Tag Archive for 'pendidikan'

Page 2 of 10

Mengunyah Ilmu, Menelan Pengetahuan

Dulu guru SMA saya sering mengeluh kenapa banyak murid malas belajar. Yang dimaksud belajar di sini adalah mengikuti PBM di kelas, membaca buku paket, dan mengerjakan PR. Padahal kelas kami bagus dengan fasilitas lengkap, buku paket semua terbitan penerbit baik, dan PR yang diberikan rata-rata mudah karena cuma mengulang yang disampaikan saat jam pelajaran. Kenapa kami masih malas?

Go on »

Apa Guna Teknologi Untuk Pendidikan?

Saat mengikuti kuliah John Hunt soal pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, saya mendapati bahwa isi kuliahnya lebih banyak membahas filosofi pendidikan ketimbang teknologi itu sendiri.

John Hunt adalah salah satu konsultan pendidikan dari Willi Toisuta and Associates. Ia mengajar di School of Science and Education pada University of the Sunshine Coast di Queensland. Belakangan ini Hunt terlibat dalam proyek One Laptop Per Child (OLPC), sebuah proyek penyediaan laptop murah untuk anak-anak sedunia. Ia aktif membantu usaha melek komputer (computer literacy) di Papua dan Dumaji, suatu kawasan Aborigin di Australia.

Go on »

Mengelola Bakat PNS: Belajar dari Sumba Timur

Saya bukan orang Sumba. Juga belum pernah ke Sumba. Tapi saya beruntung punya beberapa teman orang Sumba. Dari mereka saya mendapat banyak cerita. Salah satunya soal almarhum Umbu Mehang Kunda, bupati Sumba Timur dari tahun 2000 hingga 2008.

Belum pernah saya dengar kesaksian orang yang begitu positif tentang kepala daerah di Indonesia belakangan. Kebanyakan kepala daerah kerjanya cuma keluar-masuk penjara akibat korupsi sehingga pembangunan daerahnya terbengkalai. Umbu Mehang Kunda barangkali berbeda. Dari teman-teman kuliah di Salatiga, saya mendapat gambaran sosok Umbu Mehang sebagai bupati yang becus memimpin dan pro-rakyat. Umbu Mehang dipuji karena, misalnya, pembangunan infrastruktur jalan dan listrik yang pesat di kabupatennya. “Kalau bukan karena Umbu Mehang,” kata Fredy Umbu Bewa Guty, “mungkin Sumba Timur sampai sekarang masih gelap gulita.”

Go on »

Suprafasilitator

Hari ini saya mendapat dokumen yang menjelaskan bentuk kerangka kerja pengembangan masyarakat yang dipakai sebagai dasar kurikulum pengembangan fasilitator di Indonesia. Mau tahu isinya?

Pertama-tama dikatakan bahwa pengembangan fasilitator masyarakat harus fokus pada kebutuhan masyarakat untuk: pertama, dapat menerima perubahan positif; kedua, memahami penerapan acuan yang ditawarkan sebagai norma kebiasaan; ketiga, memungkinkan tertanamnya proses-proses efektif di masyarakat.

Go on »

Anggur Satu Malam

Kabar bahwa sahabatnya lulus hari ini tidak membuat hatinya senang. Ia sedih karena sejumlah alasan. Pertama mungkin karena sudah sifat manusia untuk lebih gampang menerima kegagalan orang lain daripada kesuksesannya. Orang selalu punya kecenderungan untuk bersaing, entah kenapa. Dan saingan mereka, biasanya, justru didatangkan dari lingkaran terdekat: keluarga, tetangga, teman. Dalam sejumlah hal tampak bahwa saudara bersaing dengan saudara, orangtua dengan orangtua, orangtua dengan anak, tetangga dengan tetangga, dan teman dengan teman; sampai muncul istilah “teman makan teman” untuk menunjuk praktik persaingan tak sehat. Kemenangan diperjuangkan seolah-olah dari persaingan itulah orang mendapatkan eksistensinya. Anak pintar selalu mendapat tempat lebih baik daripada anak bodoh. Dan sejak kepintaran mereka selalu diukur dengan angka, hampir setiap anak berlomba-lomba mendapatkan angka tertinggi, meskipun dengan cara-cara terendah. Dan hampir semua anak begitu. Dikatakan hampir semua karena nyatanya masih ada sejumpil anak yang, entah bagaimana, tahu bahwa kepintaran tidak bisa cuma diukur angka-angka. Apakah sebetulnya kepintaran? Dan bisakah ia diukur dengan angka? Kalau bisa, seberapa bisa? Seberapa tepat angka-angka itu menunjuk kepintaran yang tak berwujud?

Go on »