Soeharto mangkat, mati, meninggal, atau apalah sebutannya! Terserah! Tapi hukum jangan ikut-ikutan mati! Hukum harus tetap hidup!
Lalu untuk media-media massa, kalian jangan jadi goblok! Kalau mau membeberkan jasa-jasa Soeharto, saya tidak keberatan! Tapi tolong jangan asal main klaim dengan timpang! Pertumbuhan ekonomi, swasembada pangan, pendidikan murah, dan semua yang kalian klaim sebagai jasa Soeharto buat negeri ini itu palsu! Apa saya perlu datang ke tiap-tiap kantor untuk memberi kuliah tentang pencapaian pembangunan selama Orde Baru? Hah? Biar otak-otak kalian semua pada jalan?
Kalau mau adil, singkap juga keterpurukan kita sekarang, yang diakibatkan utang dan budaya KKN Orba! Itu baru adil dan tidak membodohkan! Sungguh, pembeberan kalian tentang jasa-jasa Soeharto yang timpang itu lebih hina daripada berita gosip paling murahan! Dan kalian telah membodohi masyarakat, yang notabene kalian klaim sebagai pihak yang kalian wakili hati nuraninya!
Atau kalau kalian tidak punya cukup nyali untuk bersuara lantang, panggil seribu tukang potong titit ke kantor supaya memotong kemaluan bos-bos kalian, supaya bos-bos kalian tidak bisa mengklaim dirinya lelaki! Biar mereka jadi banci! Sekian.
28 Januari 2008: Sebagai bonus, silakan baca artikel ini.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Duis placerat turpis quis mi mollis imperdiet. Integer luctus suscipit placerat.
1. paijan
27/01/2008 04:28 pmbegitulah kekuatan “dewa momon”, sanggup memutar balikkan fakta, bahkan sanggup pula mengubah opini masyarakat. saat ini hampir semua masyarakat indonesia mulai memaafkan soeharto, bahkan ada gejala-gejala untuk mempahlawankan soeharto. kekuatan dewa momon juga telah berhasil membuat soeharto bebas dari pengadilan.itulah realita.
dewa momon = uang dalam jumlah besuar sekali, tak peduli uang itu asalnya darimana
2. STR
27/01/2008 04:35 pm@ paijan: Kalo itu, biasa saya sebut “Mamon,” Om! Momon itu nama temen saya. :lol:
Ya, emang orang-orang udah pada gila!!
3. magma
27/01/2008 06:54 pmemosi mas?????
saya juga bingung liat tipi tadi. lebih bingung lagi waktu pemerintah netapin 7 hari duka cita buat pak harto. yaiks… .
magma’s latest post: PERBEDAAN SOEKARNO DAN SOEHARTO MENJELANG AJAL
4. STR
27/01/2008 06:59 pm@ magma: Emosi sangadh!! :evil:
5. Gempur
27/01/2008 09:20 pmSudahlah, simpan sedikit amarahnya.. saya juga sudah mau muntah dengan meida massa.. kecuali bloger hehehehe…
Gempur’s latest post: Dari Bloger Iseng
6. deniar
28/01/2008 12:36 amPertumbuhan ekonomi, swasembada pangan, pendidikan murah, dan semua yang kalian klaim sebagai jasa Soeharto buat negeri ini itu palsu
>> can u explain us more? maksudnya palsu? (no offence cuman gali informasi).
Apa saya perlu datang ke tiap-tiap kantor untuk memberi kuliah tentang pencapaian pembangunan selama Orde Baru? Hah? Biar otak-otak kalian semua pada jalan?
>> Wah dengan senang hati, tolong jabarin di sini donk apa maksud ‘kuliah tetang pencapaian…’ isinya seperti apa?
deniar’s latest post: My English Day
7. Inspirasi Bisnis dari Handaru » Antara Soeharto, Saya dan Anak Cucu Roy M. Suryo - Dedicated for Light Intermutimedia, Perusahaan Software Pulsa
28/01/2008 01:20 am[...] untuk mendapatkan konteks sebenarnya penyikapan bangsa ini atas meninggalnya Soeharto seperti yang di sini dan tidak hanya pada pemaafan dan pemakluman yang sekarang banyak dikembangkan di banyak [...]
8. rangga
28/01/2008 01:47 amGO HELL..??
