Nasgor Pecas Ndahe

Kenapa nasi digoreng? Waktu saya bikin status begitu di Facebook, ibu saya langsung berkomentar, “Kalo direbus ya nasi rebus namanya.”

Itu sebabnya saya suka belajar sendiri. Jadi otodidak abadi. Kalau cuma manut omongan ibu sendiri, kapan majunya otak ini? Antara ngaco sama serius, ibu saya lebih banyak seriusnya. Tapi dia cuma serius kalau saya lagi ngaco. Kalau saya serius, dia yang ngaco. Dan kalau dia ngaco, saya jadi ragu untuk serius. Mending ngomong sama asbak.

Jadi, kenapa nasi digoreng? Kenapa?

Konon itu karena dulu sekali, seorang ibu di Cina Selatan pernah bingung diradang pertanyaan: mau masak apa hari ini?

Pada hari-hari biasa, ibu itu akan memasak nasi, daging dan sayuran. Beras ditanak jadi nasi (fàn) buat dasaran untuk daging dan sayur (cài). Fàn cài. Kalau selama ini kita makan cap cay (zá cài), arti harafiahnya adalah “sayur campur”. Karena itu, cap cay juga boleh dicampur daging (ròu) dan namanya tetap zá cài. Kan campur? Lagipula cài sendiri artinya tidak harus melulu “sayuran”. Bisa “daging dan sayur”. Bisa juga “hidangan”. Karena itu pula, cap cay bisa berarti “hidangan campur”, dan fàn cài bisa berarti “hidangan bernasi”. Sementara tongfang itu, bisa kita artikan sebatas “tongseng”. Terima kasih, tongseng. Mending ngomong sama asbak.

Back to the future. Ibu-ibu di Cina Selatan tadi bingung mau masak apa karena yang tersisa di dapurnya tinggal fàn dan cài sisa kemarin. Alhasil, fàn dan cài itu dia lempar ke wajan panas bersamaan. Tambah sedikit kecap, minyak babi dan satu-dua siung bawang, jadilah nasi goreng. Chǎofàn.

Ini serius. Saya temukan kisah ini dari artikel berjudul Great Leftovers: The Humble Origin of Fried Rice. Saya tidak menyangka akan menemukan artikel seserius itu soal asal-usul nasi goreng. Ibu saya sendiri ngaco. Lebih suka anaknya ngomong sama asbak.

Yang penting, sekarang saya tahu kenapa nasi digoreng. Atau paling tidak, punya gambaran sedikit kenapa nasi digoreng. Soalnya, penggalan kisah dari Cina Selatan tadi cuma legenda. Asal-usul nasi goreng yang lengkap belum pernah ditemukan oleh sejarawan, atau Google, atau malah tidak akan pernah ditemukan sama sekali. Sebagian hilang ditelan asbak.

Tentu amat disayangkan kalau sejarah penemuan sepenting nasi goreng hilang sebagian ditelan asbak. Yang kita tahu, dari Cina nasi goreng menyebar ke mana-mana. Diterima masyarakat luas karena formulanya luwes, boleh diubah-ubah seenak perut kita. Muncul nasi goreng Jakarta, Jawa, Jancuk, dan sebagainya.

Di Indonesia, nasi goreng sudah jadi barang dagangan jelata sampai dengan presiden. Kalau tidak ada nasi goreng, gimana caranya orang-orang di perempatan Yakaya itu cari makan? Gimana caranya SBY bikin demo masak “nasi goreng singkong” di Cipanas demi jadi tontonan media? Orang Indonesia belajar masak nasi goreng dari budaya Cina, lalu mau diaku budayanya. Tidak pernah bayar royalti ke Cina, rasis malah iya. Mending ngomong sama asbak.

Dari legenda Great Leftovers itu, kita dapat satu tips memasak nasi goreng: gunakan nasi yang sudah kering dan dingin! Jangan pakai nasi segar yang baru saja tanak karena nasi goreng Anda bisa jadi berasap dan berubah hitam gara-gara terlalu “moist”. Nggak tahu “moist”? Buka kamus. Saya bukan kamus berjalan lagi. Akun @tanyasatria sudah saya tutup karena nggak ada yang tanya. Pokoknya, pakailah nasi yang sudah bermalam atau sisa kemarin. Leftovers. Jadi, kalau punya makanan sisa jangan langsung dibuang! Ini tips, kiat. Ingat prinsip 3R: Reduce-Reuse-Recycle. Barangkali, dengan makan nasi goreng Anda bisa membantu usaha pengendalian sampah dan pelestarian lingkungan.

Sekarang saya ingat. Di perempatan Yakaya dulu, agak minggir kali sedikit, ada penjual nasi goreng enak. Yang ada tulisan “AKOR” di gerobaknya. Entah maksudnya apa, dan saya tak tahu apakah dia pakai nasi yang sudah bermalam, sisa kemarin, atau tidak. Saya cuma mau bilang itu nasi goreng terenak yang pernah saya makan. Daripada ngomong sama asbak.

Conversation

  1. Nasi goreng emang paling muantaaabb.. So far, sdh ke sumatra, jawa barat, bali, ntt, paling enak nasgor suroboyo yg abang2 dukduk!!!
    Di Yakaya enak2 huehehehhehe

    Jadi pingin nasgor suroboyooooo….

Leave your thought