Kristen, sebenarnya tidak masalah, sebab sebenarnya ALLAH merupakan nama DEWA di Mekkah.<br />
Jadi kalau kita menyimah bahwa itu adalah nama, berarti yang dimaksud adalah DEWA yang di Mekkah. Ini berarti yang mengamininya sebagai nama oknum adalah penyembah DEWA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yons</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-2360</link>
		<dc:creator>Yons</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 07:48:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-2360</guid>
		<description>Saya dulu seorang muslim yang sangat kuat memegang  doktrin Islam, dan kemudian Tuhan Yesus menjamah saya sehingga saya mengikut Yesus sejak tahun 2000.
Saudara2 ku umat Kristiani, perlu anda fahami bahwa bagi umat Islam adalah  amat sangat penting menyebut nama Tuhan yang mereka sembah dengan benar.
Contoh nama ALLAH harus diucapkan  &quot;AWLOH&quot;. Jadi saya memang  sempat berfikir mengapa orang2 Kristen juga menyembah ALLAH tetapi menyebutnya dengan ucapan &quot;ALAH&quot;. Bagi umat Islam ini sangat dilarang karena dapat dianggap melecehkan nama Tuhan. Sehingga apabila orang2 Nasrani  beranggapan bahwa ALLAH yang mereka sembah adalah sama dengan ALLAH yang disembah oleh saudara2 kita Islam maka anda  bisa dikategorikan melecehkan nama Tuhan bagi umat Islam.
Setelah sekian tahun lamanya  saya mencari dan mencari pengetahuan tentang nama Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta ini, saya 100% sependapat dengan Mas Wit bahwa Yahweh itulah namaNYA sesuai yang tertulis di kitab suci Kristen aslinya.
Bahwa NAMA DIRI tidak dapat diterjemahkan. 

