Tag Archive for 'perjalanan'

Page 2 of 3

Dalam 342,1 Kilometer

Tak banyak, cuma … rasa was-was karena tiada lisensi mengemudi, Bapak sudah suruh aku urus Surat Ijin Mengemudi, apalagi mumpung di Salatiga terkenal murah dan gampang buat urusan tembak-tembakan begitu. Evan, adikku, juga sudah bikin SIM di Surabaya. Tapi aku terlalu malas berurusan dengan polisi, apalagi kalau cuma buat sepotong SIM. Hahaha ….

Go on »

Aku Tukang Bohong

Salah satu wejangan Pramoedya Ananta Toer yang paling aku ingat — selain “menulis adalah bekerja untuk keabadian” — adalah “semua harus ditulis”. Tulis, tulis, dan tulis, suatu saat pasti berguna! Konon begitu kata Pram dalam novel Rumah Kaca-nya.

Go on »

Bocor Bocor Bocor

Aku baru saja pulang dari Jogja. Setelah mandi dan menjemur handuk di teras belakang kos, aku mencium bau keras bensin, yang ternyata menetes dari tangki motorku, yang terparkir beberapa meter jauhnya dari tempat itu.

Semua bermula dari rencanaku pergi ke Pantai Siung bersama James minggu ini, yang kemudian batal dan diganti dengan rencana ke Gereja Ganjuran di Bantul, dan sebuah perpustakaan Jawa di Jogja yang dirujuk Sinuhun Tedjowoelan (Pakubuwono XIII) dalam wawancaranya dengan tabloid Gloria. Tapi pagi tadi James mengirim pesan singkat, dia tak bisa pergi karena ada rapat. Maka setelah lewat tengah hari, aku putuskan untuk ke Jogja bersama Arya.

Go on »

Buah Rekor Surabaya

Ini hari keempatku di Surabaya — sebuah rekor baru, karena biasanya aku cuma sehari-dua (atau malah kurang) di sini. Setelah mendapat akses internet di Jess Net, sebuah warung internet di Jalan Urip Sumoharjo, dekat Pasar Keputran yang “legendaris” itu, aku putuskan menulisi blog ini sambil menunggu bus jurusan Surabaya-Yogyakarta, yang akan berangkat tengah malam nanti. Aku hendak menumpang sampai Solo, lalu mencari bus ke arah Salatiga.

Go on »

Patiga

Pagi yang indah di Salatiga. Sinar hangat matahari, daun-daun hijau pepohonan, kerikan cenggeret, dan kicauan burung. Udara sejuk dan kabut tipis selalu datang. Ini cuma suasana “standar” untuk pagi di sini, dan kebanyakan orang mungkin mengacuhkannya. Tapi ini pagi pertamaku di sini minggu ini. Aku selalu menikmatinya sehabis pelesir dari luar kota, terutama dari tempat-tempat panas macam Pati dan Rembang (apalagi Surabaya, dan Jakarta).

Go on »