Tag Archive for 'Salatiga'

Mengetuk Pintu Sorga

Yang pertama kali perlu dilakukan adalah menentukan apakah sorga ada. Kalau ada, dimana letaknya? Apakah sorga punya pintu? Dimana letak pintu sorga?

Saya tak tahu apakah sorga ada. Andia, saat Ibu menanyakan dimana letak sorga saya, pada dinding Facebook beberapa hari lalu, saya tak bisa menjawab. Waktu itu saya belum tahu bahwa sorga bisa ada di sudut lingkaran.

Jadi apakah sorga ada? Anggap saja ada.

Go on »

Mengelola Bakat PNS: Belajar dari Sumba Timur

Saya bukan orang Sumba. Juga belum pernah ke Sumba. Tapi saya beruntung punya beberapa teman orang Sumba. Dari mereka saya mendapat banyak cerita. Salah satunya soal almarhum Umbu Mehang Kunda, bupati Sumba Timur dari tahun 2000 hingga 2008.

Belum pernah saya dengar kesaksian orang yang begitu positif tentang kepala daerah di Indonesia belakangan. Kebanyakan kepala daerah kerjanya cuma keluar-masuk penjara akibat korupsi sehingga pembangunan daerahnya terbengkalai. Umbu Mehang Kunda barangkali berbeda. Dari teman-teman kuliah di Salatiga, saya mendapat gambaran sosok Umbu Mehang sebagai bupati yang becus memimpin dan pro-rakyat. Umbu Mehang dipuji karena, misalnya, pembangunan infrastruktur jalan dan listrik yang pesat di kabupatennya. “Kalau bukan karena Umbu Mehang,” kata Fredy Umbu Bewa Guty, “mungkin Sumba Timur sampai sekarang masih gelap gulita.”

Go on »

Lokalisasi UKSW, Siapa Takut?

Kalau Pembantu Rektor IV Martha Nandari dalam opininya bertanya “Internasionalisasi UKSW, Siapa Takut?” maka bisa dijawab: yang takut adalah yang takut. Dan selamanya begitu. Dan kalau kita boleh ganti bertanya, kita bisa menyodorkan pertanyaan yang pada dasarnya sama tapi tak serupa:

“Lokalisasi UKSW, Siapa Takut?”

Go on »

Pengantar Anatomi Scientiarum

Seperti judulnya, tulisan ini cuma pengantar. Pengantar akan membawa kita sampai kepada tujuan, kalau tidak kesasar. Tujuan dari pengantar ini adalah menjelaskan hubungan segitiga antara divisi-divisi Scientiarum: redaksi, bisnis, dan litbang. Supaya penjelasan ini tidak jadi ceramah, maka saya akan menempuh jalur penjelasan lain, yaitu cerita sejarah. Semoga tidak kesasar.

Go on »

Potret Bisu

Dahulu, almarhum fotografer Richard Avedon pernah berkata: “Potret-potret saya lebih banyak bertutur tentang saya ketimbang bertutur tentang orang-orang yang saya potret.” Potret dapat mengantar orang untuk menyelami kesadaran pemotretnya, bagaimana ia memandang manusia dan benda di sekitarnya: apakah kawat berkarat dapat menjadi penanda perjalanan abad, atau sekedar logam yang perlahan lumat?

Go on »