Contoh  : 
Nama saya   Tri Utomo, kemudian karena kehebatan prestasi saya dalam kejuaraan salah satu bidang olah raga serta merta orang  Jakarta memuji muji nama saya dengan  &quot; Hidup Tiga Utama....Hidup Tiga Utama......&quot;  ya semua orang tidak tahu siapa yang bernama &quot;Tiga Utama&quot; itu meskipun Tiga Utama itu berarti Tri Utomo ( bahasa Jawa ), dan yang lebih parah lagi saya tidak mengetahui kalau saya dipuji-puji orang Jakarta itu, pujian mereka tidak  saya rasakan. Bahkan saya malah bergumam  : &quot; Orang2 itu aneh, lha wong saya yang berprestasi  yang dipuji kok orang lain yang bernama &quot;Tiga Utama&quot; itu. Saya malah penasaran kayak apa sih tampang  orang yang bernama &quot;Tiga Utama&quot; itu? mau saya tantang dia!!!
Nah dengan berpegang perumpamaan tersebut diatas saya  menjadi yakin bahwa 
 ALLAH yang disembah oleh saudara kita Islam adalah berbeda dengan  Tuhan  Chalik langit dan bumi  yang diberitakan oleh kitab suci Kristen yang dengan jelas tertulis namaNYA sebagai YHWH.
Kalau Tuhan selalu meminta kita  untuk menyembah, memuji, mengagungkan, memuliakan &quot; namaNYA &quot;  maka apakah kita sudah benar melakukannya?
Bahkan kita malah meminjam nama lain yang tidak ada dalam kitab suci kita, sungguh ini mendukakan DIA.
Kalau ada yang berargumen bahwa  dengan menyebut nama ALLAH  kenyataannya diberkati melimpah, maka perlu  difahami bahwa berkat-berkat duniawi tidak dapat dipakai sebagai tolok ukur  akan kebenaran hubungan dengan Tuhan.  Banyak manusia  hidupnya berlimpah ruah meskipun mereka tidak mengenal Tuhan.
Ok untuk Mas Wit  saya mendukung perjuangan anda meskipun banyak caci maki yang menyakitkan. Kebenaran itu akan tetap menjadi kebenaran.
Tuhan Yesus memberkati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dulu seorang muslim yang sangat kuat memegang  doktrin Islam, dan kemudian Tuhan Yesus menjamah saya sehingga saya mengikut Yesus sejak tahun 2000.<br />
Saudara2 ku umat Kristiani, perlu anda fahami bahwa bagi umat Islam adalah  amat sangat penting menyebut nama Tuhan yang mereka sembah dengan benar.<br />
Contoh nama ALLAH harus diucapkan  &#8220;AWLOH&#8221;. Jadi saya memang  sempat berfikir mengapa orang2 Kristen juga menyembah ALLAH tetapi menyebutnya dengan ucapan &#8220;ALAH&#8221;. Bagi umat Islam ini sangat dilarang karena dapat dianggap melecehkan nama Tuhan. Sehingga apabila orang2 Nasrani  beranggapan bahwa ALLAH yang mereka sembah adalah sama dengan ALLAH yang disembah oleh saudara2 kita Islam maka anda  bisa dikategorikan melecehkan nama Tuhan bagi umat Islam.<br />
Setelah sekian tahun lamanya  saya mencari dan mencari pengetahuan tentang nama Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta ini, saya 100% sependapat dengan Mas Wit bahwa Yahweh itulah namaNYA sesuai yang tertulis di kitab suci Kristen aslinya.<br />
Bahwa NAMA DIRI tidak dapat diterjemahkan. </p>
<p>Contoh  :<br />
Nama saya   Tri Utomo, kemudian karena kehebatan prestasi saya dalam kejuaraan salah satu bidang olah raga serta merta orang  Jakarta memuji muji nama saya dengan  &#8221; Hidup Tiga Utama&#8230;.Hidup Tiga Utama&#8230;&#8230;&#8221;  ya semua orang tidak tahu siapa yang bernama &#8220;Tiga Utama&#8221; itu meskipun Tiga Utama itu berarti Tri Utomo ( bahasa Jawa ), dan yang lebih parah lagi saya tidak mengetahui kalau saya dipuji-puji orang Jakarta itu, pujian mereka tidak  saya rasakan. Bahkan saya malah bergumam  : &#8221; Orang2 itu aneh, lha wong saya yang berprestasi  yang dipuji kok orang lain yang bernama &#8220;Tiga Utama&#8221; itu. Saya malah penasaran kayak apa sih tampang  orang yang bernama &#8220;Tiga Utama&#8221; itu? mau saya tantang dia!!!<br />
Nah dengan berpegang perumpamaan tersebut diatas saya  menjadi yakin bahwa<br />
 ALLAH yang disembah oleh saudara kita Islam adalah berbeda dengan  Tuhan  Chalik langit dan bumi  yang diberitakan oleh kitab suci Kristen yang dengan jelas tertulis namaNYA sebagai YHWH.<br />
Kalau Tuhan selalu meminta kita  untuk menyembah, memuji, mengagungkan, memuliakan &#8221; namaNYA &#8221;  maka apakah kita sudah benar melakukannya?<br />
Bahkan kita malah meminjam nama lain yang tidak ada dalam kitab suci kita, sungguh ini mendukakan DIA.<br />
Kalau ada yang berargumen bahwa  dengan menyebut nama ALLAH  kenyataannya diberkati melimpah, maka perlu  difahami bahwa berkat-berkat duniawi tidak dapat dipakai sebagai tolok ukur  akan kebenaran hubungan dengan Tuhan.  Banyak manusia  hidupnya berlimpah ruah meskipun mereka tidak mengenal Tuhan.<br />
Ok untuk Mas Wit  saya mendukung perjuangan anda meskipun banyak caci maki yang menyakitkan. Kebenaran itu akan tetap menjadi kebenaran.<br />
Tuhan Yesus memberkati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Redtomato</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-2328</link>
		<dc:creator>Redtomato</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 06:57:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-2328</guid>
		<description>Shalom,
Apa yang dikatakan Pdt. Daniel Alexander (seorang missionaris yang mengabdikan hidupnya melayani Tuhan di Papua)?
Simak clipnya .. Gbu.
http://www.youtube.com/watch?v=Zsl2A_KfHgc</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom,<br />
Apa yang dikatakan Pdt. Daniel Alexander (seorang missionaris yang mengabdikan hidupnya melayani Tuhan di Papua)?<br />
Simak clipnya .. Gbu.<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=Zsl2A_KfHgc" rel="nofollow">http://www.youtube.com/watch?v=Zsl2A_KfHgc</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wit</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-1825</link>
		<dc:creator>wit</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 12:52:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-1825</guid>
		<description>@wong jowo (yang benar &quot;Jawa&quot; Mas..)

Persoalannya ada di kata &quot;Allah&quot; itu Mas..
Kalau anda orang Kristen, saya harap anda tahu bedanya &quot;allah, Allah dan ALLAH&quot; (silakan periksa Alkitab)

apakah kalau diucapkan (suara) ada beda antara allah, Allah dan ALLAH.

Silakan cari dalam Kitab Suci, dimana ada petunjuk bahwa ALLAH itu = Bapa.

yang saya temukan adalah:
Yesaya  64:8 Tetapi sekarang, ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Makanya.. nyebutnya: &quot;Bapa Yahweh&quot;, bukan &quot;Bapa Allah&quot; atau &quot;Allah Bapa&quot;.
atau ya cukup &quot;Bapa&quot; saja, tetapi Bapa yang dimaksud adalah YHWH, bukan Allah.

