Beberapa hari terakhir, saya sangat terusik dengan komentar Pak Edi di posting Siwi tentang sekolah gratis. Dalam komentarnya, Pak Edi mengatakan demikian: “Sekolah gratisan berarti gurunya dibayar dengan gratisan pula.” Sebuah kalimat yang mengesankan bahwa pendapatan seorang guru hanya ditentukan oleh belas kasihan murid-muridnya. Nelangsa banget kelihatannya.