GO PARADISE..?
ENTAHLAH… yang aku tau.. aku dibesarkan dimasa orde baru & bokap+nyokap jadi pns juga pada masa orde baru..
TURUT BERSUKA CITA SEKALIGUS TURUT BERDUKA CITA…
BRAVO NEXT INDONESIA…
9. sejarahhitamindonesia
28/01/2008 02:08 amJaman orde baru memang sengaja dilakukan pembodohan masyarakat secara intensif, sehingga suharto dan kroni melakukan apapun masyarakat banyak yang bodoh tidak mengerti dan ini terbukti hingga akhir hayatnyapun masyarakat tetap tidak mampu melihat secara faktual apa-apa saja sepak terjang suharto. Masyarakat yang kebanyakan rakyat kecil hanya mengingat 1 hal: semasa orba mereka cari uang masih gampang, sekarang jadi sulit. Akan tetapi bagaimana masa itu uang bisa jadi gampang dan sekarang jadi sulit mereka tidak mengerti, sulit untuk bisa mengerti dan mungkin tidak akan pernah bisa mengerti, itulah hasil hebat pembodohan orba.
Rezim Orba ini memang luar biasa dalam segala kekuatan baik uang dan militer, beda jauh perlakuan terhadap Proklamator RI Bung Karno saat menjelang hari-hari akhir, sungguh sejarah HITAM yang entah hingga kapan akan berlanjut.
Apalagi dengan supersemar, G30S PKI, dan banyak sekali misteri kasus pemutar balikan fakta sejarah dan pembunuhan 1 juta rakyat indonesia++ pelanggaran HAM berat atas tangan rezim orba merupakan sejarah SUPER HITAM Indonesia.
Bagaimana bisa memutihkannya lagi anak cucu kita, rasanya tidak cukup dengan menggali kubur suharto nantinya…
10. Anang
28/01/2008 10:03 am[...]Bagaimanapun beliau adalah seorang bapak bangsa ini. Seorang yang pernah menjadi bapak dan mengurusi anaknya yang bernama Indonesia… Indonesia sebagai seorang anak yang berbakti sudah seharusnya menghormati dan mendoakan bapaknya yang telah tiada.. Urusan kesalahan sang bapak yang pernah diperbuat sudah pasti Sang Maha Segala yang juga Sang Maha Adil itu akan menjadi hakim sesungguhnya kelak di hari penghitungan amal… Semua kejujuran akan terkuak dan terbuka lebar disana kelak. Marilah kita jauhkan diri dari yang namanya fitnah. Kalau tidak punya cukup bukti yang kuat, janganlah sok ikut-ikutan berteriak lantang, karena itu adalah jalan menuju sebuah fitnah. Karena bagaimanapun juga fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan
Anang’s latest post: Soeharto Meninggal Dunia
11. Krisna Sukarnoputra
28/01/2008 10:20 amsaya seorang mahasiswa jurusan sejarah di salah satu Universitas Negeri di Kota Malang. Dari berbagai buku sejarah yang saya baca tentang G 30 S. ada beberapa kejanggalan yang kita temui. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh SOeharto dan sejarawan yang pro keadilan:
1. APakah Soeharto terlibat G 30 S?
2. Apakah benar pada awal 1965 Soeharto masuk dalam kelompok “Pathok” yang beranggatakan Letkol Untung, Lettu abdul Latief dan Mayjen Soeharto? dua nama pertama dieksekusi karena terlibat G 30 S sedangkan nama terakhir jadi presiden selama 32 thn?
3. Apa benar Syam Kamaruzaman, ketua politbiro PKI yang menyebabkan kematian “Dewan Jenderal”adalah anak buah SOeharto?
4. SOeharto dan alm. Letkol Untung bersahabat? terbukti dengan istri Untung yang notabenya kawan Ibu Tien?
5. Supersemar diubah oleh SOeharto? yang tadinya surat pengamanan ibukota menjadi surat penterahan kekuasaan????
Pertanyaan itu harus segera dijawab dengan mengumpulkan saksi-saksi sejarah peristiwa 1965. Pemerintah harus membentuk badan penyelidik khusus yang mengumpulkan saksi sejarah,terutama dari mantan Politbiro( CC PKI )1965!!!