Anda ingin tahu beda Allah dan Yahweh?
Baca di http://www.deceptioninthechurch.com/allahyhwh.html

Ingin tahu persoalan pengembalian NAMA YAHWEH?
Baca di http://www.revelations.org.za/NotesS-Name.htm

ya, masih banyak website yang membahas persoalan itu.

saya juga wong Jawa Mas....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@wong jowo (yang benar &#8220;Jawa&#8221; Mas..)</p>
<p>Persoalannya ada di kata &#8220;Allah&#8221; itu Mas..<br />
Kalau anda orang Kristen, saya harap anda tahu bedanya &#8220;allah, Allah dan ALLAH&#8221; (silakan periksa Alkitab)</p>
<p>apakah kalau diucapkan (suara) ada beda antara allah, Allah dan ALLAH.</p>
<p>Silakan cari dalam Kitab Suci, dimana ada petunjuk bahwa ALLAH itu = Bapa.</p>
<p>yang saya temukan adalah:<br />
Yesaya  64:8 Tetapi sekarang, ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.</p>
<p>Makanya.. nyebutnya: &#8220;Bapa Yahweh&#8221;, bukan &#8220;Bapa Allah&#8221; atau &#8220;Allah Bapa&#8221;.<br />
atau ya cukup &#8220;Bapa&#8221; saja, tetapi Bapa yang dimaksud adalah YHWH, bukan Allah.</p>
<p>Anda ingin tahu beda Allah dan Yahweh?<br />
Baca di <a href="http://www.deceptioninthechurch.com/allahyhwh.html" rel="nofollow">http://www.deceptioninthechurch.com/allahyhwh.html</a></p>
<p>Ingin tahu persoalan pengembalian NAMA YAHWEH?<br />
Baca di <a href="http://www.revelations.org.za/NotesS-Name.htm" rel="nofollow">http://www.revelations.org.za/NotesS-Name.htm</a></p>
<p>ya, masih banyak website yang membahas persoalan itu.</p>
<p>saya juga wong Jawa Mas&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ben</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-1819</link>
		<dc:creator>ben</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 08:52:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-1819</guid>
		<description>Ya.... seru .... saya menyampaikan yang sederhana saja, sebutan allah / Allah / ALLAH, masuk di bahasa Indonesia kan dari pengertian bahasa Arab. Hal ini bisa dipahami karena waktu itu Islam masuk lebih dahulu ke Indonesia, jadi taunya Sang Khalik/ Yang Ada disebut sebagai allah (mengadopsi dari yang ada lebih dulu ) . Saya Orang jogja bisa memahami hal ini , karena di jogja kalau kita panggil raja / ratu sebutannya sama yaitu gusti. Sewaktu saya menyebut Gusti untuk Kanjeng Ratu Hemas , tidak mungkin saya bermaksud memanggil Gusti  untuk Yesus. Apakah sbg orang jawa dilarang untuk memakai Gusti / Pangeran ? Apakah tidak lebih hormat kalau kita memakai sebutan diawalnya untuk memberi makna lebih bagi pribadi yang kita sebut ? Jadi berdoa dengan TUHAN ALLAH BAPA yang kami sembah di dalam TUHAN YESUS KRISTUS  sepertinya lebih hormat katimbang langsung mengucapkan YAHWEH atau YESUS. 
Itu pikiran wong jowo lho mas,... GBU.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya&#8230;. seru &#8230;. saya menyampaikan yang sederhana saja, sebutan allah / Allah / ALLAH, masuk di bahasa Indonesia kan dari pengertian bahasa Arab. Hal ini bisa dipahami karena waktu itu Islam masuk lebih dahulu ke Indonesia, jadi taunya Sang Khalik/ Yang Ada disebut sebagai allah (mengadopsi dari yang ada lebih dulu ) . Saya Orang jogja bisa memahami hal ini , karena di jogja kalau kita panggil raja / ratu sebutannya sama yaitu gusti. Sewaktu saya menyebut Gusti untuk Kanjeng Ratu Hemas , tidak mungkin saya bermaksud memanggil Gusti  untuk Yesus. Apakah sbg orang jawa dilarang untuk memakai Gusti / Pangeran ? Apakah tidak lebih hormat kalau kita memakai sebutan diawalnya untuk memberi makna lebih bagi pribadi yang kita sebut ? Jadi berdoa dengan TUHAN ALLAH BAPA yang kami sembah di dalam TUHAN YESUS KRISTUS  sepertinya lebih hormat katimbang langsung mengucapkan YAHWEH atau YESUS.<br />
Itu pikiran wong jowo lho mas,&#8230; GBU.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wit</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-1462</link>
		<dc:creator>wit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 01:51:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-1462</guid>
		<description>&lt;i&gt;@Neil
Panggilah dia dengan hati-mu, bukan dengan nama pemberianmu. Aku adalah Aku (YHWH), itu bukan sebuah nama tetapi sebuah penegasan tentang eksistensi yang tidak bisa dibatasi oleh nama. Musa bertanya tentang nama atau jatidiri, tetapi dijawab dengan sebuah pernyataan eksistensial, Aku adalah Aku.&lt;/i&gt;

