Tag Archive for 'politik'

Menutup Pekan Kehidupan

Apa yang diajarkan sebuah akhir pekan kepada saya?

Kronologi akhir pekan termutakhir saya adalah sebagai berikut:

Sabtu bangun siang karena malam sebelumnya (hingga pagi) minum anggur sampai bodok, seperti sekarang. Begitu bangun dan cek hape ternyata ada SMS dari Adi Kriting. Isinya ajakan pergi ke Batang. Ke tempat seorang tuan tanah yang terkenal karena mengerahkan puluhan truk petani unjuk rasa ke DPRD Jateng setiap kali panen. Ada apa di sana? Adi menelepon.

Ada kongres petani Batang.

Go on »

Mengelola Bakat PNS: Belajar dari Sumba Timur

Saya bukan orang Sumba. Juga belum pernah ke Sumba. Tapi saya beruntung punya beberapa teman orang Sumba. Dari mereka saya mendapat banyak cerita. Salah satunya soal almarhum Umbu Mehang Kunda, bupati Sumba Timur dari tahun 2000 hingga 2008.

Belum pernah saya dengar kesaksian orang yang begitu positif tentang kepala daerah di Indonesia belakangan. Kebanyakan kepala daerah kerjanya cuma keluar-masuk penjara akibat korupsi sehingga pembangunan daerahnya terbengkalai. Umbu Mehang Kunda barangkali berbeda. Dari teman-teman kuliah di Salatiga, saya mendapat gambaran sosok Umbu Mehang sebagai bupati yang becus memimpin dan pro-rakyat. Umbu Mehang dipuji karena, misalnya, pembangunan infrastruktur jalan dan listrik yang pesat di kabupatennya. “Kalau bukan karena Umbu Mehang,” kata Fredy Umbu Bewa Guty, “mungkin Sumba Timur sampai sekarang masih gelap gulita.”

Go on »

Arief Dalam Hal Asmara

asmara nababan 207x300 Arief Dalam Hal Asmara“Orangnya terus terang, enak diajak omong, nggak main politik, apa adanya,” kenang Arief Budiman tentang Asmara Nababan. Selebihnya tidak banyak. Arief merasa kekaribannya dengan Asmara lebih cenderung intelektual ketimbang personal.

Arief masih ingat pertemuan pertamanya dengan Asmara, sekitar 40 tahun lalu di Balai Budaya. Waktu itu Arief adalah direktur Yayasan Indonesia. Ia mendapat satu ruangan kecil di situ sebagai kantornya. “Balai Budaya itu menjadi tempat diskusi-diskusi. Jadi di samping demo kita diskusi. Diskusi tentang Taman Mini misalnya. Nah, si Asmara sering datang. Dia tahu kita ada pertemuan-pertemuan, ngumpul, datang pribadi maupun datang kelompok. Kelompok kita nggak resmi. Siapa aja yang datang diterima.”

Go on »

Menjawab Catatan Yosafati Gulo

Pertama, saya setuju bahwa sejak pendidikan dimassalkan dan diorientasikan pada kebutuhan pembangunan, sejak saat itulah pendidikan menjadi tidak manusiawi. Pertanyaan gampangnya, manusia untuk pembangunan atau pembangunan untuk manusia?

Go on »

Mazhab Pendidikan Kritis

mazhab Mazhab Pendidikan KritisYang pertama, judul buku ini sudah cukup kritis: Mazhab Pendidikan Kritis. Jadi saya yakin bahwa penulisnya, Dr. M. Agus Nuryatno, pasti orang kritis. Dia dosen kependidikan Islam di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan doktor pendidikan lulusan McGill University, Kanada.

Dari halaman mukanya kita bisa langsung tahu apa tujuan buku ini: menyingkap relasi pengetahuan, politik, dan kekuasaan. Di dalamnya ditunjukkan bahwa tidak ada pengetahuan yang netral dan bebas nilai. Semua berpihak, dan dalam masyarakat yang struktur sosialnya terdiri atas kelas-kelas, bentuk pengetahuan tertentu pasti memihak kelas tertentu. Masih ingat bagaimana sejarah PKI dan 30 September dipakai untuk melegitimasi heroisme Soeharto?

Go on »