12. tomy
28/01/2008 12:33 pmkalo buat orang Islam hukumnya dijilat anjing adalah najis
untuk bisa tahir harus dicuci pakai air 7 sumber
nah kalau yang menjilat lidah manusia yang tajamnya melebihi pedang? sampai 7 turunan pun tak akan bisa dibersihkan
fitnah, yang dilakukan Mbahe Kethek *jarene Den Baguse Ngarso Pareng lho* tentang PKI sungguh suatu kekejian
hingga sampai buyut gantung siwur stigma itu tetap ada
*curhat anak seorang korban fitnah*
Kalo mau tau tg Supersemar & sejarah sesungguhnya dibalik peristiwa Gestapu, Bapak saya seorang pelaku sejarah Supersemar & korban sejarah masih hidup & masih lantang menyuarakan kebenaran
tomy’s latest post: BEST I EVER HAD
13. aa
28/01/2008 12:42 pmkesel..dulu waktu SD gw bela2in pak Soeharto, karena buku pelajaran..setelah agak dewasa dan mulai bisa melihat cakrawala yang lebih luas, saya merasa dibohongi
14. anung
28/01/2008 12:49 pmtapi kayaknya kalo ada orang meninggal hari itu trus dimasukin berita koran dan tV hari itu juga bahwa dia koruptor, diktator atau apapun itu kok rasanya ya aneh dan setau saya belum pernah terjadi di Indonesia. apa memang musti begitu?
anung’s latest post: Women?s Secret Business
15. STR
28/01/2008 02:58 pm@ Gempur: :)
@ deniar: Maksudnya, semua prestasi itu “dibeli” bukan dengan kerja keras, tapi dengan utang belaka. Kalo caranya yang kayak gitu, saya sendiri juga bisa bikin prestasi-prestasi itu. Jadi, sebenarnya prestasi yang dicapai itu malah menjerumuskan Indonesia ke dalam utang raksasa, bukan membawa manfaat yang sebenarnya. Sudah jelas? Mungkin komentar dari sejarahhitamindonesia di atas bisa membantu menjelaskan.
@ rangga: Saya ndak mempermasalahkan hell atau paradise, tapi hukumnya ndak usah ikut-ikutan lembek. Itu sudah.
@ sejarahhitamindonesia: YA, SEPAKAT!
@ Anang: Wah, mata ente emang udah buta rupanya!! :evil:
@ Krisna: Kamu keturunan Sukarno? Kok namanya pake Sukarnoputra? Apa cuma nama aja? Ya, emang masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Entah kapan.
@ tomy: Kalo gitu, kebenarannya dipublikasikan di blog dulu aja, Pak. Biar bisa dibaca orang banyak.
@ aa: Sama.
@ anung: Lha kalo kenyataannya dia emang koruptor dan diktator, apa dia lantas harus diberitakan sebagai seorang puritan dan demokrat kalo meninggal? Kalo merasa aneh dengan publikasi kematian yang demikian, ya mending ndak usah dipublikasikan sekalian. Daripada publikasinya baik-baik semua, tapi penuh dengan kebohongan!!
16. Anang
28/01/2008 05:38 pmgpp buta di dunia.. asal di akhirat nanti tidak buta karna perbuatan yang kita lakukan di dunia yang hanya sementara ini!!!!
Anang’s latest post: Soeharto Meninggal Dunia
17. STR
28/01/2008 05:54 pm@ Anang: Wah, logikamu piye to? Kalo kowe buta di dunia ini, sehingga perbuatanmu salah2, apa di akhirat nanti kamu akan dibenarkan?
18. paijan
28/01/2008 06:00 pmMelihat, membaca ataupun menonton media massa tentang kematian sekaligus pemakaman harto sang bekas presiden kita memang menyebalkan dan membikin emosi. Sebagai rakyat Indonesia saya merasa bingung dan linglung maunya media massa itu apa? Hanya mengejar jumlah penonton?, menambah banyak jumlah pembaca? atau jangan-jangan ada “sesuatu” yang membikin media massa jadi “nggak waras”. Dan yang membuat saya jadi tambah bingung adalah sikap sebagian atau bahkan mungkin kebanyakan masyarakat Indonesia yang menganggap harto itu berjasa bagi bangsa Indonesia. Mungkin sikap ini dipengaruhi oleh media massa yang “gila”, media massa yang mempropagandakan segala kebaikan harto secara membabi buta dan juga sistematis, saya sebut sistematis karena rasanya tidak mungkin, media massa yang personilnya kaum intelektual membuat berita secara ngawur. Sepertinya yang terjadi adalah para boss media massa telah melakukan brifing pada bawahannya agar memberitakan soeharto tentang yang baik-baik saja, bahkan sering juga ditambah katai-kata “soeharto adalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan”
“marilah semua rakyat Indonesia memaafkan kesalahan Bapak Soeharto” dan kata-kata lain yang menyesatkan.
