Tag Archive for 'Johan Tambotoh'

Mengajar di Disperindag Jateng

Seharian ini aku jadi instruktur pelatihan perdagangan elektronik di Semarang. Ini kegiatan punya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Peserta yang ikut sekitar limabelas orang, kebanyakan praktisi usaha kecil menengah (UKM). Mereka ada yang dari Rembang, Wonosobo, Jepara, Ungaran, Semarang …. Dinas Perindustrian ingin UKM Jawa Tengah bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk memajukan perdagangannya.

Go on »

Kuliah Manajemen Pengetahuan Gratis

Hari ini aku sempat iseng membuka Flexible Learning UKSW, salah satu situs pembelajaran elektronik milik kampusku. Situs itu menggunakan Moodle sebagai platform mesin penggeraknya. Sebetulnya, aku lebih suka platform blog WordPress untuk platform situs pembelajaran elektronik, seperti yang ada di Jaringan Pengetahuan Satya Wacana dan IlmuKomputer.com. Sistem manajemen konten WordPress aku lihat lebih bebas daripada sistem manajemen kursus Moodle. Belajar tak perlu pakai kelas, course creator, dan sebagainya. Tapi ya sudah. Wong UKSW maunya pakai Moodle. Mau gimana lagi?

Go on »

Tawa Knalpot

pelatihan purbalingga Tawa Knalpot

7 Februari 2008. Jam di ponsel saya menunjukkan waktu tepat pukul 18.00 saat Panther biru itu berbelok ke kiri selepas jembatan yang mengangkangi Kali Tuntang. Jalan raya yang lebar itu akhirnya tergantikan dengan jalan desa yang kecil, namun tetap beraspal baik. Para penumpang masih duduk dengan posisi yang sama seperti kemarin. Hanya bedanya, kali ini adalah Ojohn yang duduk di samping kiri saya, bukan Opha.

Go on »

Tumpang Tindih Pembangunan

Bangun pukul 06.25 pagi ini membuat saya harus berjuang keras menggapai pintu kamar mandi. Saya sudah membuat janji dengan JT untuk bertemu di depan kantor Bawasda, Salatiga, pukul 06.30. Setelah menang bergulat dengan kemalasan, saya pun bangkit. Salatiga pagi masih (terlalu) dingin buat saya. Niat mandi saya urungkan. Cuci muka dirasa cukup.

Go on »

Guru Baik Gaji Murid

Beberapa hari terakhir, saya sangat terusik dengan komentar Pak Edi di posting Siwi tentang sekolah gratis. Dalam komentarnya, Pak Edi mengatakan demikian: “Sekolah gratisan berarti gurunya dibayar dengan gratisan pula.” Sebuah kalimat yang mengesankan bahwa pendapatan seorang guru hanya ditentukan oleh belas kasihan murid-muridnya. Nelangsa banget kelihatannya.

Go on »