Tag Archive for 'Yosia Nugrahaningsih'

Ate Amanha

sa japaz Ate Amanha

Aku bingung bagaimana memulai ini. Akhir-akhir ini aku merasa susah sekali konsentrasi saat menulis. Aku duga ini karena work load di Scientiarum (SA) yang sudah melebihi kapasitasku. Kegiatanku memang tak hanya di SA, tapi “ber-SA” adalah kegiatan yang paling banyak makan waktu, pikiran, dan tenaga — kadang juga hati. Sudah setahun lebih aku di sini, sejak Oktober 2007. Dalam kurun waktu tersebut, aku belajar sekaligus jadi reporter, editor, dan pemimpin redaksi.

Go on »

Percelotehan

Masih untung aku bisa jalan kaki ke kampus siang ini, tanpa tertabrak ataupun menabrak, dan mendapati kantor Scientiarum kosong melompong. Meski sempat ada kunjungan (baca: gangguan) beberapa orang, akhirnya aku bisa juga menulis posting ini dengan tenang (baca: sendirian) di sini.

Go on »

Bertemu Bella

Dulu aku pernah bilang ke Yosi dan Febri kalau aku alergi urusan cinta. Aku lebih suka jadi solitarian yang tak butuh orang lain. Tuhan adalah satu-satunya oknum yang tahu rahasia-rahasiaku. Ini karena urusan cinta aku anggap (secara subjektif) bisa lebih riskan daripada urusan duit di pasar saham. Bagaimana kalau sampai patah hati (lagi)?

Go on »

Yosia Nugrahaningsih

yosi ultah Yosia Nugrahaningsih

Pelatihan Jurnalisme Tak Berspanduk

scientiarum imbas harsono Pelatihan Jurnalisme Tak Berspanduk

Andreas Harsono. Rambut lurus di unyeng-unyeng kepalanya menantang gravitasi, sedangkan yang di bagian depan tiarap terbelah dua. Ia menyebut dirinya “Hoakiao dari Jember.” Ketika kuliah di Satya Wacana, ia mengambil jurusan teknik elektro. Namun setelah lulus, ia malah jadi wartawan. Ia mendirikan AJI (Aliansi Jurnalis Independen) sebagai tandingan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di masa Orde Baru. Ia juga ikut memprakarsai Komunitas Utan Kayu bersama Goenawan Mohammad. Dan kiprahnya di bidang jurnalisme pun mendapat Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard — yang disebut para jurnalis sebagai penghargaan jurnalisme bergengsi di Amerika Serikat, nomor dua setelah The Pulitzer Prizes.

Go on »