Saya karena merasa masih waras tentu saja tidak ikut-ikutan terpengaruh oleh “HIPNOTIS” yang telah dilakukan oleh sebagian besar media massa Indonesia dan seharusnya rakyat Indonesia yang lain juga harus begitu. Saya juga merasa dibohongi oleh soeharto, gara-garanya adalah film berjudul G30SPKI. Gara-gara film murahan itu, yang diputar setahun sekali di TVRI setiap tanggal
1 oktober, saya jadi membenci tetangga saya yang dianggap terlibat PKI.
Semakin bertambahnya umur, nurani saya mulai bicara dan saya jadi mengerti siapa soeharto itu sesungguhnya. Saya hanya bisa berdoa, semoga para arwah korban kekejaman soeharto saat ini sudah diampuni dosa-dosanya dan mereka semua bahagia di surga. Untuk soeharto biarlah Tuhan yang mengadilinya seadil-adilnya, sebab Tuhan tak bisa disuap dan diancam.
Buat mas STR, terima kasih atas ralat tentang mamon.
19. STR
28/01/2008 06:38 pm@ paijan: Betul itu, Om. Coba baca artikel ini.
20. Si pembuat sticker
28/01/2008 08:15 pmMedia massa ngerti apa sih? ngertinya oplah naek, rating membumbung. urusan hati nurani gak pernah disinggung. Gak pernah ngerasain bagaimana sakitnya difitnah, dilenyapkan, disiksa, ditindas dan gak pernah nyadar anak cucu kita ikut menanggung utang dan beban bangsa ini. Saya memaapkan pak harto secara pribadinya tapi saya gak akan memaapkan jabatan masa lalunya. Hukum adalah hukum, akhirat urusan Yang Kuasa
Si pembuat sticker’s latest post: Sepatu Bikin Gila
21. Mbah Sangkil
28/01/2008 08:22 pmSekali lagi kita di stir oleh kekuasaan. Oleh media massa dibentuk sebuah opini bahwa Pak Harto adalah orang yg benar2 membuat Indonesyah menjadi maju. Publikasi yg tidak seimbang, dimana hanya sisi positipnya saja yg di bahas. Mana sisi negatipnya? Proporsional pemberitaan sudah melenceng. media masa yg harus nya menjadi sebuah badan yg mengontrol dam mengawasi pemerintahan sudah menjadi badan yg memihak penguasa.
Untungnya saya menggunakan Tv Kabel, jadi bisa menghilangkan kemuakan saya, apalagi kalo 7 hari berturut2 di tayangkan huaaaaaaaaaaaaa.. betapa muaknya.
Lebih asik lihat animax, fashion channel ato CNN cartoon network hahahahahaha
Mbah Sangkil’s latest post: Pilot Sableng
22. puput
28/01/2008 08:45 pmnah ini lho maksud ku :D
puput’s latest post: Diantara
23. STR
28/01/2008 09:52 pm@ Si pembuat sticker: Nek digae stiker apik iku, Bos! “Hukum adalah hukum, akherat urusan Yang Kuasa.” Engkok kirimno kene sitok, tak pasang nang lambeku maneh gae sedino keliling kampus! :D
@ Mbah Sangkil: :lol: Tolong dibikinin kartun stripnya, Mbah! :D
@ puput: Ah, leganya kalo gitu … :D
24. det
29/01/2008 07:13 amwaktu suharto memimpin, kita umur berapa ya? kok kayaknya dah paham betul apa yg terjadi, bahkan ada yg mau memberi kuliah segala seolah semua orang goblog? hekekeke…
ya ya ya… aku tahu satria berada di jajaran yang muak dengan suharto, sedangkan aku masih berdiri di garis tengah, gak ke kanan juga gak ke kiri.. [bingung menentukan sikap? gak juga! aku berusaha cover both side aja]
selama 32 tahun menjadi presiden, tentu ada prestasi, dan tentu juga ada kekurangan. suharto juga manusia kok. dia bukan malaikat, apalagi tuhan..
