Tag Archive for 'ekonomi'

Page 2 of 7

Pathology

Dr. Jake Gallo dan teman-temannya bukanlah mahasiswa kedokteran yang bodoh dan malas. Dalam salah satu program studi patologi paling prestisius di Amerika, mereka adalah kelompok mahasiswa terpandang. Mereka amat cerdas dan giat belajar. Mungkin terlampau giat, hingga pekerjaan laboratorium macam cek urin dan darah tak lagi menarik dikerjakan. Mereka ingin belajar sesuatu yang lebih.

Go on »

Yang Berteman

Ada kalanya — mungkin cukup sering — orang lain tak menginginkan lebih dari kita selain apa yang kita punya. “Kepunyaan kita” dan bukannya “kita”; itu bisa berarti harta benda, atau kualitas-kualitas tertentu yang hinggap sementara pada diri kita. “Diri kita” dan bukannya “kita”.

Pada situasi tertentu kita dapat bertanya, “Andai aku tidak memiliki ini dan itu, atau begini dan begitu, apakah mereka, orang lain itu, akan tetap berkawan denganku? Apakah mereka akan tetap menganggapku ada? Sebagai manusia?” Kita dapat bertanya demikian, dan tak jua mendapatkan jawab, dari “mereka”. Oleh sebab itu, kita sendiri boleh mereka-reka jawabannya.

Go on »

Di Rembang

Malam itu bau asin menyambut kami dengan semerbak. Angin menyapu wajah yang lelah, sementara gerbang itu mulai tampak. Dengan huruf kapital, padanya besar-besar terterak: REMBANG BANGKIT. Adakah Rembang pernah — atau tengah — tergeletak?

Mungkin seseorang punya jawabnya buat kami. Atau mungkin data-data ekonomi. Tiga tahun yang lalu, dua dosen sekolah tinggi ilmu ekonomi di kabupaten ini menulis di koran: sejak tahun 2005 Rembang adalah satu dari tiga kabupaten “tertinggal” di Jawa Tengah, selain Banjarnegara dan Wonogiri. Dua dosen itu mencatat ketergantungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Rembang terhadap sokongan dana Pemerintah Pusat, karena pendapatan asli daerah (PAD) yang tak mumpuni. Sebuah abstrak skripsi tahun 2009 yang pernah saya temui mengafirmasi catatan ini.

Go on »

Kindam

Tak lama setelah menyandang status mahasiswa baru di Fakultas Ekonomi UKSW, saya terlibat sebuah rerasan sore dengan beberapa mbakyu angkatan. Mereka semua setahun lebih tua dari saya, dan begitu gayeng membahas gosip-gosip seputar perkuliahan. Saya, karena belum punya banyak pengalaman kuliah, lebih banyak diam mendengar, atau bertanya.

Go on »

Bocor Bocor Bocor

Aku baru saja pulang dari Jogja. Setelah mandi dan menjemur handuk di teras belakang kos, aku mencium bau keras bensin, yang ternyata menetes dari tangki motorku, yang terparkir beberapa meter jauhnya dari tempat itu.

Semua bermula dari rencanaku pergi ke Pantai Siung bersama James minggu ini, yang kemudian batal dan diganti dengan rencana ke Gereja Ganjuran di Bantul, dan sebuah perpustakaan Jawa di Jogja yang dirujuk Sinuhun Tedjowoelan (Pakubuwono XIII) dalam wawancaranya dengan tabloid Gloria. Tapi pagi tadi James mengirim pesan singkat, dia tak bisa pergi karena ada rapat. Maka setelah lewat tengah hari, aku putuskan untuk ke Jogja bersama Arya.

Go on »