&quot;Aku adalah Aku&quot; (Ehyeh Asyer Ehyeh) lebih tepat menjadi &quot;Aku ada yang Aku ada&quot;, memang jawaban NYA yang menunjukkan eksistensiNya.  Ketika dalam perkembangan selanjutnya Ehyeh Asyer Ehyeh itu menjadi YHWH, maka YHWH juga diartikan sebagai &quot;Aku ada yang Aku ada&quot;.
Yesaya 42:8 jelas ditulis: &quot;Aku ini YHWH itulah namaKu....&quot;
maka, ketika saya memilih memanggilnya Yahweh (YHWH) saya sedang memanggil NAMA-NYA sekaligus sedang mengakui EksistensiNya..
dan karenanya saya pilih memanggil Dia dengan YHWH.
dan ini &quot;klop&quot; ketika saya belajar kejawen, dimana pernah saya bertanya pada seorang yang saya anggap berpengalaman dalam olah spiritual.. 
(saya bertanya dalam bahasa Jawa, ini langsung saya Indonesia-kan)
saya bertanya: &lt;i&gt;&quot;siapa yang menggerakkan alam semesta ini Mbah?&quot;&lt;/i&gt;
jawab:&lt;/i&gt; &quot;sang kehendak&quot;&lt;/i&gt;
tanya: &lt;i&gt; &quot;sang kehendak itu apa&lt;/i&gt;
jawab: &lt;i&gt; &quot;sang kehendak itu &lt;b&gt;yang ada&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;

orang ini tidak menganut agama tertentu, tidak pernah membicarakan tentang Tuhan (Gusti), tapi mengakui bahwa &quot;ADA sesuatu&quot; yang menggerakkan alam semesta ini.

saya menganggapnya orang ini memahami bahwa ada &quot;DIA YANG ADA&quot; .. &quot;diatas sana..&quot;.

saya comot ayat:
&lt;i&gt;Yesaya  65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: &lt;b&gt;&quot;Ini Aku, ini Aku!&quot; kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.&lt;/b&gt;
&lt;/i&gt;

Makin mantap saya menyebut YHWH.

Alkitab dengan jelas menyebut bahwa namaNya adalah YHWH (yang berarti (singkat) &quot;Aku yang Ada&quot; atau &quot;Dia yang ada&quot;  itu). Alkitab tidak pernah menjelaskan bahwa namaNya adalah Allah.

Sedangkan &quot;Allah&quot;? artinya apa?

Silakan untuk beberapa teman yang kemudian memanggil &quot;Allah Yahweh&quot;.. silakan jika memahaminya demikian, tapi saya memutuskan meninggalkan kata Allah untuk menyebut &quot;Dia yang Ada&quot; itu..

Bagi saya, Allah cukup meragukan (silakan baca http://gkmin.net/?p=85 ), jadi karena meragukan, ya tinggalkan saja.. daripada kita bertahan dengan pembelaan.. &lt;i&gt;&quot;Allah yang saya maksud adalah.....&lt;/i&gt;&quot; ya.. &lt;i&gt;&quot;itu khan yang anda maksud..&quot;&lt;/i&gt;(SUBYEKTIF)  tetapi.. &lt;i&gt;&quot;apa/siapa sesungguhnya Allah itu..&quot;&lt;/i&gt; (OBYEKTIF).
Ketika tidak ada kata sepakat mengenai Allah, (apalagi jika kita mempelajari sejarah, asal mula kata Allah -- yang ternyata hingga kini masih banyak beda pendapat..&quot;dewa bulan&quot;, &quot;dewa air&quot;, &quot;salah satu berhala di mekkah&quot;, &quot;Al + ilah&quot;, &quot;Tuhan pencipta alam semesta&quot;, &quot;Tuhan yang maha kuasa&quot;, dan lain-lain...)  ya lebih baik saya tinggalkan...

Jika belajar sejarah... tidak ada yang tidak sepakat bahwa YHWH berarti &lt;b&gt;&quot;Aku yang ada&quot; &lt;/b&gt;(dari sisiNya) atau &lt;b&gt;&quot;Dia yang ada&quot;&lt;/b&gt; (dari sisi manusia)

Jadi.. saya menyebut YHWH, justru juga karena saya mengakui EKSISTENSINYA sebagai &quot;YANG ADA&quot;.

Mungkin komentar ini cukup untuk menjelaskan, disamping berbagai argumen yang hanya &quot;masalah kata&quot;.
Semoga anda semua tahu, bahwa pilihan saya atas &quot;YHWH&quot; (Yahweh) dan meninggalkan kata &#039;Allah&#039; bukan sekedar masalah KATA-KATA atau masalah NAMA saja, tetapi justru juga karena pengakuan HAKIKAT-Nya.  Dan menurut saya Kitab Suci sebenarnya sudah JELAS menerangkan HAKIKAT ke-ADA-an Nya.

Tetapi.. jika dengan menggunakan kata &#039;Allah&#039; dan mengajarkan kata &#039;Allah&#039; itu kepada anak-anak anda dan orang lain, bisa menjelaskan HAKIKAT ke-ADA-anNya, ya silakan saja...itu pilihan anda. 

