Tag Archive for 'pendidikan'

Tiga Jam di Kolese de Britto

ad maiorem dei gloriam Tiga Jam di Kolese de Britto

Sebelum libur Lebaran kemarin, saya berkesempatan mengunjungi SMA Kolese de Britto di Yogyakarta. Satu pelajaran yang saya tarik dari komunitas de Britto, dan saya kira bisa berguna bagi kita semua, adalah nilai pendidikan bebasnya. Kenapa? Kita akan lihat kenapa. Semoga paparan ini bisa membantu kita mencapai yang berguna itu. Kalau tidak, ya sudah.

Go on »

Kita Terlahir Sebagai Otodidak Abadi

Asal tahu saja, saya sudah berhenti berpikir bahwa murid sekolahan harus mendapat kebebasan belajar sebebas-bebasnya. Kalau masih mau bebas, lebih baik tidak usah sekolah dan belajar sendiri. Bisa di rumah, di jalan, di hutan, di mana saja. Kapanpun dan dimanapun orang selalu bisa belajar kalau mau. Kalau orangnya sudah tidak mau, dipaksa belajar di sekolah juga percuma. Orang tidak bisa belajar dengan baik kalau dipaksa-paksa.

Go on »

Siapa Bilang Sekolah Kita Beradab?

Saya paling sebel kalau ada orang bilang pelajar Indonesia belum siap untuk kebebasan. Mitos yang selama ini santer diulang-ulang adalah selesaikan dulu sarjanamu, baru kau bebas melakukan apa saja. Kita suka lupa bahwa setelah jadi sarjana, hampir semua orang sudah tidak berdaya. Jangankan jadi agen perubahan, mengemis untuk jadi buruh kompeni saja ditolak di mana-mana. Hihihi.

Go on »

Plonco Lagi Sampai Mati

Cakep-cakep begini saya pernah jadi ketua OSIS waktu SMA. Jadi saya tahu bahwa yang namanya perploncoan di sekolah itu tidak ada gunanya. Emang apa gunanya senior pasang tampang serem terus bentak-bentak juniornya? Untuk melatih mental? Mental apa? Mental preman? Preman di Solo saja, saya tahu, kalau ngomong sangat halus dan sopan. Sedikit bicara banyak tikam.

Go on »

Merangsang Libido Belajar

Sudah saya katakan bahwa konsep “student-centered learning” itu pemanis bibir belaka. Asli lip service doang. Yang masih berlaku umum di dunia pendidikan kita adalah “teacher-centered learning”. Karena itu tidak usah heran jika ada pakar pendidikan yang omong bahwa mutu dunia pendidikan cuma bisa dibenerin kalau gurunya sudah bener duluan. Sedangkan murid, sekalipun digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan, dalam prakteknya harus terima nasib sebagai pajangan ruang kelas sahaja.

Emang apa yang perlu dibetulkan dari guru Indonesia?

Go on »