
ekitar beberapa minggu yang lalu, di kepala saya muncul ide untuk jalan keliling kampus, sambil menyebarkan ajakan ngeblog ke sivitas akademika, terutama mahasiswa. Saya merasa bosan dengan atmosfer kampus saya yang selalu adem ayem, dengan dinamika yang, menurut saya, tidak dinamis blas! Budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan penelitian cuma jadi romantisme sejarah masa lalu.
Muncul ide tentang stiker GoBlog! sebagai sarana untuk menyuarakan ajakan saya. Saya pikir, kalau cuma sekadar kertas atau brosur, kurang menarik. Beda dengan stiker yang kalau dibagi gratis, anak-anak muda banyak yang minta. Lebih bagus lagi kalau mereka tempel di tempat-tempat strategis, ajakan saya bisa menyebar lebih luas.
Saya lalu mengajak Meq, teman dari Fakultas Teknik, untuk mencetak stiker. Awalnya bukan mengajak, tapi saya bertanya tentang keberadaan tempat percetakan stiker di Salatiga. Ternyata, Meq sendiri juga berniat sama. Kalau saya ingin mencetak stiker untuk GoBlog!, Meq justru ingin membuat stiker untuk malas. Menurut teman yang satu ini, malas adalah hak!
Singkat cerita, saya dan Meq lalu mencari tempat pembuatan stiker yang cukup representatif di Salatiga. Harga menjadi prioritas utama kami dalam memilih percetakan. Maklum, kami sama-sama mahasiswa rantau di Salatiga. Saya dari Surabaya, Meq dari Jakarta. “Tender kepercayaan” kami akhirnya dimenangkan Tiara Jaya, toko jasa fotokopi dan percetakan di depan kampus UKSW. Kemudian kami membuat desain masing-masing, dan menitipkannya ke si pembuat stiker. Perlu waktu sekitar satu minggu hingga stiker yang kami pesan jadi.
Saya sengaja menambahkan URL blog saya ke stiker itu. Selain bermaksud promosi
, saya memang sengaja mengarahkan para pembaca stiker untuk merujuk blog saya, apabila ingin mendapat informasi lanjut mengenai blog. Inilah alasan kenapa saya menyediakan kategori GoBlog! ketika saya menghidupkan blog ini (Orangmuda.com) kembali — kategori tersebut telah hilang, ikut mati bersama Orangmuda.com — akhir bulan Desember 2007. Walaupun saya tidak menyediakan informasi secara teknis untuk membangun blog pada kategori tersebut, namun, paling tidak, saya sudah mencoba memberi pengenalan secara konsep dan manfaat.
Lantas tiba hari kemarin. Muncul ide untuk membuat selebaran singkat untuk memperkuat ajakan GoBlog! saya. Saya pikir, sekadar stiker tentu kurang menjelaskan maksud saya. Sebenarnya, ide ini sudah muncul beberapa hari sebelumnya (saya sempat chat dengan Pak Sawali tentang ini), tapi masih belum terbayang rupa selebaran akan dibuat seperti apa.
Saya minta tolong Ojohn, teman dari Fakultas Teknologi Informasi, untuk membuatkan desain selebaran. Selain ajakan GoBlog! saya juga memasukkan info lowongan pekerjaan dari Scientiarum, lembaga pers kampus dimana saya bekerja. Tak lupa, nongol juga ajakan untuk memakai Mozilla Firefox, yang sekaligus juga mendiskreditkan Internet Explorer milik Microsoft. Saya pikir, Internet Explorer berhak mendapatkan ini karena ia telah semena-mena merusak tampilan situs, yang sudah dibangun mati-matian oleh para webmaster maupun bloger. Hanya dalam tempo satu jam, desain sederhana untuk selebaran yang saya minta jadi.
Selebaran ini saya perbanyak lima puluh kali. Karena dalam ukuran satu kertas biasa bisa menampung dua kali ukuran selebaran saya, maka pas dengan jumlah stiker yang hendak saya bagi gratis: 100 lembar.
Setelah semua “senjata” siap, saya kontak Meq. Mahasiswa gondrong inilah yang menjadi tukang dokumentasi untuk momen-momen GoBlog! pertama di UKSW kemarin. Sedangkan saya menempel stiker GoBlog! di mulut saya, sambil membagi stiker dan selebaran. Ini simbol pesan kepada teman-teman di UKSW untuk berhenti bicara sejenak dan mulai menulis.
Dan mulailah “kampanye” itu. Kolaborasi antara Orangmuda.com dengan FakeStupidBlues.