Cuma sekali lagi tolong diperhatikan, bahwa LAI membedakan &#039;allah&#039;, &#039;Allah&#039; dan &#039;ALLAH&#039;.
Apakah anda akan berdoa, &lt;i&gt;&quot;Ya ALLAH yang huruf besar semua....&quot;&lt;/i&gt; atau &lt;/i&gt;&quot;Ya Allah, yang A-nya huruf besar...&quot;.&lt;/i&gt;
Bagaimana jika anda ternyata mengucapkan doa: &lt;i&gt;&quot;Ya allah....&quot;&lt;/i&gt; (allah huruf kecil semua).

Bagi saya, &quot;lebih aman&quot; tidak menggunakan kata allah/Allah/ALLAH.

Siapakah &quot;DIA&quot; yang kita maksud? Allah, ALLAH atau allah? (bunyinya sama saja...)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><i>@Neil<br />
Panggilah dia dengan hati-mu, bukan dengan nama pemberianmu. Aku adalah Aku (YHWH), itu bukan sebuah nama tetapi sebuah penegasan tentang eksistensi yang tidak bisa dibatasi oleh nama. Musa bertanya tentang nama atau jatidiri, tetapi dijawab dengan sebuah pernyataan eksistensial, Aku adalah Aku.</i></p>
<p>&#8220;Aku adalah Aku&#8221; (Ehyeh Asyer Ehyeh) lebih tepat menjadi &#8220;Aku ada yang Aku ada&#8221;, memang jawaban NYA yang menunjukkan eksistensiNya.  Ketika dalam perkembangan selanjutnya Ehyeh Asyer Ehyeh itu menjadi YHWH, maka YHWH juga diartikan sebagai &#8220;Aku ada yang Aku ada&#8221;.<br />
Yesaya 42:8 jelas ditulis: &#8220;Aku ini YHWH itulah namaKu&#8230;.&#8221;<br />
maka, ketika saya memilih memanggilnya Yahweh (YHWH) saya sedang memanggil NAMA-NYA sekaligus sedang mengakui EksistensiNya..<br />
dan karenanya saya pilih memanggil Dia dengan YHWH.<br />
dan ini &#8220;klop&#8221; ketika saya belajar kejawen, dimana pernah saya bertanya pada seorang yang saya anggap berpengalaman dalam olah spiritual..<br />
(saya bertanya dalam bahasa Jawa, ini langsung saya Indonesia-kan)<br />
saya bertanya: <i>&#8220;siapa yang menggerakkan alam semesta ini Mbah?&#8221;</i><br />
jawab: &#8220;sang kehendak&#8221;<br />
tanya: <i> &#8220;sang kehendak itu apa</i><br />
jawab: <i> &#8220;sang kehendak itu <b>yang ada</b></i></p>
<p>orang ini tidak menganut agama tertentu, tidak pernah membicarakan tentang Tuhan (Gusti), tapi mengakui bahwa &#8220;ADA sesuatu&#8221; yang menggerakkan alam semesta ini.</p>
<p>saya menganggapnya orang ini memahami bahwa ada &#8220;DIA YANG ADA&#8221; .. &#8220;diatas sana..&#8221;.</p>
<p>saya comot ayat:<br />
<i>Yesaya  65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: <b>&#8220;Ini Aku, ini Aku!&#8221; kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.</b><br />
</i></p>
<p>Makin mantap saya menyebut YHWH.</p>
<p>Alkitab dengan jelas menyebut bahwa namaNya adalah YHWH (yang berarti (singkat) &#8220;Aku yang Ada&#8221; atau &#8220;Dia yang ada&#8221;  itu). Alkitab tidak pernah menjelaskan bahwa namaNya adalah Allah.</p>
<p>Sedangkan &#8220;Allah&#8221;? artinya apa?</p>
<p>Silakan untuk beberapa teman yang kemudian memanggil &#8220;Allah Yahweh&#8221;.. silakan jika memahaminya demikian, tapi saya memutuskan meninggalkan kata Allah untuk menyebut &#8220;Dia yang Ada&#8221; itu..</p>
<p>Bagi saya, Allah cukup meragukan (silakan baca <a href="http://gkmin.net/?p=85" rel="nofollow">http://gkmin.net/?p=85</a> ), jadi karena meragukan, ya tinggalkan saja.. daripada kita bertahan dengan pembelaan.. <i>&#8220;Allah yang saya maksud adalah&#8230;..</i>&#8221; ya.. <i>&#8220;itu khan yang anda maksud..&#8221;</i>(SUBYEKTIF)  tetapi.. <i>&#8220;apa/siapa sesungguhnya Allah itu..&#8221;</i> (OBYEKTIF).<br />
Ketika tidak ada kata sepakat mengenai Allah, (apalagi jika kita mempelajari sejarah, asal mula kata Allah &#8212; yang ternyata hingga kini masih banyak beda pendapat..&#8221;dewa bulan&#8221;, &#8220;dewa air&#8221;, &#8220;salah satu berhala di mekkah&#8221;, &#8220;Al + ilah&#8221;, &#8220;Tuhan pencipta alam semesta&#8221;, &#8220;Tuhan yang maha kuasa&#8221;, dan lain-lain&#8230;)  ya lebih baik saya tinggalkan&#8230;</p>
<p>Jika belajar sejarah&#8230; tidak ada yang tidak sepakat bahwa YHWH berarti <b>&#8220;Aku yang ada&#8221; </b>(dari sisiNya) atau <b>&#8220;Dia yang ada&#8221;</b> (dari sisi manusia)</p>
<p>Jadi.. saya menyebut YHWH, justru juga karena saya mengakui EKSISTENSINYA sebagai &#8220;YANG ADA&#8221;.</p>
<p>Mungkin komentar ini cukup untuk menjelaskan, disamping berbagai argumen yang hanya &#8220;masalah kata&#8221;.<br />
Semoga anda semua tahu, bahwa pilihan saya atas &#8220;YHWH&#8221; (Yahweh) dan meninggalkan kata &#8216;Allah&#8217; bukan sekedar masalah KATA-KATA atau masalah NAMA saja, tetapi justru juga karena pengakuan HAKIKAT-Nya.  Dan menurut saya Kitab Suci sebenarnya sudah JELAS menerangkan HAKIKAT ke-ADA-an Nya.</p>
<p>Tetapi.. jika dengan menggunakan kata &#8216;Allah&#8217; dan mengajarkan kata &#8216;Allah&#8217; itu kepada anak-anak anda dan orang lain, bisa menjelaskan HAKIKAT ke-ADA-anNya, ya silakan saja&#8230;itu pilihan anda. </p>
<p>Cuma sekali lagi tolong diperhatikan, bahwa LAI membedakan &#8216;allah&#8217;, &#8216;Allah&#8217; dan &#8216;ALLAH&#8217;.<br />
Apakah anda akan berdoa, <i>&#8220;Ya ALLAH yang huruf besar semua&#8230;.&#8221;</i> atau &#8220;Ya Allah, yang A-nya huruf besar&#8230;&#8221;.<br />
Bagaimana jika anda ternyata mengucapkan doa: <i>&#8220;Ya allah&#8230;.&#8221;</i> (allah huruf kecil semua).</p>
<p>Bagi saya, &#8220;lebih aman&#8221; tidak menggunakan kata allah/Allah/ALLAH.</p>
<p>Siapakah &#8220;DIA&#8221; yang kita maksud? Allah, ALLAH atau allah? (bunyinya sama saja&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Neil</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-1461</link>
		<dc:creator>Neil</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 14:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-1461</guid>
		<description>Di Malaysia baru-baru ini diputuskan larangan penggunaan kata Allah untuk mengganti kata God oleh penganut agama Katolik. Sebelumnya, mereka telah diperkenankan menggunakan kata Allah sebagai terjemahan God. Jadi, keputusan baru itu menganulir keputusan sebelumnya.