lalu kalo melihat fakta kemarin, dimana ribuan warga memadati sepanjang jalan yang dilewati mayat suharto, apa pendapatmu sat? apa mereka hanya orang dungu yang ingin menyaksikan bangkai orang yang telah menyocok hidungnya?
sesekali nongkrong di warung kopi, dengarkan apa yang mereka katakan tentang suharto, dan berilah kuliah di sana.. kalo benar-benar ingin memberikan pencerahan
oke sodaraku?
det’s latest post: Ini blog apa?
25. Anang
29/01/2008 07:48 ammantap det komenmu.. gue suka gaya lo det.. hahaha… ayo sat? gmn
Anang’s latest post: Sate Ayam Ponorogo
26. Mbah Sangkil
29/01/2008 07:58 amspecial buat bung STR
http://mbahsangkil.stripgenerator.com/2008/01/29/sinetron.html
Mbah Sangkil’s latest post: Pilot Sableng
27. det
29/01/2008 08:20 am@mbahsangkil: opo iku kil? jangan berbagi link ke situs porno dong! wekekeke…
det’s latest post: Telepon ke Call Center IM-3 harus bayar
28. Mbah Sangkil
29/01/2008 08:20 am@det
hehehehehe, mana sate nya? ketemu aku tagih yo…
“selama 32 tahun menjadi presiden, tentu ada prestasi, dan tentu juga ada kekurangan. suharto juga manusia kok. dia bukan malaikat, apalagi tuhan..”
setuju ama pendapat yg ini, tapi kita mustinya bisa membedakan mana yg benar prestasi dan mana “prestasi” karena system. ada 2 mahasiswa, yg 1 pandai yang 1 kaya. keduanya lulus sama2 IPK 4, tapi yg membedakan si pandai hasil dari belajar dan si kaya hasil dari membeli nilai. Sama2 berprestasi kan? lulus cumlaude hehehehe.
inilah yg terjadi pada bangsa ini, kita dibutakan oleh hasil pembangunan yg fantastis, tapi kita tidak pernah tau dibelakang itu bagai setan pencabut nyawa siap2 untuk menggorok leher kita. Tahun 1986 aja utang negara yg harus ditanggung lebih besar dari uang yg kita dapatkan dari pinjaman. itu cuma 1 contoh aja… masih banyak masalah lain yg mungkin orang tidak pernah tau karena terbutakan oleh opini dan ke-egoisan diri.
“Kalu kalo melihat fakta kemarin, dimana ribuan warga memadati sepanjang jalan yang dilewati mayat suharto, apa pendapatmu sat? apa mereka hanya orang dungu yang ingin menyaksikan bangkai orang yang telah menyocok hidungnya?”
hahahaha… pertanyaan ini sering saya denger, sekali lagi saya cuma bisa bilang “ya itulah bangsa kita” gampang menghujat dan gampang memuja-muja. Mungkin kalian tidak pernah merasakan yg namanya pelajaran sejarah dan PMP menggunakan buku acuan “30 Tahun Indonesia Merdeka”. Kalo kalian sempat merasakan kurikulum itu, maka kalian akan tau jawabannya. penggiringan Doktrin dan opini publik. Belum lagi anak sekolah diliburkan hanya untuk mengibarkan bendera dan melambaikan tangan saat beliau lewat :P
Ini pendapat saya, bukan pembelaan terhadap bung STR. Mau tau lebih banyak, warung sate mungkin menjadi tempat yg cocok det hehehehehehehe :p
Mbah Sangkil’s latest post: Pilot Sableng
29. tomy
29/01/2008 09:21 amoke Mas
ini saya sudah posting geguritan dulu sekedar ‘merayakan’ kepergiannya
‘wus wancine pamungkase kang dur angkara’
moga dg kepergiannya kita jadi lebih berani mengungkapkan kebenaran meski terasa pahit & menyakitkan kenyataannya
karena membuka kesejatian wajah bangsa kita
membuka luka yang memborok, infeksi & musti diamputasi
tomy’s latest post: LAYUNG-LAYUNG JINGGA
30. MCT
29/01/2008 10:15 amSaya sependapat dengan Mas Anang dan Det, kalau melihat berita di televisi 100% Orang Indonesia sangat berdukacita.Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini kalau orang itu tidak punya kesalahan sama sekali berarti Tuhan dong!So………..??? :)
MCT’s latest post: BUTUH DUKUNGAN DOA
31. Mbah Sangkil
29/01/2008 10:43 am@MCT
gak 100% lho mbak hehehehe. apakah orang2 yg tergambar di televisi mewakili seluruh bangsa indonesyah? Apakah mbak juga akan memaapkan apabila mbak menjadi keluarga yg “dihabisi” karena dituduh antek2 komunis? apakah mbak akan memaapkan apabila mbak menjadi orangtua yg anaknya ditembak pada peristiwa mei 98?
