Satya Wacana Christian University (UKSW) has no formal academic courses in journalism. UKSW students with a strong interest in journalism must use informal channels to study in this field, and as such, the Internet can be very useful.
Satya Wacana Christian University (UKSW) has no formal academic courses in journalism. UKSW students with a strong interest in journalism must use informal channels to study in this field, and as such, the Internet can be very useful.

Aku bingung bagaimana memulai ini. Akhir-akhir ini aku merasa susah sekali konsentrasi saat menulis. Aku duga ini karena work load di Scientiarum (SA) yang sudah melebihi kapasitasku. Kegiatanku memang tak hanya di SA, tapi “ber-SA” adalah kegiatan yang paling banyak makan waktu, pikiran, dan tenaga — kadang juga hati. Sudah setahun lebih aku di sini, sejak Oktober 2007. Dalam kurun waktu tersebut, aku belajar sekaligus jadi reporter, editor, dan pemimpin redaksi.
Scientiarum adalah salah satu lembaga pers mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, satu universitas swasta kecil di Salatiga, Jawa Tengah. Namanya diambil dari bahasa Latin yang tercantum pada salah satu visi Satya Wacana, yang artinya “persekutuan ilmiah”.

Saya baru pulang dari Jakarta. Di sana ikut “ceramah” sehari yang dibikin Perwami (Persatuan Wartawan Multimedia Indonesia) DKI Jaya atas kerjasamanya dengan Dewan Pers. Sebenarnya ini “pelatihan,” tapi saya lebih suka menyebutnya “ceramah.” Peserta cuma diceramahi soal jurnalisme. Tak ada praktek. Materinya pun biasa saja. Kalah jauh dengan pelatihan jurnalisme Scientiarum-Imbas.

Andreas Harsono. Rambut lurus di unyeng-unyeng kepalanya menantang gravitasi, sedangkan yang di bagian depan tiarap terbelah dua. Ia menyebut dirinya “Hoakiao dari Jember.” Ketika kuliah di Satya Wacana, ia mengambil jurusan teknik elektro. Namun setelah lulus, ia malah jadi wartawan. Ia mendirikan AJI (Aliansi Jurnalis Independen) sebagai tandingan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di masa Orde Baru. Ia juga ikut memprakarsai Komunitas Utan Kayu bersama Goenawan Mohammad. Dan kiprahnya di bidang jurnalisme pun mendapat Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard — yang disebut para jurnalis sebagai penghargaan jurnalisme bergengsi di Amerika Serikat, nomor dua setelah The Pulitzer Prizes.