Sudah saya katakan bahwa konsep “student-centered learning” itu pemanis bibir belaka. Asli lip service doang. Yang masih berlaku umum di dunia pendidikan kita adalah “teacher-centered learning”. Karena itu tidak usah heran jika ada pakar pendidikan yang omong bahwa mutu dunia pendidikan cuma bisa dibenerin kalau gurunya sudah bener duluan. Sedangkan murid, sekalipun digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan, dalam prakteknya harus terima nasib sebagai pajangan ruang kelas sahaja.
Emang apa yang perlu dibetulkan dari guru Indonesia?