Piye iki, kini kaum Muslim yang menglaim eksklusivitas penggunaan kata Allah dan melarang agama lain menggunakannya, dhi. Katolik. Lha kita kok malah melarang orang Kristen menggunakan kata Allah? Kasihan lah, itu hak orang untuk menggunakannya. Tuhan juga tetap mendengar doa orang Kristen Arab yang memanggilnya Allah. Jangan gitulah mbak Elin, mana nama yang palsu itu? Panggilah dia dengan hati-mu, bukan dengan nama pemberianmu. Aku adalah Aku (YHWH), itu bukan sebuah nama tetapi sebuah penegasan tentang eksistensi yang tidak bisa dibatasi oleh nama. Musa bertanya tentang nama atau jatidiri, tetapi dijawab dengan sebuah pernyataan eksistensial, Aku adalah Aku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Malaysia baru-baru ini diputuskan larangan penggunaan kata Allah untuk mengganti kata God oleh penganut agama Katolik. Sebelumnya, mereka telah diperkenankan menggunakan kata Allah sebagai terjemahan God. Jadi, keputusan baru itu menganulir keputusan sebelumnya.</p>
<p>Piye iki, kini kaum Muslim yang menglaim eksklusivitas penggunaan kata Allah dan melarang agama lain menggunakannya, dhi. Katolik. Lha kita kok malah melarang orang Kristen menggunakan kata Allah? Kasihan lah, itu hak orang untuk menggunakannya. Tuhan juga tetap mendengar doa orang Kristen Arab yang memanggilnya Allah. Jangan gitulah mbak Elin, mana nama yang palsu itu? Panggilah dia dengan hati-mu, bukan dengan nama pemberianmu. Aku adalah Aku (YHWH), itu bukan sebuah nama tetapi sebuah penegasan tentang eksistensi yang tidak bisa dibatasi oleh nama. Musa bertanya tentang nama atau jatidiri, tetapi dijawab dengan sebuah pernyataan eksistensial, Aku adalah Aku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elin</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-1459</link>
		<dc:creator>elin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:44:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-1459</guid>
		<description>bagiku...nama tuhan harus diperjelaskan lagi...
ada yang asli qo mau yang palsu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagiku&#8230;nama tuhan harus diperjelaskan lagi&#8230;<br />
ada yang asli qo mau yang palsu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wit</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-1415</link>
		<dc:creator>wit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 07:10:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-1415</guid>
		<description>@Vt
&lt;i&gt;hmm… lalu gimana dengan Yesus? Yesus adalah nama. Dan kalau nama Tuhan adalah Yahweh, berarti Yesus bukanlah Tuhan. dan kalau begitu, bukankah berarti kita harus menyembah Tuhan Yahweh, bukannya Tuhan Yesus??

