Tag Archive for 'Bistek'

Mengajar di Disperindag Jateng

Seharian ini aku jadi instruktur pelatihan perdagangan elektronik di Semarang. Ini kegiatan punya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Peserta yang ikut sekitar limabelas orang, kebanyakan praktisi usaha kecil menengah (UKM). Mereka ada yang dari Rembang, Wonosobo, Jepara, Ungaran, Semarang …. Dinas Perindustrian ingin UKM Jawa Tengah bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk memajukan perdagangannya.

Go on »

Sebulan Ini

Sepulang dari “ceramah” jurnalisme di Jakarta, aku harus segera membereskan dua hal: Scientiarum dan kuliahku.

Di Scientiarum, aku berusaha merapikan manajemen organisasi. Selama ini, urusan redaksional dan bisnis masih campur aduk. Redaksi, selain mengurus konten publikasi, juga harus membuat proposal penerbitan ke kampus, penjualan iklan ke sponsor, dan hal-hal perbisnisan yang lain.

Go on »

Sekretaris Botol

Dua hari ini saya masuk kantor dengan mengenakan celana jins pendek. Saya rasa tidak ada yang salah, karena sebelum ini saya juga kadang mengenakan celana yang sama apabila sedang ngantor di Bistek. Namun rupanya saya kurang beruntung kali ini. Saya ditegur, dilarang, dan diancam dengan cara yang botol (bodoh dan tolol) oleh si sekretaris. Dan itu membuat saya naik pitam. Sangat naik pitam.

Go on »

Tawa Knalpot

pelatihan purbalingga Tawa Knalpot

7 Februari 2008. Jam di ponsel saya menunjukkan waktu tepat pukul 18.00 saat Panther biru itu berbelok ke kiri selepas jembatan yang mengangkangi Kali Tuntang. Jalan raya yang lebar itu akhirnya tergantikan dengan jalan desa yang kecil, namun tetap beraspal baik. Para penumpang masih duduk dengan posisi yang sama seperti kemarin. Hanya bedanya, kali ini adalah Ojohn yang duduk di samping kiri saya, bukan Opha.

Go on »

Tumpang Tindih Pembangunan

Bangun pukul 06.25 pagi ini membuat saya harus berjuang keras menggapai pintu kamar mandi. Saya sudah membuat janji dengan JT untuk bertemu di depan kantor Bawasda, Salatiga, pukul 06.30. Setelah menang bergulat dengan kemalasan, saya pun bangkit. Salatiga pagi masih (terlalu) dingin buat saya. Niat mandi saya urungkan. Cuci muka dirasa cukup.

Go on »