Berhenti bicara sejenak! Ayo menulis! Menulis di blog!

Titik awal: tempat fotokopi selebaran.

Si mbak yang malu-malu dan si mas yang dingin.

Macho atau genit?

Tawa anak negeri.

Fokus kurang kompak.

Bambang, rekan kerja di Scientiarum.

Habis makan, GoBlog!

Para karyawan juga harus diajak GoBlog!

Demikian juga mahasiswa dari Timor Leste. Timor Leste GoBlog!

Tawa perempuan GoBlog!

GoBlog! di kampus biru.

Cuma senyum, jadi lupa stiker GoBlog!

Sudah mudeng GoBlog! kan, Mbak?

Ketemu di jalan GoBlog!

Diskusi di hutan GoBlog!

Pusat Bahasa GoBlog!

Mahasiswa-cum-profesor yang GoBlog!

Dosen game, mahasiswa teknik, dan dosen Java.

Nama saya Satria, Mbak. Waktu itu nggak bisa jawab, lagi GoBlog!

Jadi GoBlog! beneran!

Bersama Mas Tom, pembuat mi “nyemek” ter-”mak nyus.”

Lembaga kemahasiswaan yang dulu menolak saya ajak GoBlog!

Sambil kampanye, cari gebetan foto-foto.

Ayo! Jangan lesu! GoBlog!

Di ujung lorong, sang dekan mengawasi.

Mana ekspresinya?!

GoBlog! ya, Mbak?

GoBlog! International.

Teman GoBlog!

Nanti bikin film GoBlog! ya, Lix?

Mata malas dan mulut GoBlog!

GoBlog! atau malas? Kita jawab di akhir posting.

Ternyata, Scientiarum isinya orang-orang GoBlog!

Ternyata, orang pintar bilang malas!
Meskipun UKSW hanya sebuah kampus kecil (di kota yang kecil pula), namun ternyata saya tidak dapat menjangkau seluruh titik dari kampus ini. Selain keterbatasan jumlah stiker (ini masalah dana
), saya juga sudah capek karena belum sempat tidur setelah membangun PortalUKM.com dan Scientiarum.com secara kebut-kebutan pada malam sebelumnya.
UKSW yang saya kenal selama ini adalah kampus yang malas untuk GoBlog!, ataupun untuk kegiatan-kegiatan akademis lainnya. Dalam kacamata skeptis saya, prioritas kampus ini selalu tertuju untuk hal-hal nonakademis yang cenderung populis, hedon, dan memabukkan. Lihatlah Widi AFI, lihatlah VJ Vina, lihatlah, dan lihatlah. Mereka semua mendapat dukungan riil dari kampus, tapi mereka nggak bisa memberikan balasan yang riil juga kan ke kampus? Kampus juga lebih memilih menghidupi para pemain basket untuk menang LIBAMA dan Kejurnas Dikti, ketimbang memikirkan nasib mahasiswa rantau yang suka menulis (bukan saya). Dan yang paling hina, kampus ini bahkan rela menggadaikan kekristenannya demi medali emas karate, menyewa pemain yang bukan mahasiswa sahnya.
Jadi, menurut saya, UKSW memang harus mulai belajar untuk malas! Malas untuk melakukan hal-hal nonakademis! Karena malas adalah hak, maka mengalihkan prioritas ke hal-hal yang akademis juga adalah hak!
Jika ada para petinggi UKSW yang kebetulan membaca tulisan ini, saya tidak akan meminta maaf. Ini bahan evaluasi untuk mereka. Kaum akademis berhak hidup lebih baik dan sejahtera di lingkungan akademis, daripada mereka yang nonakademis! Kalau ada mahasiswa dapat dana hibah untuk penelitian, jangan dimakan dan dipotong sana sini! Justru yang seperti itu malah kudu didukung secara riil dan disubsidi! Camkan itu!
GoBlog!





There are 70 comments already. Say something!