fyi, saya orang kristiani, sehingga tentu saya melihat dari sisi kristen.&lt;/i&gt;

anda melihat dari sisi kriten? 
mestinya anda paham tentang TRINITAS (walau ada kontroversi tentang konsepsi Trinitas ini).

tadi pagi saya melamun, mengingat lagu yang &lt;b&gt;dulu &lt;/b&gt;sering saya nyanyikan di gereja/persekutuan:

&lt;i&gt;Allah kuasa melakukan segala perkara
Allah ku Maha Kuasa
Dia ciptakan seisi dunia atur s&#039;gala masa
Allah ku Maha Kuasa&lt;/i&gt;

Seandainya lagu itu dinyanyikan oleh 2 kelompok anak-anak, satu kelompok anak-anak sekolah minggu, satu kelompok anak-anak pesantren. Mereka masih anak-anak dan belum dapat mengerti konsepsi tentang Tuhan.  Mereka hanya menyanyikan saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Vt<br />
<i>hmm… lalu gimana dengan Yesus? Yesus adalah nama. Dan kalau nama Tuhan adalah Yahweh, berarti Yesus bukanlah Tuhan. dan kalau begitu, bukankah berarti kita harus menyembah Tuhan Yahweh, bukannya Tuhan Yesus??</p>
<p>fyi, saya orang kristiani, sehingga tentu saya melihat dari sisi kristen.</i></p>
<p>anda melihat dari sisi kriten?<br />
mestinya anda paham tentang TRINITAS (walau ada kontroversi tentang konsepsi Trinitas ini).</p>
<p>tadi pagi saya melamun, mengingat lagu yang <b>dulu </b>sering saya nyanyikan di gereja/persekutuan:</p>
<p><i>Allah kuasa melakukan segala perkara<br />
Allah ku Maha Kuasa<br />
Dia ciptakan seisi dunia atur s&#8217;gala masa<br />
Allah ku Maha Kuasa</i></p>
<p>Seandainya lagu itu dinyanyikan oleh 2 kelompok anak-anak, satu kelompok anak-anak sekolah minggu, satu kelompok anak-anak pesantren. Mereka masih anak-anak dan belum dapat mengerti konsepsi tentang Tuhan.  Mereka hanya menyanyikan saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Neil</title>
		<link>http://satria.anandita.net/nama-tuhan-satya-wacana.str#comment-1348</link>
		<dc:creator>Neil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 14:05:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satria.anandita.net/?p=154#comment-1348</guid>
		<description>Menambah hangat diskusi (kepala tetap dingin lho Rick ha ha ha), YHWH itu kan 4 huruf Ibrani yang diterjemahkan ke dalam Alkitab bahasa Indonesia kita itu = AKU ADALAH AKU dan dari beberapa sumber huruf-huruf ibrani itu memang bermakna demikian, AKU ADALAH AKU (I AM WHO/THAT I AM), dengan beberapa kemungkinan tafsir yang masih serupa. Jawaban ini diberikan Tuhan ketika Musa tanya, siapa namanya, siapa nama Tuhan yang mengutus dia itu, kalau dia ditanya oleh orang Israel. Musa takut tidak diterima oleh orang Israel, Tuhan siapa lagi ini yang memerintah orang ini, saking banyaknya tuhan-tuhanan mereka?

Karena bukan ahli bahasa dan tafsir bebas, jika saya tanya seseorang tentang siapa dia dan dijawabnya SAYA YA SAYA, maka ini menunjukkan sikapnya bahwa &quot;kamu harusnya kan tahu siapa saya, saya ya saya&quot;, kenapa kamu tanya lagi. Aku kan Tuhan ayahmu, nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, mengapa kamu tanyakan lagi??? I AM WHO I AM. Jadi, tampaknya itu jawaban yang bukan menunjukkan nama tetapi identitas atau hakekat yang telah dikenal oleh orang Israel. Sama juga dengan pertanyaan, mengapa kamu perlu bukti lagi? Tidakkah kamu percaya kepadaku? Jadi, siapakah Tuhan Allahmu yang kamu kenal dari Abraham, Ishak, dan Yakub? Ya AKU ini!!! Jawaban itu, saya tafsir demikian.

