Tag Archive for 'Jawa'

Mengetuk Pintu Sorga

Yang pertama kali perlu dilakukan adalah menentukan apakah sorga ada. Kalau ada, dimana letaknya? Apakah sorga punya pintu? Dimana letak pintu sorga?

Saya tak tahu apakah sorga ada. Andia, saat Ibu menanyakan dimana letak sorga saya, pada dinding Facebook beberapa hari lalu, saya tak bisa menjawab. Waktu itu saya belum tahu bahwa sorga bisa ada di sudut lingkaran.

Jadi apakah sorga ada? Anggap saja ada.

Go on »

Bukan Harga Mati

Baru-baru ini saya mendapat kehormatan untuk mengedit beberapa makalah yang menang lomba karya tulis ilmiah di kampus, dan akan diterbitkan. Saya sebut kehormatan soalnya saya sendiri belum pernah bikin makalah ilmiah, apalagi ikut lomba, apalagi sampai menang. Dengar kata “ilmiah” saja sudah grogi.

Go on »

Status Manusia Modern

Sedikit sekali yang berhasil saya ketahui tentang modernitas. Secara sederhana, biasanya orang akan mempertentangkan yang modern dengan yang tradisional — yang dianggap kuno dan terbelakang. Orang juga biasa memisah jaman menjadi modern dan pascamodern. Anthony Giddens lewat buku The Consequences of Modernity mengatakan: “Alih-alih memasuki periode pascamodernitas, kita bergerak ke dalam suatu periode dimana konsekuensi modernitas semakin radikal dan teruniversalkan dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.” Apa maksudnya?

Go on »

Identitas Manusia Indonesia

Dari dulu sampai sekarang salah satu kata yang paling tidak saya mengerti batasannya adalah “Indonesia”. Apa itu Indonesia? Bagaimana kita bisa menemukannya?

Go on »

Mencobai Teori Kebetulan

Belakangan ini aku sedikit “resah” melihat kelakuan beberapa mahasiswa Satya, yang dengan seenak jidatnya membenarkan (atau menyalahkan) sesuatu atas dasar teori-teori (tentang) kebenaran, tanpa sedikitpun menguji kebenaran teori itu sendiri.

Ini ibarat menudingkan (dengan pasti) sebuah tuduhan mencuri kepada seorang anak, dan langsung menjatuhkan hukuman kepadanya, semata-mata karena ayahnya dulu juga pernah mencuri — buah jatuh tak jauh dari pohon, kata orang. Sekalipun tak pernah ada bukti bahwa anak itu telah mencuri, atau anak itu benar-benar (dalam faktanya) tak pernah mencuri, penuding tuduhan dan penjatuh hukuman itu tetap ngeyel dengan penilaian mereka sendiri.

Go on »