Apakah kesalahan yg dilakukan dengan sengaja dan berulang-ulang adalah kesalahan yg yg harus “dimaapkan”? Kenapa banyak orang yg dipenjara karena membunuh, mencuri dan memperkosa? kenapa mereka tidak berargumen bahwa “tidak ada manusia yg sempurna, kalo tidak punya salah sama sekali namanya Tuhan donk?” sebagai bahan pembelaan supaya gak diadili bahkan dibebaskan?
ini juga bangsa Indonesyah mbak, gak masuk televisi tapi mereka sedikit dari sekian banyak orang yg tidak berduka
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&dn=20080127214121
Mbah Sangkil’s latest post: Pilot Sableng
32. deniar
29/01/2008 11:51 amKalo kali ini dia lolos dari peradilan dunia, biarkan peradilan yang hakiki yang akan menemui dia nantinya.
Bangsa Indonesia juga tertipu dengan seolah2 ini adalah one man show soeharto. Peradilan untuk kasus Soeharto ini harus tetap berjalan, agar nantinya kita tahu siapa-siapa saja yang sebenarnya terlibat. Kalau melalui proses pengadilan dan penyelidikan (investigasi) kasus, kita bisa tahu siapa-siapa saja dan apa saja yang terlibat dalam kasus2 penyelewengan soeharto.
Sudah 2 kali kasus penyelewengan Presiden tidak terselesaikan oleh peradilan Indonesia. Dulu jamannya Soekarno dan kini Soeharto. Ini harus jadi pembelajaran bagi hukum di Indonesia. Bagaimanapun kasus ini harus dilanjutkan untuk diselidiki.
deniar’s latest post: My English Day
33. deniar
29/01/2008 11:53 amAyo wujudkan Indonesia yang dewasa dalam berdemokrasi dan bernegara,
deniar’s latest post: My English Day
34. Mbah Sangkil
29/01/2008 12:22 pm@STR
sorry udah berbicara panjang lebar disini, udah serasa rumah sendiri hehehehehe. saya cabut dulu ya, mau ke pesanggrahan dulu, mau berdiskusi dan tukar pikiran.
Semoga bangsa ini kembali berdemokrasi dengan indah, dan mewujudkan kembali demokrasi yang “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”
Mbah Sangkil’s latest post: Pilot Sableng
35. Grandong
29/01/2008 01:05 pmSoeharto Modar..!!!semoga Engkau masuk neraka JAHANNAM.(Amiiii…n).tiada maaf bagimu wahadi sang Dajjal..!terkutuklah semua kroni dan anak cucunya. kenapa Pers membesar-besarkan Soeharto???tidak lain karena mereka semua “BodreX”.Fuck Pers.!!
36. STR
29/01/2008 02:42 pm@ det: Kowe kok malah ad hominem aku to, Bro? Apa karena aku masih 19 tahun, maka aku nggak boleh ngasih kuliah buat bangsa goblok ini?
Aku rasa semua pertanyaanmu udah berhasil dijawab dengan baik oleh Mbah Sangkil. Prestasi memang harus dibedakan. Ada prestasi beneran dan ada prestasi-prestasian. Masyarakat Indonesia emang masih pada goblok. Buktinya, membedakan prestasi beneran dan prestasi-prestasian masih sukar.
