Di tangan Bu Atin, sebatu muntu bisa lebih berguna dari laptop di tanganku. Selama muntunya masih bergerak melumat bumbu lotek di cobek, anak-anak Bu Atin masih bisa sekolah dan kuliah. Sementara laptopku, hampir tak ada yang kukerjakan bersamanya selain mendengarkan musik, menonton bokep, dan menulis notes di Facebook.