Jadi kalau tadi saya tanya orang itu &quot;kamu ini siapa&quot; (padahal saya sudah tahu siapa dia), lalu dia jawab SAYA YA SAYA, lalu apakah saya akan menamai dia SAYA YA SAYA? Saya kira sulit untuk itu terjadi. Namun, seperti itulah yang turun kepada kita sekarang, 4 kumpulan huruf yang berarti SAYA YA SAYA itu telah dijadikan sebagai nama dari Tuhan yang dikenal melalui Abraham, Ishak, dan Yakub. Dan, dalam berbagai penyebutan nama Tuhan dalam kitab-kitab, banyak kali kumpulan ini dirujuk untuk menyatakan sang Tuhan, bukan baal, bukan dewa-dewa tidak jelas, tetapi Tuhan (yang orang Kristen Arab katakan, Allah). Saya duga ini sebuah pemudahan penyebutan, tetapi orang tidak pernah tahu nama sesungguhnya sang Tuhan itu dan mungkin Tuhan itu memang tidak pernah menyebut namanya (karena SAYA YA SAYA, bukan dimaksudkan untuk mengatakan sebuah nama, tetapi makna, kamu tahu siapa saya).

Dalam keyakinan itu saya percaya tentang eksistensi Tuhan atau Allah. Ia tidak akan bisa dimengerti hanya dengan sekedar nama, tetapi sebuah pengenalan dalam  dan melalui iman dan Abrahan, Ishak, dan Yakub telah mengenal Tuhannya melalui iman dan perkenanan Tuhan sendiri. Jadi, apakah nama? Tidak sekedar nama, tetapi pengenalan oleh hatimu. Ia sendiri mengenalmu dan menguji hatimu, apakah engkau percaya kepadanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menambah hangat diskusi (kepala tetap dingin lho Rick ha ha ha), YHWH itu kan 4 huruf Ibrani yang diterjemahkan ke dalam Alkitab bahasa Indonesia kita itu = AKU ADALAH AKU dan dari beberapa sumber huruf-huruf ibrani itu memang bermakna demikian, AKU ADALAH AKU (I AM WHO/THAT I AM), dengan beberapa kemungkinan tafsir yang masih serupa. Jawaban ini diberikan Tuhan ketika Musa tanya, siapa namanya, siapa nama Tuhan yang mengutus dia itu, kalau dia ditanya oleh orang Israel. Musa takut tidak diterima oleh orang Israel, Tuhan siapa lagi ini yang memerintah orang ini, saking banyaknya tuhan-tuhanan mereka?</p>
<p>Karena bukan ahli bahasa dan tafsir bebas, jika saya tanya seseorang tentang siapa dia dan dijawabnya SAYA YA SAYA, maka ini menunjukkan sikapnya bahwa &#8220;kamu harusnya kan tahu siapa saya, saya ya saya&#8221;, kenapa kamu tanya lagi. Aku kan Tuhan ayahmu, nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, mengapa kamu tanyakan lagi??? I AM WHO I AM. Jadi, tampaknya itu jawaban yang bukan menunjukkan nama tetapi identitas atau hakekat yang telah dikenal oleh orang Israel. Sama juga dengan pertanyaan, mengapa kamu perlu bukti lagi? Tidakkah kamu percaya kepadaku? Jadi, siapakah Tuhan Allahmu yang kamu kenal dari Abraham, Ishak, dan Yakub? Ya AKU ini!!! Jawaban itu, saya tafsir demikian.</p>
<p>Jadi kalau tadi saya tanya orang itu &#8220;kamu ini siapa&#8221; (padahal saya sudah tahu siapa dia), lalu dia jawab SAYA YA SAYA, lalu apakah saya akan menamai dia SAYA YA SAYA? Saya kira sulit untuk itu terjadi. Namun, seperti itulah yang turun kepada kita sekarang, 4 kumpulan huruf yang berarti SAYA YA SAYA itu telah dijadikan sebagai nama dari Tuhan yang dikenal melalui Abraham, Ishak, dan Yakub. Dan, dalam berbagai penyebutan nama Tuhan dalam kitab-kitab, banyak kali kumpulan ini dirujuk untuk menyatakan sang Tuhan, bukan baal, bukan dewa-dewa tidak jelas, tetapi Tuhan (yang orang Kristen Arab katakan, Allah). Saya duga ini sebuah pemudahan penyebutan, tetapi orang tidak pernah tahu nama sesungguhnya sang Tuhan itu dan mungkin Tuhan itu memang tidak pernah menyebut namanya (karena SAYA YA SAYA, bukan dimaksudkan untuk mengatakan sebuah nama, tetapi makna, kamu tahu siapa saya).</p>
<p>Dalam keyakinan itu saya percaya tentang eksistensi Tuhan atau Allah. Ia tidak akan bisa dimengerti hanya dengan sekedar nama, tetapi sebuah pengenalan dalam  dan melalui iman dan Abrahan, Ishak, dan Yakub telah mengenal Tuhannya melalui iman dan perkenanan Tuhan sendiri. Jadi, apakah nama? Tidak sekedar nama, tetapi pengenalan oleh hatimu. Ia sendiri mengenalmu dan menguji hatimu, apakah engkau percaya kepadanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