@ Anang: Udah, Bos!! Kowe MINGKEM ae, nek isone mung nyampah dan ikut-ikutan!! :evil:
@ tomy: Hahaha! Nice geguritan, Pak! Semoga terkabul.
@ MCT: So? So what? So, baca tulisanku yang baru di sini!
@ deniar: SEPAKAT!!!
@ Mbah Sangkil: No sorry, Bro! Saya malah berterima kasih karena sudah dibantu menjelaskan. Saya akui, kata-katamu lebih mudah dicerna daripada punyaku. Thanks a lot!
@ Grandong: Setuju! Pers kita memang bodrek! Baca tulisan ini!
37. det
29/01/2008 03:57 pmmedia2 itu hanya menampilkan sisi baik. lha kamu hanya menampilkan sisi buruk. tolong dijawab dg tidak emosional. apa sepanjang hidup suharto isinya keburukan saja atau kebaikan saja?
det’s latest post: Telepon ke Call Center IM-3 harus bayar
38. STR
29/01/2008 07:50 pm@ det: Lha yang kowe maksud dengan sisi baik itu yang mana? Karena di tulisanku yang terakhir aku sudah sampaikan bukti untuk menganulir semua hal yang dimaksud orang-orang sebagai “kebaikan” Pak Harto.
39. Orangmuda.com » Pelacuran Media Massa: Soeharto Berkuasa dari Liang Kubur
30/01/2008 09:11 pm[...] jurnalis menuduh saya telah melakukan tindakan tidak etis setelah saya mempersoalkan gobloknya reaksi media massa dalam menyikapi kematian Soeharto. Dalam pandangan si jurnalis, adalah tidak etis mengumbar fakta negatif tentang orang yang sudah [...]
40. boris
01/02/2008 03:28 amBener mas…media masa kita pada tolol!
maling berubah jadi pahlawan ya hanya di negeri besar (tapi busuk) seperti yang dikatakan —> http://www.diniharilazyprojekt.blogspot.com !
41. Pacarnya Zaskia Mecca
02/02/2008 08:29 pmbenul, mas.
saya juga pernah nulis tentang bedanya prestasi dan prestasi2an itu, kurang-lebihnya; bedanya antara jasa dan tugas.
kebaikan toh bukan sesuatu yang harus dibicarakan. kan katanya, kalo tangan kanan kita berbuat kebaikan, tangan kiri kita jangan sampe tau. tapi kesalahan tetap merupakan sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan
Pacarnya Zaskia Mecca’s latest post: Rambo IV
42. runa
03/02/2008 09:37 amApakah Soeharto sudah benar – benar mati ?? atau ini hanya rekayasa Cendana agar Soeharto tidak diadili ?? kita harus lebih jeli menanggapinya. Apakah kematian Soeharto seperti halnya pendaratan manusia di bulan yang akhir akhir ini makin diragukan kebenarannya??
43. iwan
04/02/2008 12:29 pmjaman orde baru yg ktnya serba nurah (sembako,obat,sekolah,dll) sebenarnya hasil dr subsidi dgn cara ambil utang LN banyak banget (sebagian dikorup lagi) jd dgn utang sebesar itu suatu hari kalo jatuh tempo ya pastilah dollar naik luar biasa dan tjdlah krisis ekonomi ibarat bom waktu aja tunggu meledak
jd kalo ada yg bilang kalo Pak Harto yg jd presiden semuanya bakal murah lagi itu salah besar
jd ngerti ya temen2 yg masih bingung
44. eRQee
05/02/2008 01:41 amurun pendapat nieh, mgkn rada kontra dgn artikel inie. menurutku sih jangan terlalu menjustifikasi kesalahan-kesalahan orang yg *belum terbukti*. Klo cuman praduga, itu masih blom mbukti-in apa2. Di akhir2 masa Orde Baru perekonomian kita langsung collapse *terjun bebas* itu jg bukan CUMAN kesalahan Soeharto doank, itu kesalahan kita semua sebagai 1 bangsa.
Kenapa sampe sekarang kita sulit bangkit kembali ke kejayaan ekonomi, coba? Udah 10 tahun loo.. Karena kita CUMAN meributkan dan SALING MENYALAHKAN siapa yg harus bertanggung jawab atas “keterpurukan kita”.
