Tag Archive for 'mahasiswa'

Mengelola Bakat PNS: Belajar dari Sumba Timur

Saya bukan orang Sumba. Juga belum pernah ke Sumba. Tapi saya beruntung punya beberapa teman orang Sumba. Dari mereka saya mendapat banyak cerita. Salah satunya soal almarhum Umbu Mehang Kunda, bupati Sumba Timur dari tahun 2000 hingga 2008.

Belum pernah saya dengar kesaksian orang yang begitu positif tentang kepala daerah di Indonesia belakangan. Kebanyakan kepala daerah kerjanya cuma keluar-masuk penjara akibat korupsi sehingga pembangunan daerahnya terbengkalai. Umbu Mehang Kunda barangkali berbeda. Dari teman-teman kuliah di Salatiga, saya mendapat gambaran sosok Umbu Mehang sebagai bupati yang becus memimpin dan pro-rakyat. Umbu Mehang dipuji karena, misalnya, pembangunan infrastruktur jalan dan listrik yang pesat di kabupatennya. “Kalau bukan karena Umbu Mehang,” kata Fredy Umbu Bewa Guty, “mungkin Sumba Timur sampai sekarang masih gelap gulita.”

Go on »

Anggur Satu Malam

Kabar bahwa sahabatnya lulus hari ini tidak membuat hatinya senang. Ia sedih karena sejumlah alasan. Pertama mungkin karena sudah sifat manusia untuk lebih gampang menerima kegagalan orang lain daripada kesuksesannya. Orang selalu punya kecenderungan untuk bersaing, entah kenapa. Dan saingan mereka, biasanya, justru didatangkan dari lingkaran terdekat: keluarga, tetangga, teman. Dalam sejumlah hal tampak bahwa saudara bersaing dengan saudara, orangtua dengan orangtua, orangtua dengan anak, tetangga dengan tetangga, dan teman dengan teman; sampai muncul istilah “teman makan teman” untuk menunjuk praktik persaingan tak sehat. Kemenangan diperjuangkan seolah-olah dari persaingan itulah orang mendapatkan eksistensinya. Anak pintar selalu mendapat tempat lebih baik daripada anak bodoh. Dan sejak kepintaran mereka selalu diukur dengan angka, hampir setiap anak berlomba-lomba mendapatkan angka tertinggi, meskipun dengan cara-cara terendah. Dan hampir semua anak begitu. Dikatakan hampir semua karena nyatanya masih ada sejumpil anak yang, entah bagaimana, tahu bahwa kepintaran tidak bisa cuma diukur angka-angka. Apakah sebetulnya kepintaran? Dan bisakah ia diukur dengan angka? Kalau bisa, seberapa bisa? Seberapa tepat angka-angka itu menunjuk kepintaran yang tak berwujud?

Go on »

Lokalisasi UKSW, Siapa Takut?

Kalau Pembantu Rektor IV Martha Nandari dalam opininya bertanya “Internasionalisasi UKSW, Siapa Takut?” maka bisa dijawab: yang takut adalah yang takut. Dan selamanya begitu. Dan kalau kita boleh ganti bertanya, kita bisa menyodorkan pertanyaan yang pada dasarnya sama tapi tak serupa:

“Lokalisasi UKSW, Siapa Takut?”

Go on »

Pengantar Anatomi Scientiarum

Seperti judulnya, tulisan ini cuma pengantar. Pengantar akan membawa kita sampai kepada tujuan, kalau tidak kesasar. Tujuan dari pengantar ini adalah menjelaskan hubungan segitiga antara divisi-divisi Scientiarum: redaksi, bisnis, dan litbang. Supaya penjelasan ini tidak jadi ceramah, maka saya akan menempuh jalur penjelasan lain, yaitu cerita sejarah. Semoga tidak kesasar.

Go on »

Muntu

Di tangan Bu Atin, sebatu muntu bisa lebih berguna dari laptop di tanganku. Selama muntunya masih bergerak melumat bumbu lotek di cobek, anak-anak Bu Atin masih bisa sekolah dan kuliah. Sementara laptopku, hampir tak ada yang kukerjakan bersamanya selain mendengarkan musik, menonton bokep, dan menulis notes di Facebook.

Go on »