Tag Archive for 'Scientiarum'

Page 2 of 4

Jas Merah Satya Wacana

“Those who control the past, control the future; Those who control the future, control the present; Those who control the present, control the past.”
~ George Orwell

Dari sebuah ruang di Gedung Lembaga Kemahasiswaan, saya mengirim surat elektronik kepada Andreas Harsono, seorang alumni Fakultas Teknik Jurusan Elektro, angkatan 1984. Andreas pernah jadi redaktur Imbas, sebuah majalah mahasiswa di FTJE. “Sebetulnya saya ‘kuliah’ di Imbas, bukan di Elektro,” katanya pada saya, ketika kami bertemu di Kampoeng Percik, Maret 2008.

Go on »

Ate Amanha

sa japaz Ate Amanha

Aku bingung bagaimana memulai ini. Akhir-akhir ini aku merasa susah sekali konsentrasi saat menulis. Aku duga ini karena work load di Scientiarum (SA) yang sudah melebihi kapasitasku. Kegiatanku memang tak hanya di SA, tapi “ber-SA” adalah kegiatan yang paling banyak makan waktu, pikiran, dan tenaga — kadang juga hati. Sudah setahun lebih aku di sini, sejak Oktober 2007. Dalam kurun waktu tersebut, aku belajar sekaligus jadi reporter, editor, dan pemimpin redaksi.

Go on »

Mengerat Tenggat

Versi cetak Scientiarum akan terbit dalam format majalah pada 30 November 2008. Tanggal ini bertepatan dengan dies natalis Satya Wacana ke-52. Rapat redaksi minggu lalu memutuskan untuk mengubah format lama (koran) Scientiarum, karena sifatnya yang cenderung sekali dibaca, lalu terbuang. Format majalah juga dirasa lebih cocok dengan artikel-artikel Scientiarum yang lebih banyak feature, ketimbang berita cepat.

Go on »

Satu Lilin Kecil

Scientiarum adalah salah satu lembaga pers mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, satu universitas swasta kecil di Salatiga, Jawa Tengah. Namanya diambil dari bahasa Latin yang tercantum pada salah satu visi Satya Wacana, yang artinya “persekutuan ilmiah”.

Go on »

Glonggongan

Malam ini aku tidur di Scientiarum lagi. Sudah tiga malam berturut-turut aku tidur sini, malas pulang kos karena telah tengah malam. Meski sudah biasa, tapi belakangan aku jadi malas jalan, malas kedinginan. Lagipula kalau malam, Scientiarum sepi. Aku sendirian, hingga bisa menulis tanpa gangguan.

Go on »