Tag Archive for 'mahasiswa'

Page 2 of 8

Publikasi Nilai di Facebook

Ada seorang dosen muda mengumumkan nilai mahasiswa kelas ampuannya lewat Facebook. Apakah ini pantas dilakukan, dengan memperhatikan etika akademis dan norma transparan yang berlaku? Begitu pertanyaan yang masuk ke inbox.

Go on »

Penangkal Dosa

Kebetulan itu ada. Dan ia hadir di kafe kampus kemarin, Rabu sore. Dengan kebetulan, Fredy mencetuskan ajakan untuk PA (pendalaman Alkitab) saat itu juga. Dan dengan kebetulan pula, ada satu Alkitab di tas saya.

“Mau bahas apa?” tanya saya.

“Apa saja. Dari Kejadian atau mana. Terserah,” jawab Fredy.

Go on »

Balada Tempat Sampah

Saya paling jengkel kalau lihat perempuan nangis sesenggukan sampai mukanya bengkak. Lebih jengkel lagi kalau nangisnya gara-gara masalah cinta. Tambah jengkel pula kalau sambil nangis dia membodoh-bodohkan diri sendiri karena membiarkan dirinya disakiti terus menerus sama cowoknya, dan setiap kali cowoknya minta maaf, dia selalu kasih maaf untuk kemudian disakiti lagi lain kali.

Teorinya, saya tidak usah lihat dan dengar kalau memang tidak suka, dan saya berhak untuk begitu. Tapi teori itu tidak berlaku kalau orangnya lagi curhat sama saya. Kan aneh kalau orang lagi curhat kita malah tolah-toleh sendiri, atau ngeluyur pergi?

Go on »

Kurikulum Berbasis Ketakutan

Di tengah sumpeknya gerbong kereta api ekonomi, saya menguping sebuah pembicaraan. Ada dua perempuan paruh baya sedang ngobrol soal rute perjalanan. Salah satu dari mereka menyebut urutan stasiun dari Bangil hingga Jember dengan saksama. Yang satunya lagi takjub alias terheran-heran.

“Kok masih hapal gitu to, mbakyu?” tanya si takjub.

“Dulu guru saya galak banget. Kalo murid nggak hapal, bisa kena pukul. Guru saya keras kalo ngajar,” jawab si hapal.

Go on »

Bukan Harga Mati

Baru-baru ini saya mendapat kehormatan untuk mengedit beberapa makalah yang menang lomba karya tulis ilmiah di kampus, dan akan diterbitkan. Saya sebut kehormatan soalnya saya sendiri belum pernah bikin makalah ilmiah, apalagi ikut lomba, apalagi sampai menang. Dengar kata “ilmiah” saja sudah grogi.

Go on »