
Bambang Triyono et al.
Scientiarum
SALATIGA — Baru saja UKSW selesai menggelar prosesi wisuda. Acara ini berlangsung hari ini, Sabtu (16/2), dari pukul 09.00-13.00 WIB. Selama empat jam itu, ritual pemindahan tali topi toga dilakukan Prof. Kris H. Timotius, Rektor UKSW, terhadap 648 orang winisuda. Para dekan pun secara bergantian mendampingi rektor sesuai dengan nomor urut fakultasnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, wisuda kali ini diselenggarakan di lapangan basket kampus. Lapangan basket yang terbuka itu pun disulap menjadi ruang tertutup yang “elegan”. Tempat yang biasa digunakan, yakni Balairung Universitas (BU), masih menjalani pemugaran untuk sementara waktu.
Ketika acara wisuda selesai, dan para peserta acara keluar teratur dari lapangan basket, SA hanya memberikan dua pertanyaan kepada para winisuda, yakni “Bahagia?” dan “Kenapa?” Berikut komentar para winisuda yang saat itu dapat ditemui SA.
“Bahagia, karena setelah ini saya akan menempuh hidup baru,” ujar Henry, salah satu lulusan Fakultas Psikologi.
“Sengsara, tapi membawa nikmat. Sengsara karena di dalam sana (tempat wisuda — Red) sangat panas. Nikmat, karena sekarang sudah tidak kepanasan,” celetuk Winarto, lulusan dari Fakultas Ekonomi.
“Biasa aja sih. Tapi memang rasanya lega sekali setelah semuanya beres. Bayangkan, tujuh tahun!” aku Boy, winisuda dari Fakultas Bahasa dan Sastra. “Selain itu, aku rasa wisuda kali ini gak ada gregete. Gak tahu kenapa,” imbuhnya.
Setiap winisuda memang punya persepsi berbeda soal ritual ini. Begitu pula para pejabat kampus yang mewisuda mereka.
“Saya sendiri tidak menyarankan mahasiswa saya untuk wisuda,” aku Mas Kelik, Dekan Fakultas Seni dan Pertunjukan, sembari menjelaskan bahwa separuh dari lulusan FSP tidak mengikuti wisuda. Menurutnya, uang yang digunakan untuk mendaftar wisuda tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk keperluan lain, seperti mencari pekerjaan. “Sayang kalau uang itu digunakan untuk hal-hal yang sebatas formalitas seperti ini saja,” imbuhnya.
“Saya kan sudah berulang kali mengikuti ini (wisuda — Red), jadi biasa aja,” celetuk Wakil Rektor III UKSW, Umbu Rauta, saat ditemui SA di depan lobi Gedung Administrasi Pusat (GAP).
Laporan ini dikerjakan bersama Satria A. Nonoputra.





No comments yet. Say something!