Bapaknya Bruce Wayne pernah bertitah, “untuk apa kita jatuh? supaya belajar bangkit”. Yupe! Bangkit! Bukan dengan saling menjatuhkan. Kapan bangkitnya klo trus-trusan dijatohkan sama sodara ndiri? Pemerintahan blom delivery progress pembangunan yg memuaskan, dituntut-didemo harus mundur. Tapi tak pernah ada solusi, siapa yg lebih layak utk menggantikannya. Pokoke asal mundur doank udah cukup…
*negara yang aneh kita ini yak?
owya, berikut pendapat ku yg ku-posting di blog ku bbrp hari *sebelum* soeharto meninggal…
http://www.software-arsitek.web.id/2008/01/soeharto-sishiyo-makoto.html
45. STR
07/02/2008 01:27 pm@ boris: Iya, saya sudah baca itu.
@ Pacarnya Zaskia Mecca: Ya, yang penting itu tanggungjawabnya. Bukan lantas memuja, lalu melupakan semuanya.
@ runa: Kalo hasil analisis saya, memang itu cuma rekayasa Cendana aja.
@ iwan: Iya, nice penjelasan, Om! :D
@ erQee: Aduh, keadaan yang seperti sekarang apa belum jadi bukti? Lagipula, kita di sini ndak bicara tentang siapa yang salah, tapi apa yang salah dari Soeharto dan kenapa kasus hukum perdatanya ndak layak untuk dihapuskan. Tolong jangan OOT.
46. agus black
08/02/2008 06:52 amkalo sampeyan ada bukti ya monggo silahkan saja.. tapi kalo ga ada bukti apa-apa ya … apa ga lebih baik di benerin dulu tuh kata2nya..
ya memang bener negara kita negara demokrasi.. bebas berpendapat. sakkarepmu kate ngomong opo. tetapi bukankah lebih baik kalo berdasar fakta.
ya itu memang hak u kalo ga suka ama seseorang.
SAYA kok rada kontra ama kata2 loe..
wuekekeke…
47. STR
08/02/2008 10:07 am@ agus black: Baca aja posting saya yang judulnya “Pelacuran Media Massa: Soeharto Berkuasa dari Liang Kubur” di blog Orangmuda.com ini.
48. abdul
18/02/2008 10:36 pmSoeharto seperti anjing najis matilah kau soeharto seribu kali kenapa ya media begitu tolol, percaya gak kalo menjelekkan soeharto di media pasti disensor. SOEHARTO ANJING MATILAH KAU DALAM SERIBU KALI
49. STR
19/02/2008 10:37 am@ abdul: Begitukah? Disensorkah?
50. x-tian
28/04/2008 12:43 amwew seperti g telat …tapi nggk apa apa comment aj…
masalah suharto buat yg kurang merasakan ikatan emosional pas dia mimpin negara ini kaya g ya….EGP aja (emang g pikirin )
cuman klo soal media massa teralalu meng eluk elukan si kakek itu…wew…mungkin kembali lagi pada fugsi dan peranan media massa di negara endonesa ini…
apakah alat elit atau independet ….atau buat cari sesuap nasi gitu (jd buat gosip )….kasihan blm maam…wkkwkw
mungkinn kontradiksi ama tulisan g di blogspot…liat aj
51. JendRaL
01/05/2008 02:19 pmbanyak orang2 sok pintar di sini,,,,,
52. satria.anandita.net - Pelacuran Media Massa: Soeharto Berkuasa dari Liang Kubur
10/05/2008 02:18 am[...] jurnalis menuduh saya telah melakukan tindakan tidak etis setelah saya mempersoalkan gobloknya reaksi media massa dalam menyikapi kematian Soeharto. Dalam pandangan si jurnalis, adalah tidak etis mengumbar fakta negatif tentang orang yang sudah [...]
53. satria.anandita.net - Roman Kritikan
10/05/2008 03:55 am[...] emosi, yang melahirkan kata-kata “sekretaris botol (bodoh dan tolol),” “media massa goblok,” dan kawan-kawannya. Kritik yang lemah lembut dan sopan sama sekali asing buat saya. [...]
54. Gerah
08/07/2009 08:27 pmSorry kalo telat banget, buat Anang, Det, dan Jendral, jangan males baca pelanggaran-pelanggaran soal Orba yah! artikel, jurnal, dll baik dalem dan luar negeri udah banyak banget, thnks