
aya harus menyatakan ini, namun untuk menuliskannya di Scientiarum jelas tak mungkin lagi. Situs itu sudah terlalu banyak memuat egoisme saya. Semoga masih ada yang membaca surat ini, dan memaklumi.
Selaku pemimpin redaksi Scientiarum, saya melakukan intervensi dalam publikasi opini berjudul “31 Maret: ‘Hari Kegoblokan UKSW’” (kini berganti judul menjadi “31 Maret: ‘Hari Kesia-siaan UKSW’” setelah disunting ulang). Opini tersebut saya tulis sendiri, sunting sendiri, lalu posting sendiri. Dengan demikian, saya melanggar mekanisme publikasi (yang seharusnya melewati editor, pemimpin redaksi, dan webmaster) yang saya susun dalam grand design Scientiarum. Saya minta maaf karena perbuatan curang ini (minta maaf secara literal di sini dulu, nanti yang secara verbal waktu rapat).
Selaku mahasiswa UKSW, saya menulis opini tersebut dengan rasa marah (sejak saya masuk kuliah tahun 2006, wacana perdebatan tidak pernah beranjak dari persoalan sistem trimester dan semester). Kemarahan itu lalu saya nyatakan dalam kata “goblok,” yang sah dalam penulisan opini (bukan berita). Namun ini bukan masalah sah atau tidak, benar atau tidak, etis atau tidak.
Alasan lain yang lebih mendasar (sehingga saya meminta Kiko menyunting ulang opini itu dan menambahkan catatan editor di sana) adalah “kasih.” Kata “goblok” adalah makian, dan mengasihi tidak perlu makian. Saya minta maaf karena sudah kehilangan kasih untuk waktu itu. Ini bukan karena saya orang (sok) suci, tapi ke-”Satya Wacana”-an memang harus dinyatakan dalam kasih (tidak peduli orang lain punya kasih atau tidak).
Kini, setelah minta maaf, saya berjanji untuk menulis opini kritikan yang lebih tajam lain kali, namun tidak lebih kasar. Tamparan tidak harus berbuah sakit hati. Kejeraan juga tidak identik dengan sakit hati. CMIIW.
Terima kasih.





There are 14 comments already. Say something!