Siung

SiungKini aku sadar mengapa pantai ini begitu berarti bagiku. Di sana aku merasa dirasakan. Aku bebas melarutkan rasa pada setiap ombak yang kusambut datang. Rasa yang adanya melampaui bahasa. Yang tak terpikirkan. Di sana, laut memahamiku lebih karib ketimbang manusia. Dan mungkin Tuhan.

Kini aku sadar bagaimana aku mencipta keredupan. Di sini aku merindukan laut, lebih daripada pegunungan. Aku merindukan hanyut, lebih daripada ketinggian. Aku tak pernah takut mendaki tinggi-tinggi, tapi aku hidup tak butuh Tuhan.

Kini aku sadar apa yang sedang kulakukan. Tetapi biar. Ini adalah perasaan terbaik di saat aku tak berkawan. Inilah perasaan terbaik di tengah kedangkalan. Aku tak berat untuk kehilangan yang baik-baik. Tetapi untuk yang terbaik, jangan.

Mungkin esok aku akan kembali normal. Dan melupakan setiap revolvita malam tak bertuan. Sendirian. Di sini aku tenggelam.