Tag Archive for 'kuliah'

Merangsang Libido Belajar

Sudah saya katakan bahwa konsep “student-centered learning” itu pemanis bibir belaka. Asli lip service doang. Yang masih berlaku umum di dunia pendidikan kita adalah “teacher-centered learning”. Karena itu tidak usah heran jika ada pakar pendidikan yang omong bahwa mutu dunia pendidikan cuma bisa dibenerin kalau gurunya sudah bener duluan. Sedangkan murid, sekalipun digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan, dalam prakteknya harus terima nasib sebagai pajangan ruang kelas sahaja.

Emang apa yang perlu dibetulkan dari guru Indonesia?

Go on »

Mengelola Bakat PNS: Belajar dari Sumba Timur

Saya bukan orang Sumba. Juga belum pernah ke Sumba. Tapi saya beruntung punya beberapa teman orang Sumba. Dari mereka saya mendapat banyak cerita. Salah satunya soal almarhum Umbu Mehang Kunda, bupati Sumba Timur dari tahun 2000 hingga 2008.

Belum pernah saya dengar kesaksian orang yang begitu positif tentang kepala daerah di Indonesia belakangan. Kebanyakan kepala daerah kerjanya cuma keluar-masuk penjara akibat korupsi sehingga pembangunan daerahnya terbengkalai. Umbu Mehang Kunda barangkali berbeda. Dari teman-teman kuliah di Salatiga, saya mendapat gambaran sosok Umbu Mehang sebagai bupati yang becus memimpin dan pro-rakyat. Umbu Mehang dipuji karena, misalnya, pembangunan infrastruktur jalan dan listrik yang pesat di kabupatennya. “Kalau bukan karena Umbu Mehang,” kata Fredy Umbu Bewa Guty, “mungkin Sumba Timur sampai sekarang masih gelap gulita.”

Go on »

Pengantar Anatomi Scientiarum

Seperti judulnya, tulisan ini cuma pengantar. Pengantar akan membawa kita sampai kepada tujuan, kalau tidak kesasar. Tujuan dari pengantar ini adalah menjelaskan hubungan segitiga antara divisi-divisi Scientiarum: redaksi, bisnis, dan litbang. Supaya penjelasan ini tidak jadi ceramah, maka saya akan menempuh jalur penjelasan lain, yaitu cerita sejarah. Semoga tidak kesasar.

Go on »

Kurikulum Berbasis Ketakutan

Di tengah sumpeknya gerbong kereta api ekonomi, saya menguping sebuah pembicaraan. Ada dua perempuan paruh baya sedang ngobrol soal rute perjalanan. Salah satu dari mereka menyebut urutan stasiun dari Bangil hingga Jember dengan saksama. Yang satunya lagi takjub alias terheran-heran.

“Kok masih hapal gitu to, mbakyu?” tanya si takjub.

“Dulu guru saya galak banget. Kalo murid nggak hapal, bisa kena pukul. Guru saya keras kalo ngajar,” jawab si hapal.

Go on »

Keluarga Parlin

Parlin meminta ijin kepada ayah dan ibunya untuk pergi ke pesta ulang tahun seorang temannya. Mereka mengijinkan dengan sebuah syarat yaitu: Parlin harus sudah tiba kembali di rumah sebelum jam sebelas malam. Ia berjanji, lalu pergi.

Tapi apa yang terjadi? Siswa kelas 3 SMA itu baru kembali pada pukul dua pagi. Parlin mengatakan, ia tidak ingin melanggar janjinya. Tapi ia tidak mempunyai pilihan lain. Tak seorangpun dari teman-temannya pulang sebelum jam sebelas malam. Ketika ia pamit, semua malah menertawakan dan mengejek dia. Karena itu, ia tinggal. Ia tidak mau kehilangan muka di depan teman-temannya. Dan kemudian setelah itu, walaupun ia tahu bahwa ia sudah terlambat, ia masih harus mengantar dua orang teman wanitanya pulang. Maklum, rumah mereka jauh dan hanya Parlin yang membawa mobil. Parlin berkata, “Saya mengakui saya salah, tapi saya tidak dapat berbuat lain!”

Go on »